
Kang Hatim dan Hana juga teh Alvi dan teh Putri sudah kembali turun di mana di sana masih banyak orang.Hana memutuskan agar isi amplop yang akan di bagikan ke orang orang yang ikut menyolatkan adalah seratuss ribu.Sedangkan isi amplop untuk orang yang ikut ngantar jenazah ke kuburan adalah lima puluh ribu.
Hana masih tetep di gandeng oleh kang Hatim karena memang badannya masih lemes.Teh Alvi juga sudah menyuruh agar Hana makan,namun Hana tetep tidak mau.
Kang Hatim mendapat kabar bahwa pemakaman sudah selesai dan berarti ayah Bima dan Bu Nuraeni sudah bisa di bawa ke mesjid untuk di sholatkan dan setelah itu langsung di bawa kepemakaman.
"Gimana rasanya di tinggalin dua orang terdekat sekaligus?" tanya seorang perempuan yang penampilannya sama dengan penampilan Hana memakai cadar memakai baju gamis kerudung besar panjang.
"Ka-kamu si-siapa?" tanya Hana yang sepertinya dia tahu suara itu.
"Adududuh,ternyata karena sudah punya kebahagiaan sendiri,lupa sama temen sendiri!" kata perempuan itu.
"E-e-erni? Kamu Erni?" tanya Hana.
"Nah itu kamu tahu! Tapi itu namaku yang dulu! Kenalkan,namaku Cinta Andini!" mengulurkan tangannya ke Hana dan Hana menerima uluran tangan itu dengan baik.
''Kamu apa kabar?" tanya Hana basa basi.
__ADS_1
"Ya,seperti yang kamu ihat! baik!" Jawab Erni dengan nada bicara sombong.
"Alhamdulillah kalau begitu!'' kata Hana.
"Apa kamu tahu penyebab orang tuamu kecelakaan?" tanya Erni.
"Mereka meninggal akibat kecelakaan! Namun itu juga kaena takdir Allah!" Jawab Hana.
"Ya kamu bener! Tapi kecelakaannya itu juga ada penyebabnya!" kata Erni.
"Kalau penyebab itu aku tidak tahu!" kata Hana.
"Apa yang kamu katakan Erni?" tanya Hana.
"Apa sekarang kau sudah budeg? hingga kamu tidak mendengarkan ucapanku?" tanya Erni.
"Aku tidak menyangka kamu akan seperti itu! Apa jangan jangan yang neror juga kamu Erni?'' kang Hatim.
__ADS_1
"Seperti yang akang katakan! Aku juga cukup tahu diri! Gak mungkin aku seperti si Indri! Aku juga tahu aku gak bisa pisahin kang Hatim dari kamu! Tapi aku ingin kamu menderita dan merasakan apa yang aku rasakan! Hingga akhirnya aku punya ide buat ngehilangin orang tuamu agar kamu menderita!" kata Erni.
"Astaghfirullah! Kamu tahu kan? Tindakan kamu ini sama saja dengan membunuh! Sedangkan membunuh adalah dosa yang paling besar diantara dosa dosa besar!" kata kang Hatim.
"Ah sekarang aku tidak peduli dengan dosa! Terlanjut banyak!" kata Erni.
"Kalau begitu,sudah semestinya kamu di hukum dengan hukuman setimpal! Sebaiknya sekarang kamu pulang! pamit sama orang tuamu! kamu akan masuk pesantren lapas!" kata kang Hatim.
"Apa? Ah aku tidak mau! Polisi tidak akan menemukanku!" kata Erni dan langsung pergi terburu buru.
"Ternyata teman yang selama ini aku percaya yang mengecewakanku!" kata Hana.
"Sabar ya,semua orang tidak semua punya sifat sama seperti malaikat ataupun bidadari sepertimu!" kata kang Hatim.
''Apaan sih!" kata Hana.
"Nanti akan akang laporkan ke polisi! sekarang kita siap siap!' kata kang Hatim.
__ADS_1
*√***Dia di Pesantren**