Ustadz Muda

Ustadz Muda
#253


__ADS_3

"Akang berangkat dulu ya?!" kata kang Hatim.Mobil kang Hatim sudah siap berangkat dengan seperti biasa di supiri oleh Yogi.Hana mengantarkan kang Hatim ke teras.Dengan dangdanan kang Hatim yang seperti biasa jika dia akan ceramah selalu menggunakan gamis,jubah,juga imamah di kepala juga sorban di pundaknya.


"sudah pamit sama umi?" tanya Hana.


"sudah kok! Tapi habis dari masjid langsung ke rumah umi!" jawab kang Hatim.


"Ya sudah kalau gitu! Hati hati di jalan!" kata Hana.


''Doanya ya!" kang Hatim mencium kening Hana.Kemudian Hana mencium tangan suaminya.


"Sulthaan,ama pergi dulu ya! Kamu tunggu di sini jagain umma ya! Besok ama pulang lagi! Doain ama semoga selamat sampai tujuan di perjalana,terus ceramahnya lancar dan bisa pulang lagi ke sini!" kata kang Hatim sambil memposisikan dirinya menekuk kakinya agar wajahnya sejajar dengan perut Hana yang sudah sangat besar karena tinggal menghitung minggu anak pertama mereka akan segera di lahirkan ke alam dunia.


Juga merupakan sebuah kebiasaan kang Hatim saat ceramah dia selalu meminta doa kepada jamaah nya untuk kebaikan Hana dan anak pertamanya yang masih dalam kandungan Hana.


Kemudian kang Hatim mencium perut istrinya.Dia sudah tidak tahan ingin segera mencium anaknya secara langsung juga.


"Akang berangkat ya!" kata kang Hatim setelah ritualnya selesai.


"Iya hati hati!" jawab Hana.


"Assalamualaikum!" kata kang Hatim setelah mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Waalaikumussalaam!" jawab Hana.


Kang Hatim pun masuk mobil.Mobil juga berjalan tidak lupa Yogi membunyikan klakson.


Hana masuk ke dalam rumah kembali setelah kang Hatim pergi kemudian setelah dia membuang nafas panjang.

__ADS_1


Tidak lama kemudian,seseorang mengetuk pintu rumah Hana.Kebetulan Hana juga masih di ruang keluarga untuk meminum susu khususnya.


"Bi,tolong bukain pintu! Aku dengar ada yang ngetuk pintu!" kata Hana.


"Baik non! Non tunggu saja di sini!" jawab bi Asih dan segera pergi untuk membuka pintu.


Tidak lama dari itu bi Asih kembali menghampiri Hana.


"Siapa bi?" tanya Hana.


"Non Maya sama non Naya non!" jawab bi Asih.


"Oooh,suruh masuk aja bi! Mereka di suruh kang Hatim datang ke sini buat nemenin aku!" kata Hana.


"Baik non!" jawab bi Asih dan kembali pergi.Tidak lama juga dari itu,bi Asih kembali bersama Maya dan Naya dan mereka berdua langsung berpelukan dengan Hana.


"Mau minum apa?" tanya Hana.


"Gak usah deh!" jawab Maya.


"Yeeh,harus usah!" kata Hana.


"Hahah,apaan sih!" kata Maya.


"Susu aja gimana?" tanya Hana.


"Ya udah deh,terserah teh Hana aja!" jawab Maya.

__ADS_1


"Mau susu coklat apa putih?" tanya Hana.


"Terserah teh Hana aja!" jawab Maya.


"Ya udah,tolong buatkan ya! Coklat aja!" kata Hana.


"Baik non!"


"Sama cemilannya juga ya bi!" kata Hana.


"Siap non!" jawab bi Asih.


"Apa kabar kalian?" tanya Hana.


"Aku baik teh! Teh Hana gimana?" Maya.


"Alhamdulillah aku juga baik! Naya gimana?"


"Baik teh!"


"Maaf ya,aku ganggu waktu kalian!"


"Gak kok gak ganggu! Malahan aku seneng! Aku jadi gak harus ngaji! Aku bisa melepas rindu sama teh Hana!" kata Maya.


"Iya teh benar kata Maya! Kita jadi libu ngaji!" kata Naya.


"Yeh kalian gitu sih! Emangnya gak sayang! Malam ini kalian kehilangan harta yang paling berharga! Ilmu akhirat!"

__ADS_1


__ADS_2