Ustadz Muda

Ustadz Muda
#49


__ADS_3

"Saya mau sholat dulu,kamu mau tunggu di sini atau mau ke luar?" tanya kang Hatim setelah memarkirkan mobilnya di halaman mesjid.


"Jangan saya saya kang,aku pakai aku jangan saya!"


"Iya,aku mau sholat dulu,kamu mau tunggu sini apa mau ke luar?"


"Aku mau jajan itu!" menunjuk tukang bihun gulung.


"Punya uang?"


"Punya,tapi kalau akang mau ngasih tidak mungkin aku tolak!"


"Ya sudah!" kang Hatim membuka dompetnya dan mengeluarkan uang seratus ribu satu lembar.


"Nih!" menyodorkan uang yang tadi dia ambil dari dompetnya.


"Terima kasih!"


"Kalau kamu butuh apa apa,bilang saja.Jangan lagi minta uang sama ayah kamu!"


"Iya,pasti aku akan bilang!!"


"Ayo!"


"Ke mana?"


"Keluar,kan kamu mau jajan!"


"Oouh iya,gak mau membukakan pintu?"


"Iya iya!" kang Hatim turun dan mengelilingi mobil membukakan pintu untuk Hana.Dan Hana memakai dulu cadarnya.


"Terima kasih!"


"Sama sama!"


"Saya ke dalam dulu ya!"


"Iya!"

__ADS_1


Kang Hatim langsung pergi meninggalkan Hana.Hana juga pergi menghampiri tukang bihun gulung.


"Ini apa pak?" tanya Hana.


"Ini bihun neng,sama telur!" jawab si pedagang.


"Namanya apa pak?"


"Bihun gulung neng!"


"Ooh,saya mau pak,berapa satunya?"


"Seribu neng!"


"Oh,ya sudah saya beli dua bungkus masing masinh lima ribu ya pak!"


"Baik neng!" Pedagang itu langsung membuatkan pesanan Hana.


"Pakai saos neng?"


"Emh,iya boleh pak!"


"Ah iya,ini uangnya pak.Terima kasih ya!" menyodorkan uang lembar dua puluh ribu.


"Ini kembaliannya neng!"


"Ambil aja pak!"


"Alhamdulillah,terima kasih neng!"


"Iya pak,sama sama!" jawab Hana.


Hana pun pergi menuju mobil.Hana langsung masuk ke dalam mobil itu.Dia memakan jajanan bihun gulung yang barusan dia beli sambil menunggu kang Hatim.


"Kak,mau beli bunga?" tanya anak kecil perempuan yang membawa beberapa bunga di tangannya saat kang Hatim baru keluar dari mesjid.


Kang Hatim merasa kasihan melihat anak perempuan itu.Kang Hatim berjongkok agar tingginya sama rata sama anak perempuan itu.


"Harganya berapa?" tanya kang Hatim.

__ADS_1


"Lima ribu kak,ini masih segar dan harum!" kata anak itu.


"Orang tua kamu kemana? kenapa kamu jualan sendiri?"


"Ayahku sudah meninggal kak,aku tinggal sama ibu dan sekarang ibu aku sakit!" dengan wajah sedih.


"Nama kamu siapa?"


"Wapi!"


"Ah ya sudah,kakak beli satu bunganya!"


"Mau yang mana kak?" tanya anak itu dengan semangat.


"Emh,yang merah aja!"


"Ini kak!" menyodorkan sekuntung mawar merah.


"Sebentar ya!" kang Hatim mengambil uang dalam dompet nya.


"Nih uangnya!"


"Aku tidak ada kembaliannya kak!" kata anak yang bernama Wapi itu karena kang Hatim memberikan uang seratus ribu lembar.


"Kembalianya buat kamu saja,buat beli obat ibu kamu!"


"Bener kak?"


"Iya!"


"Alhamdulillah,terima kasih ya kak,aku doakan semoga kakak dapat banyak rizki sehat selalu,panjang umur,menjadapat istri yang cantik agar cocok sama kakak yang tampan!" memberikan sekuntung mawar putih.


"Amiin!"


"ini kakak ambil satu lagi!" memberikan sekuntung mawar putih.


"Gak usah!"


"Ini aku berikan untuk kakak!"

__ADS_1


"Ah ya sudah,terima kasih ya,kakak doakan juga semoga kamu menjadi anak yang sholehah sehat selalu panjang umur dan semoga ibumu cepat sembuh!" kata kang Hatim.


__ADS_2