
"Masih pagi tapi sudah melelahkan!" kata kang Hatim sambil duduk nyender ke kursi di tamani sang istri di sampingnya yang tangannya si genggam oleh kang Hatim.
"Apa kejadian kejadian ini ujian rumah tangga kita kang?" tanya Hana.
"Bisa jadi! Allah langsung menguji rumah tangga kita dengan sangat berat,namun ternyata Alhamdulillah kita bisa melewatinya dengan cara bersabar dan saling mendukung satu sama lain!" jawab kang Hatim.
"Terima kasih ya!" sambung kang Hatim.
"Terima kasih apa?" tanya Hana.
"Terima kasih karena sudah menemani saya menghadapi masalah masalah!" jawab kang Hatim.
"Terima kasih juga karena sudah menjadi seorang suami yang sangat luar biasa! yang bisa setia!" kata Hana.
Kang Hatim tersenyum sambil menatap wajah cantik istrinya dan kemudian mencium tangan istrinya dengan penuh kelembutan dan penuh cinta.
Drrt drrt
Hand phone kang Hatim bergetar.Kang Hatim melihatnya dan ternyata ada panggilan masuk.
"Aku angkat telepon dulu ya!" kata kang Hatim.
"Iya!" jawab Hana.
Percakapan dalam telepon....
"Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
"Ada apa mas? tumben pagi sudah telepon!"
"Oh ini kang,undangan yang akang cetak sudah jadi!"
"Oooh,eh bentar,ini dengan siapa ya?"
"Ini saya Yusuf kang,tukang cetak undangan!"
__ADS_1
"Oooh,iya iya,maaf ya,saya lupa save nomor nya!"
"Iya kang gak papa! tapi,ini undangannya mau di antar ke mana ya kang?"
"Kalau bisa,di antar ke pesantren aja mas!"
"Pesantren......!"
"Baitussalam sani,jangan baitussalam awal!"
"Ooh,iya kang siap,sekarang juga saya OTW!"
"Ah iya iya,terima kasih ya,saya tunggu!"
"Ya sudah kang,sudah dulu ya,Assalamualaikum!"
"Waalaikumusalam!"
"Siapa kang?" tanya Hana setelah kang Hatim menutup teleponnya.
"Undangan? emangnya akang buat surat undangan?" tanya Hana.
"Iyaa!"
"Buat apa?" tanya Hana.
"Buat ngundang orang!" jawab kang Hatim.
"Tahu!" kata Hana.
"Kalau tahu kenapa nanya?" tanya kang Hatim.
"Maksud aku tuh,kenapa ngundang orang?" Hana menjelaskan maksud pertanyaannya.
"Ya,masa mau ngundang dedemit,atau jin,atau hewan! kan gak mungkin!" jawab kang Hatim membuat Hana agak kesal.
"Kang,aku gak bercanda!" kata Hana.
__ADS_1
"Hahah,iya iya maaf!"
"Jawab yang bener!" kata Hana.
"Buat tamu undangan di resepsi pernikahan kita bi!" kata kang Hatim.
"Oooh,emangnya bakal keburu gitu? kan tinggal empat hari lagi,eh tiga hari lagi!" kata Hana.
"InsyaAllah!" kang Hatim.
"Aku mau masak,akang mau di masakin apa?" tanya Hana.
"Terserah kamu saja!" jawab kang Hatim.
"Ya sudah,aku ke dapur dulu!"
"Ikut!"
"Mau ngapain?" tanya Hana.
"Mau,emh mau bantu!" jawab kang Hatim.
"Udah gak usah,tunggu sini saja!" kata Hana.
"Ayolah,aku ingin ikut!" kang Hatim dengan manja.
"Akang hilang wibawa dengan tingkah seperti itu kang!" kata Hana.
"Tidak apa,asal hubbi bahagia!" sambil menggendong Hana.
"Astaghfirullah,akang ih,apa apaan sih?!" Hana berontak namun,kang Hatim tetap membawanya ke dapur dengan di gendong.
"Diam,nikmati saja! baru kali ini kan aku gendong kamu?!" tanya kang Hatim.Hana tersenyum dengan pipi bersemu malu.Dan hatinya sangat sangat bahagia.
"I love you!" kata kang Hatim lagi lagi membuat Hana tersenyum bahagia.
Aku bersyukur padamu ya Allah tuhan semesta Allah yang telah menciptakan seorang laki laki tampan yang bisa membahagiakan ku.... kata hati Hana.
__ADS_1