
Kang Hatim dan Hana sudah sampai di pantai tujuan.Sekarang mereka sudah berada di penginapan yang di sewa selama satu hari satu malam oleh kang Hatim.
"Hana,sini duduk!" kata kang Hatim mengajak supaya Hana duduk di sampingnya di atas ranjang.
"Emh iya!" Hana pun menghampiri kang Hatim.Tadinya dia sedang menatap kegelapan laut dari jendela.
Kang Hatim menggenggam tangan Hana sambil mengusapnya lembut.
"Apa kamu benar benar tidak keberatan saya menjadi suami kamu?" tanya kang Hatim sambil menatap serius ke Hana.
"Tidak kang,sama sekali aku gak keberatan.Malahan aku merasa beruntung,sangat sangat beruntung bisa menjadi istri akang!"
"Saya juga beruntung bisa memiliki kamu!"
"Terima kasih ya kang!"
"Terima kasih? terima kasih untuk apa?"
"Terima kasih karena akang sudah memilihku menjadi istri akang!"
"Kalau gitu,saya juga terima kasih kepadamu karena kamu mau jadi istri saya!"
Hana tersenyim sendu mendengar kalimat kang Hatim.
Kang Hatim mendekatkan wajahnya,maksud ingin mencium kening Hana namun di tahan.
"Akang belum sholat isya!" kata Hana.
Wah kacau kata hati kang Hatim.
"Ah iya kamu benar,saya sholat dulu ya!" kata kang Hatim.
"Sholat di sini aja kang!"
"Iya!"
Kang Hatim berlalu ke kamar mandi untuk berwudhu.Hana bernafas lega karena kang Hatim sudah pergi.Jantungnya berdetak kencang yang membuat dia tidak tenang dan gugup.
Untung aku masih menstruasi gumam Hana.
__ADS_1
"Tahan Hatim,dia memang istrimu,istri syah mu,tapi kamu tetap harus menahannya!" kata kang Hatim.
Kang Hatim keluar dari kamar mandi dengan tangan yang basah,wajah basah,rambut basah,kaki juga basah.
"Ayo wudhu,kita sholat berjamaah!" kata kang Hatim.
"Aku masih mens kang!" kata Hana.
"Oh iya!"
Aduh dia masih menstruasi,bagaimana ini? memang kacau!
Kang Hatim pun mulai sholat sendiri.Hana hanya menperhatikan kang Hatim yang sedang sholat dengan khusu dari atas ranjang.
Setelah selesai sholat kang Hatim berdzikir sebentar,setelah berdzikir kang Hatim menengadahkan tangannya berdoa kepada Allah.Entah doa apa yang dia baca.Hanya dirinya dan Allah lah yang tahu.
Lalu,kang Hatim melipat sajadah yang baru dia pakai dan dia simpan di tempatnya kembali.
Hana mencium tangan kang Hatim.
"Main keluar yu?!" ajak kang Hatim.
"Ke mana?"
"Emh,ya sudah ayo!"
"Pakai jaket!"
"Aku gak bawa,gak papalah,lagian gerah!"
"Ya sudah terserah kamu saja!"
"Iya,ayo!"
Mereka keluar penginapan.Tangan Hana memeluk tangan kang Hatim.
"Pemandangannya bagus ya!" kata Hana.
"Iya,Allah menciptakan semuanya dengan sempurna!"
__ADS_1
"Seperti akang yang di ciptakan oleh Allah sangat sempurna!"
Kang Hatim menatap Hana setelah mendengar kalimat yang barusan Hana ucapkan.
"Dari mana kamu belajar menggombal?" tanya kang Hatim.
"Bukan gombal kang,itu kenyataan!"
"Saya saja tidak pernah menggombalimu,tapi kamu sudah dulaun menggombali saya!"
"Ih,saya gak gombal!"
"Ya sudah,iya terserah kamu saja!"
"Kang!"
"Hm!"
"Coba lihat itu!"
"Mana?"
"Itu!"
"Apa? tukang cuanki?"
"Iya,sepertinya enak!"
"Kamu mau?"
"Mau!"
"Bukannya kamu sudah makan?"
"Iya,tapi aku lapar lagi setelah lihat itu,ayolah kang saya mau!"
"Ih,kamu kaya orang ngidam!"
"Apa? ngidam dari mana?"
__ADS_1
"Oh iya ya,kan saya belum itu!"
"Belum apa?"