Ustadz Muda

Ustadz Muda
#45


__ADS_3

"Hana,kok malah menatap saya seperti itu? ayo tidur!"


"Saya gak biasa tidur jam segini,ini baru jam setengah sepuluh.Sedangkan saya biasa tidur jam setengah sebelas!"


"Oooh,saya bisa membuatmu tidur dengan cepat!"


"Bagaimana caranya?"


Kang Hatim merentangkan tangan kanannya.


"Jadikan tangan saya sebagai bantal!"


Hana malah menatap bingung pada kang Hatim yang menyuruhnya tidur dengan tangan suaminya sebagai bantal.


"Jangan bingung,ayo nurut saja!" Akhirnya Hana menurut apa kata kang Hatim.Dia menyimpan kepalanya di atas tangan kang Hatim.


"Ngadep nya sini!" kata kang Hatim menyuruh agar Hana tidak membelakanginya.


"Oh iya!" Hana pun berbalik menghadap dada suaminya.


Tanpa di sangka oleh Hana,tangan kiri kang Hatim memeluknya,dan entah kenapa itu membuat Hana nyaman.


Kang Hatim membacakan surat Al-Mulk.Hingga Hana tertidur dengan bantal tangan kang Hatim di iringi ayat ayat suci Al-Qur'an dengan suara merdu.


Tidur nya juga sangat cantik,semoga dia yang akan menjadi ratu bidadari bidadari surgaku nanti...


Karena kang Hatim juga sudah ngantuk,kang Hatim juga tertidur dengan bibir yang di tempelkan di kening Hana.


Mereka tidur tanpa beribadah terlebih dahulu seperti pengantin pengantin baru yang lain.Bahkan belum nikah juga sudah seperti orang nikah.Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.


Asshalaatu khairum minan naum


Saking nyamannya Hana dan kang Hatim tidur saling berpelukan,hingga adzan subuh pun tidak bangun.Bangun setelah mendengar kalimat asshalaatu khairum minan naum.


"Astaghfirullah!" kang Hatim kaget bangun dari tidurnya.Lanjut kang Hatim membaca doa bangun tidur dalam hatim.

__ADS_1


Tangannya kesemutan karena dari semalam di tindih kepala istrinya.


"Ah sakit!" rintih kang Hatim.


"Hana,hey,sayang,Hana,bangun!" sambil menggoyang goyangkan pundak Hana.


"Emh!" Hana menggeliat.


"Astaghfirullah,apa yang akang lakukan di kamar saya? dasar laki laki tidak tahu malu tidur di kamar santri wanita! pergi!" omel Hana.


Kang Hatim mengerutkan dahinya bingung.


"Eh Astaghfirullah ya Allah,maaf mas!"


"Kamu kenapa?"


"Saya lupa!"


"Ooh,gara gara kamu saya jadi telat bangun!"


"Lah,kok gara gara saya?"


"Lah kok nyalahin saya? suruh siapa meluk meluk saya? saya gak minta di peluk!"


"Ah sudahlah,saya mau ke kamar mandi!"


"Ya sudah,pergi sana!"


"Gak mau ikut?"


"Tidak terima kasih!"


"Bener? kata orang enak loh kalau mandi bareng berdua!"


"Saya tidak mau! terima kasih!"

__ADS_1


"Ya sudah!" kang Hatim langsung pergi ke kamar mandi.


Ya Allah,kok aku di jodohkan sama pria seperti dia? Dia memang pintar tampan dan ah banyak kelebihan,tapi dia terlalu mesum!


Tok tok tok


"Hana,kamu sudah bangun?" tanya bu Nur sambil agak berteriak.


"Sudah bu,ada apa?"


"Ah nggak ada apa apa sayang!"


"Oh iya bu!"


"Ekhem,mandi sana,bau!" kata kang Hatim.


"Gak papa bau yang penting cantik!"


Kang Hatim duduk di atas ranjang di samping Hana.


"Kamu memang cantik,makanya saya cinta sama kamu"


"Sholat sana,bukan malah yang tidak tidak!"


"Oh iya lupa!"


"Sholat lupa!"


"Gara gara kamu!"


"Lah,nyalahin saya lagi?"


"Iya,karena kamu menggoda saya!"


"Terserah lah,saya pusing sama akang!" sambil pergi menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Sajadah di mana?" tanya kang Hatim sedikit berteriak.


"Sholat di mushola saja!" jawab Hana juga berteriak.


__ADS_2