
"Paman,Iza sama kang Zulfi pulang dulu ya!" kata Liza.
"Iya man,aku pulang dulu ya! sudah mau dzuhur!" kata Zulfi.
"Ya sudah!" Zulfi diikuti Liza mencium tangan kang Hatim.
"Bi,Iza pulang dulu ya!" kata Liza dan di jawab anggukan oleh Hana.
"Bi aku pulang dulu ya!" kata Zulfi.
"Istri orang,sudah,sana pergi!" kata kang Hatim.
"Iyaa,cemburuan,ayo Za!" kata Zulfi dengan tangan kanan menuntun tangan Liza dan tangan kiri membawa sekotak mainan Liza yang sengaja di bawa untuk di mainkan bersama kang Hatim.
"Assalamualaikum!" kata Zulfi sambil menutup pintu.
"Waalaikumussalam!" jawab Kang Hatim dan Hana.
"Kang,aku mau ke dapur dulu ya,mau masak!" kata Hana.
"Iyaa!" jawab kang Hatim.Hana langsung pergi ke dapur untuk masak.
"Dia agak aneh,dari tadi sedikit sekali bicara! padahal biasanya agak banyak bicara.Apalagi kalau lagi main sama anak anak! apa ada masalah ya?" Kang Hatim bicara sendiri mengomentari istrinya.
Kang Hatim menghampiri istrinya di dapur yang sedang mengiris bawang merah.
"Hana,saya mau ke depan dulu ya!" kata kang Hatim.
"Ke depan ke mana kang?" tanya Hana.
"Ke depan,ke toko!" jawab kang Hatim.
"Mau apa?"
"Mau ngecek,karena baru datang barang!" jawab kang Hatim.
"Aku mau ikut!" kata Hana sambil langsung mencuci tangannya.
"Mau ikut? kan kamu lagi masak! kamu tunggu di rumah aja ya!" kata kang Hatim.
"Aku mau ikut kang,aku belum pernah ke toko!" kata Hana maksa.
"Ya sudah ayo!" kata kang Hatim setelah membuang nafas agar tenang.
"Naik mobil?" tanya Hana.
__ADS_1
"Nggak,kita jalan saja! deket kok!" jawab kang Hatim.
"Okey!"
Merekapun pergi menuju luar pesantren karena kebetulan toko kang Hatim berada di luar pesantren dan memang tidak terlalu jauh.
Hana menggandeng tangan kang Hatim seperti yang tidak mau lepas dan takut kehilangan.
Dia kenapa sih? gak biasanya dia gandeng tanganku seperti ini! kata hati kang Hatim.
"Kang,di sana ada berapa orang karyawan?" tanya Hana.
"Empat!" jawab kang Hatim.
"Perempuan semua?"
"Laki laki semua!"
"Ooh,eh akang punya berapa toko?"
"Empat!"
"Di mana aja?"
"Di jalan S,di jalan T,di jalan M dan di sini!" kata kang Hatim.
"Toko yang di jalan S ada Caca yang ngurus!" kata kang Hatim.
"Caca? perempuan?"
"Iyaa!"
"Siapa akang?"
"Teman masa kecil!"
"Bener?"
"Iyaa,dia juga sudah punya suami dan anak!"
"Alhamdulillah! Yang kerjanya laki laki semua juga?"
"Nggak,yang kerja di sana perempuan semua!" jawab kang Hatim.
"Kalau yang di jalan T?"
__ADS_1
"Di sana di urus oleh Rafiq!"
"Sahabat akang?" tanya Hana.
"Iya,anaknya teman abi!" jawab kang Hatim.
"Oooh,yang kerja laki laki semua berarti ya?"
"Iya!"
"Sudah menikah?"
"Belum,dia masih seumuran sama Zulfi!"
"Kalau yang di kota M?"
"Di sana Peni yang urus!"
"Perempuan?"
"Iyaa!"
"Sudah nikah?"
"Sudah!"
"Karyawannya perempuan semua?"
"Iyaa!"
"Terus,kalau masalah penghasilan dari toko toko itu gimana?" tanya Hana.
"Mereka transfer langsung ke rekening saya!" jawab kang Hatim.
"Akang percaya?" tanya Hana.
"Ada buktinya,hari ini yang laku berapa,yang kadaluarsa berapa semuanya ada laporannya!" jawab kang Hatim.
"Gaji mereka?"
"Di transfer juga!"
"Tapi akang juga jarang ketemu dengan orang orang yang ngurusin itu?"
"Sudah sampai,besok saya akan sekolahkan kamu agar bisa jadi wartawan!" kata kang Hatim.
__ADS_1
"Maaf!"