Ustadz Muda

Ustadz Muda
Syekh Ibnu Atoillah Al-Iskandari


__ADS_3

Hari ini Kang Hatim, umma Hana, Royyan dan Nadhiirah serta anak bungsu kang Hatim dan umma Hana sudah siap untuk pergi. Yaitu untuk pergi ke pesantren dimana Zhaffar menuntut ilmu.


Kang Hatim ingin berdiskusi, mau musyawarah mufakat tentang hukuman yang di berikan pada Zhaffar.


"Belajar bawa mobil Yan!" kata kang Hatim.


"Gak dulu deh, hheh, lain kali aja!" jawab Royyan dengan cengengesan.


"Kamu tuh bakal butuh Yan! Apalagi nanti kan kamu akan pindah ke kota, terus pasti pulang kan, minimal seminggu sekali!" kata umma Hana.


"Sekarang mah gampang umma, banyak taksi online!" jawab Royyan dengan gampangnya.


"Mahal yan, kamu harus bayar ongkosnya!" timpah umma Hana.


"Sama aja umma, aku punya mobil juga harus beli bahan bakar yang sekarang udah mahal juga!" kata Royyan.


"Udah ah lama, ayo berangkat! Biarin aja umma, nanti juga dia yang bakal butuh!" kata kang Hatim.


"Iya ama, rasain aja nanti!" kata Umma Hana.

__ADS_1


"Udah pasti bakal ngerasain susahnya gak bisa pakai mobil inimah!" kata hati Royyan dengan geleng geleng kepala.


Perdebatan pun di akhiri dengan mereka semua masuk ke dalam mobil dan duduk dengan tenang.


Kang Hatim duduk di depan bersebelahan dengan supir. Umma Hana di kursi ke dua berdua dengan putri bungsu nya. Dan Royyan di bangku ke tiga bersama istri tercinta.


"Kang, lain kali jangan debat gitu sama umma! gak baik tau!" bisik Nadhiirah setelah mobil jalan.


"Hheh, iya maaf!" jawab Royyan.


"Minta maafnya sama umma! Gak berkah nanti kang, apalagi kalau umma sakit hati!" kata Nadhiirah.


"Kata Syekh Ibnu Atoillah Al-Iskandari, ketika hendak berbuat kebaikan maka tidak boleh dinanti nanti!" kata Nadhiirah.


"Umma, aku minta maaf ya!" kata Royyan tanpa berdebat lagi dengan istrinya.


"Maaf kenapa?" tanya Umma Hana.


"Maaf membantah nasehat umma sama ama! InsyaAllah, nanti kalau Royyan lagi santai Royyan coba belajar bawa mobil!" jawab Royyan.

__ADS_1


"Oooh iya gak papa, lagian umma terserah kamu kok! Umma gak maksa supaya kamu bisa bawa mobil atau apa! Kamu udah gede, udah harus bisa nentuin mana yang bagus buat kamu sendiri dan orang lain!" ujar umma Hana dengan sebijak bijaknya.


"Baik umma, terimakasih atas perhatiannya!" kata Royyan dengan melihat ke arah istrinya.


Nadhiirah langsung mengacungkan jempolnya. Dan setelahnya, Royyan malah menyenderkan kepalanya di pundak Nadhiirah dengan kepala yang sudah tidak tertutup peci.


"Boleh gini kan?" tanya Royyan yang sudah nyaman dengan posisinya. Nadhiirah menjawab pertanyaan Royyan dengan mengangguk dan senyuman indah di balik cadar yang dia pakai.


Didalam mobil, hanya kang Hatim dan Yogi yang mengobrol, umma Hana tidak ikut ikutan mengobrol, apalagi Royyan dan Nadhiirah, mereka hanya mendengarkan.


Jarak tempuh dari pesantren Baitussalam ke Baiturridho cukup jauh, hingga memakan waktu yang cukup lama untuk sampai ke Baiturridho.


"Sebentar lagi adzan, cari mesjid! Kita sholat dulu!" kata kang Hatim.


"Baik kang!" jawab Yogi.


Tidak lama setelah mendapat perintah dari kang Hatim, Yogi menemukan mesjid dan langsung mengarahkan mobil ke parkiran mesjid.


Setelah mobil terparkir dengan sempurna, kemudian semua orang tanpa kecuali turun dari mobil dan hendak melaksanakan sholat dzuhur sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa ramdhan 1444 H🥰


__ADS_2