Ustadz Muda

Ustadz Muda
#33 Pesona


__ADS_3

Hana dan kang Hatim sudah berangkat dari pesantren menuju rumah Hana yang ada di ibu kota.


Hana dan kang Hatim tidak saling bicara sama sekali saat di dalam mobil hingga Hana membuka pembicaraan.


"Emh,kang!"


"Iya?"


"Kenapa akang mau antar saya?"


"Emangnya gak boleh?"


"Bukan gitu kang,tapi sepertinya akang belum pernah ngantar santri yang pulang sebelumnya!"


"Hmmm,memang!"


"Terus,kenapa sekarang mau ngantar saya?"


"Saya mau kamu selamat sampai tujuan!"


Apa itu hanya alasan?


"Dan kalau boleh saya juga mau nginap di rumah kamu,dan besok kita sama sama pulang lagi ke pesantren!"


"Apa?"


Astaghfirullah ya Allah,dia ini kenapa sih? kok jadi gini,jadi gak punya malu!


"Kenapa? gak boleh?"


"Boleh kok!"


Masa iya bilang gak boleh


"Saya juga sudah ijin sama pak Bima bahwa saya mau nginap di rumahnya!"


"Apa? lalu? di ijinin?"


"Iya!"


"Dari mana akang tahu ayah saya?"


Apa dia para normal?


"Saya pernah ke rumah kamu!"

__ADS_1


"Ke rumah saya? kapan?"


"Sekitar satu bulan yang lalu!"


"Mau apa?"


"Saya melamar kamu!"


Ekhem


Hana langsung batuk mendengar jawaban kang Hatim.


Kang Hatim langsung membukakan tutup botol air mineral untuk di minum Hana.


"Minum!"


Hana meminum air itu.


"Kamu kenapa?"


"Ah nggak kak!"


Apa yang dia katakan? kenapa dia mengatakan kalau dia melamarku? apa itu jawaban mimpi yang kemarin?


"Sudah baikan?"


"Kenapa kamu kaget?"


"Emh,akang kata akang melamar saya,jadi saya kaget!"


Bukan hanya melamar,tapi langsung menikahi mu!


"Iya,saya emang melamar kamu!"


"Ah jangan bercanda kang!"


"Apa kamu pernah lihat saya bercanda?"


ah iya juga,dia tidak pernah bercanda,tapi masa iya aku di lamar sama idola para santri.Rasanya tidak mungkin.


"Jangan bengong,ini di jalan tol,nanti kesurupan!"


"Ah nggak kak!"


Sembarangan...

__ADS_1


Pasti dia mikirin kata kataku!


"Sudah jangan di pikirkan,tanyakan saja nanti pada ayah kamu!"


"Tanyakan apa?"


"Tanyakan tentang kata kata saya!"


"Iya!"


Maksud ku mau pulang dulu emang mau menanyakan hal yang sama dengan itu.


Kang Hatim mengoprek hand phone nya.Tidak lama kemudian terdengar sholawat dari speaker mobil yang di bluetooth kan dari hand phone kang Hatim.


Sholawat yang di cover oleh Ai Khodijah itu sangat merdu di dengarkan hingga Hana tertidur dengan sendirinya.


Kang Hatim melihat sekilas ke arah Hana.


Hatim geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat istrinya.


Kamu cantik istriku..


Gumam kang Hatim belum berpaling dari menatap wajah istri yang belum benar benar menjadi istrinya itu sampai lupa jalanan.


Tiiiiiiiiiiid


Klakson mobil di belakang mobil kang Hatim mengagetkan kang Hatim yang sedang menatap wajah istrinya.


Secara tidak sadar kecepatan mobil kang Hatim berkurang,padahal sedang berada di jalan tol.Otomatis para pengendara yang lain merasa terganggu.


"Astaghfirullah!" Kang Hatim mengatupkan tangannya yang di arahkan ke kaca spion kanan yang artinya minta maaf.


Kang Hatim pun kembali fokus ke jalan.


Pesonanya membuatku lupa daratan,eh jalanan


Adzan dzuhur sudah berkumandang di mesjid mesjid ibu kota.Kang Hatim menepikan mobilnya di halaman mesjid besar untuk melaksanakan sholat dzuhur.


Kang Hatim melihat ke arah istrinya yang masih tertidur dengan pulas,padahal kurang lebih sudah dua jam dia tidur.


kenapa dia gak bangun bangun?


Ah dia sangat cantik...


Aku ingin mencium pipinya...

__ADS_1


Bersambung....


Follow ig/fb :AuthorSyiba


__ADS_2