
Kang Hatim dan Hana mengantar keluarga Indri pertama ke rumah umi dan teh Zahra untuk pamitan,meminta restu dan doa buat Indri juga tidak lupa meminta maaf.Setelah dari rumah umi dan teh Zahra,lanjut ke rumah teh Dawa.Tujuannya sama,untuk meminta doa restu,pamitan,dan meminta maaf.
Rencana,kang Hatim dan Hana,akan mengantar keluarga Indri ke Baitussalam awal dengan tujuan yang sama.Waktu adzan ashar hanya tinggal dua puluh menit lagi,Indri menyempatkan untuk menemui teman teman santrinya dengan di antar oleh Hana.
Sama halnya seperti ke umi dan ke teh Zahra atau teh Dawa,Indri berpamitan,meminta doa restu dan meminta maaf kepada semuanya terutama kepda teman dekatnya.Apalagi pada Maya dan Naya,mereka susah memaafkan kesalahan Indri hingga Indri menangis mohon mohon minta maaf pun mereka menghiraukannya.Namun,hanya membujuk kedua temannya itu agar mau memaafkan Indri.
Adzan ashar sudah terdengar menghentikan kegiatan bercanda Hana dan teman temannya yaitu Ros,Maya,Rika,Riska,Naya dan Indri.
"Yaaah,sudah adzan bestie!" kata Maya.
"Alhamdulillah!" kata Hana dan diikuti temannya yang lain.
"Untuk sementara,mungkin perjumpahan kita sampai di sini dulu! Sekali lagi,aku minta maaf dan minta doa restunya juga minta doanya agar pernikahanku lancar!" Indri berpelukan dengan semua sahabatnya secara bersamaan dengan secara tidak sengaja air mata semuanya menetes karena sedih.
Sesuai rencana,kang Hatim dan Hana mengantar keluarga Indri ke Baitussalam awal.Demi mengantar Indri dan orang tuanya,Kang Hatim meninggalkan kewajibannya yaitu ngajar santri hingga di wakilkan kepada teh Dawa.
"Ayo Ustadz,kami antar ke rumah!" kata pak Nono setlah selesai ke rumah teh Putri dan ke rumah teh Alvi.
"Gak usah abi,kami jalan kaki saja!" kata kang Hatim.
"Masa jalan kaki,gak papa,ayo kami antar!" kata pak Nono.
"Tidak perlu abi,kami jalan kaki saja,sudah lama saya dan kang Hatim tidak jalan jalan! Ini kesempatan kami untuk jalan jalan berdua! soalnya kang Hatim susah di ajak jalan jalan!" kata Hana.
__ADS_1
"Oooh gitu ya!" pak Nono tersenyum mendengar kalimat Hana.
"Ya sudah kalau begitu,kami pamit pulang dulu! semoga Ustadz,neng Hana dan yang lainnya bisa datang ke rumah kami pada waktunya!" kata pak Nono.
"Amin,Aamiin!" kata kang Hatim di ikuti oleh Hana.
Pak Nono dan kang Hatim bersalaman.Kemudian Hana dan bu Pipah bersalaman dan kemudian Hana dan Indri bersalaman dan berpelukan.
"Assalamualaikum!" kata pak Nono sebelum masuk ke dalam mobil setelah bu Pipah dan Indri masuk ke dalam mobil.
"Waalaikumussalam,hati hati di jalan!" kata kang Hatim.Pak Nono pun masuk ke dalam mobil dan kemudian menjalankan mobilnya dengan sebelumnya membunyikan klakson.
"Ayo bi!" ajak kang Hatim setelah pak Nono bersama istri dan anaknya pergi.
"Pulang lah,emangnya kamu gak mau pulang?" jawab dan tanya kang Hatim lagi.
"Jalan kaki?"
"Iya lah,emangnya mau naik apa? kan akang gak bawa mobil,gak bawa motor!" kata kang Hatim.
"Gak mau ah,capek kang!" kata Hana dengan manjanya.
"Astaghfirullah sayang,tau gitu kenapa tadi kita gak ikut sama pak Nono aja!" kata kang Hatim.
__ADS_1
"Malu kang,malu!" kata Hana.
"Ya sudah,tunggu di sini! Akang mau minjem dulu mobil atau motor ke teh Alvi atau teh Putri!" kata kang Hatim.
"Jangan jangan!" kata Hana.
"Terus mau gimana?" tanya kang Hatim.
"Kan Akang kuat,kenapa istri akang yang cantik ini gak di gendong aja?" tanya Hana dengan manja.
"Ya Allah bi,lumayan jauh loh,dari sini ke rumah!" kata kang Hatim.
"Please!" kata Hana.
Tanpa basa basi,kang Hatim menggendong Hana seperti mrnggendong bayi.
"Astaghfirullah! turunin kang,turunin!" kata Hana.
"Katanya mau di gendong?!" kata kang Hatim.
"Kang ini masih di lingkungan pesantren kang,malu ih!" kata Hana.Akhirnya kang Hatim menurunkan Hana lagi.
"Makanya jangan aneh aneh!" kata kang Hatim.
__ADS_1
Merekapun pulang ke baitussalam sani dengan jalan kaki samnil bercanda sambil tawa tawa bahagaia sepanjang jalan.