Ustadz Muda

Ustadz Muda
#31 suami


__ADS_3

Suasana di pesantren sangat sepi karena semua orang sudah tidur.


Hana bangun bermaksud mau ke toilet.Di tengah tengah perjalanan dia melihat kang Hatim yang sepertinya sedang ronda malam.


"Hana!" teriak kang Hatim sambil berlari ke arahnya.


"Assalamualaikum!" kata kang Hatim sambil menyodorkan tangannya.


Tanpa basa basi lagi Hana langsung mencium tangan kang Hatim karena serasa sudah menjadi kebiasaan baru.


"Kamu mau kemana?" tanya kang Hatim.


"Saya mau ke toilet kang!" jawab Hana.


"Ya sudah,ayo saya antar!"


"Gak usah kang,gak enak!"


"Gak enak apa? gak ada yang lihat juga!"


"Tapi kang masa iya!"


"Ayo!" kang Hatim langsung berjalan meninggalkan Hana.


Karena sudah terlalu kebelet,akhirnya Hana mengikuti saja.


"Saya tunggu di sini!" setelah sampai di depan toilet.


"Iya kang!"


ya iyalah masa mau ikut masuk ke dalam...

__ADS_1


Tidak lama kemudian,Hana kembali keluar dari toilet itu dan kang Hatim masih ada di sana namun membelakangi toilet.


"Kang!"


"Iya,sudah?"


"Sudah!"


"Ikut saya,ada yang mau saya omongin sama kamu!"


"Iya kang!"


Mereka berjalan berdampingan.Pelan pelan kang Hatim menyenggol nyenggol tangan Hana.


Hana merasa risih dengan kelakuan kang Hatim.


Pelan namun pasti kang Hatim menggenggam tangan Hana.Namun,Hana tidak membalas genggaman itu.Malah dia berusaha melepaskannya.


"Duduk!" kata kang Hatim setelah sampai di dalam ruangannya.


Namanya juga laki laki,walaupun ustadz ternyata sama saja!


"Hana,emh kamu mau menikah tidak?" tanya kang Hatim dengan gugup.


"Menikah? emh belum kepikiran kang!!" jawab Hana.


"Kamu tahukan kalau menikah itu syah tanpa ada seorang pengantin wanita?"


"Tahu!"


Apa yang mau dia bicarakan? apa dia mau melamarku? tidak mungkin!

__ADS_1


"Bahkan ada madzhab lain yang mengatan bahwa nikah tidak perlu wali dan sakisi,cukup pengantin pria dan wanita.Ada juga madzhab yang mengatakan bahwa menikah tidak perlu ada saksi.Ada juga yang mengatakan bahwa menikah syah tanpa wali.Namun kita bermadzhab pada imam Syafi'i maka syah menikah tanpa ada pengantin wanita menyaksikan,tapi menurut madzhab imam Syafi'i tidak syah jika menikah tanpa wali dan saksi.Paham?"


"Paham!"


"Nah sekarang,bagaimana kalau ternyata kamu sudah dinikahkan oleh ayah kamu?"


"Itu tidak mungkin kak,walaupun syah,tapi masa ayah saya menikahkan saya tanpa ijin dari saya!"


"Tapi kalau benar gimana?"


"Tidak mungkin kang!"


"Kamu sudah punya suami!"


"Suami? apa maksud akang? saya gak ngerti!"


"Kamu sudah punya suami,ayah kamu sudah menikahkan mu!"


"Kata siapa? itu tidak mungkin kang!"


"Itu mungkin dan sudah terjadi!"


"Siapa suami saya?"


"Saya,saya adalah suami kamu,makanya kamu sering saya suruh untuk cium tangan saya.Ayah kamu bukan tidak mau lagi ngasih uang sama kamu,saya yang memintanya agar dia tidak memberikan uang lagi padamu karena kamu sudah menjadi tanggung jawab saya!"


"Apa?"


"Ya,saya tegaskan sekali lagi,saya adalah suami kamu,uang yang saya kasih sama kamu yang saya bilang bahwa uang itu dari ayah kamu,itu nafkah dari saya!"


Bersambung....

__ADS_1


Follow ig dan fb Author ya,Author pengumuman up novel Ustadzku Cintaku dan novel Bidadari Bercadar disana....


ig/fb : Author Syiba


__ADS_2