
Para santri yang sudah memakai mukena berjajar rapi di mesjid di barisan paling belakang.
Setelah wudhu kang Hatim langsung masuk ke mesjid karena di sana sudah ada mang Entis,kang Ahmad juga kang Rahmat di temani seorang pria muda tampan gagah di samping kang Rahmat.
Sepertinya itu Zulfi,eh tapi bukannya dia belum pulang dari pesantren? tanya Hati kang Hatim pada dirinya sendiri yang masih di ambang pintu masuk.
"Assalamualaikum!" kata Hana dan langsung masuk barisan.
"Waalaikumusalam,eh teh Hana!" jawab Rika dan Hana tersenyum.
"Teh,itu siapa?" tanya Naya yang memang dia baru setengah tahun di pesantren.
"Sepertinya itu kang Zulfi ya teh?" tanya Maya.
"Iya,sepertinya itu Zulfi,tapi kapan dia pulang?" tanya balik Hana.
"Kita juga gak tahu!" jawab Maya.
Kang Hatim masuk ke dalam mesjid dan langsung sholat sunat tahyatul masjid dua rakaat sebelum dia membenarkan rasa penasarannya itu.
Setelah kang Hatim dan juga tidak ada lagi yang sedang sholat sunat,mang Entis berdiri dan langsung komat.
"Hatim!" kata kang Ahmad yang maksud menyuruh agar kang Hatim menjadi imam.
__ADS_1
"Ah apa? silahkan saja akang!" jawab kang Hatim.
"Zulfi!" kata kang Ahmad.
"Apa? ah aku belum siap!" kata Zulfi.
Oooh,kan benar dia Zulfi kata kang Hatim.
"Belajar!" kata kang Hatim dingin tanpa melihat ke lawan bicaranya.
"Takut salah!" Zulfi.
"Belajar!" kata kang Hatim lagi.
Dan akhirnya Zulfi maju menjadi imam sholat maghrib itu setelah di beri isyarat oleh ayahandanya supaya tidak membantah kata orang tua.
"Kapan kamu pulang?" tanya kang Hatim.
"Tadi paman,setelah paman sampai.Makanya gak ada yang tahu aku pulang karena di depan masih rame,dan aku lewat gerbang belakang dan langsung ke rumah,untung rumah gak di kunci!" jawab Zulfi.
Zulfi adalah anak pertama teh Dawa.Umurnya tiga tahun lebih muda dari kang Hatim.Nama lengkapnya Muhammad Zulfikar Abdurahman.
"Gak sama Taufiq?" tanya kang Hatim masih di dalam mesjid,sedangkan yang lain hanya mendengarkan.
__ADS_1
"Si Taufiq gak mau pulang,dia gak mau bareng sama aku,mau sendiri!" jawab Zulfi.
Taufiq adalah anak kedua teh Dawa.Umurnya lima tahun lebih muda dari kang Hatim dan dua tahun lebih muda dari Zulfi.Nama lengkapnya Muhammad Taufiqurrahman As-Syuja'.
"Kang gak ngajar?" tanya kang Hatim.Maksudnya ngajar di Baitussalam awal.
"Giliran Asep!" jawab kang Rahmat.
"Ooh iya,Zulfi,main ke rumah sekarang!" kata kang Hatim.
"Rumah umi?" tanya Zulfi.
"Rumah saya!"
"Oh,yang mana?"
"Yang di belakang,yang baru!"
"Oouh,itu rumah paman,bagus man!"
"Ya saya tahu,ayo!"
"Abi,Zulfi boleh main ke rumah paman?" tanya Zulfi ke ayahnya dan di jawab anggukan oleh kang Rahmat.
__ADS_1
Merekapun pergi menuju rumah baru kang Hatim.Sebelumnya mereka mencium tangan para orang tua terlebih dahulu.
Pas di jalan menuju rumah baru kang Hatim,Kang Hatim dan Zulfi berpapasan dengan Hana yang juga mau ke rumahnya habis dari kamar di kobong.