
Para karyawan yang sedang mengangkut barang ke dalam toko untuk di simpan di gudang langsung menyerbu menghampiri kang Hatim untuk menyambutnya.
Namun,Hana sangat sangat terkejut karena yang bekerja di toko milik kang Hatim semuanya sudah pada lumayan tua.Yang lebih parah,semua karyawan itu badannya penuh dengan tato.
"Assalamualaikum!" kata kang Hatim.
"Waalaikum salam!" jawab keempat karyawan itu dan langsung menyerbu tangan kang Hatim untuk di cium.
Namun,saat tangannya mau di cium oleh para karyawan itu kang Hatim langsung menarik tangannya agar tidak di cium para karyawannya.
"Apa kabar?" tanya kang Hatim.
"Alhamdulillah baik kang!" jawab semuanya.
"Anak anak,istri kalian bagaimana?"
"Alhamdulillah baik juga kang!" jawab salah seorang mewakili sahabatnya yang lain.
"Oh iya,kenalkan ini istri saya! namanya Farhana,kalian bisa panggil Hana!" kata kang Hatim.
"Oh iya kang,salam kenal mbak Hana! kenalkan saya Umar,asalnya nama saya Jamrong,namun di beri nama lagi sama Ustadz Hatim atau di panggil kang Hatim!" kata salah seorang dari mereka.
"I-i-iya salam kenal juga pak!" jawab Hana.
__ADS_1
"Kenalkan saya Qosim,asalnya nama saya Boto,namun sama seperti Jamrong atau Umar di ganti sama kang Hatim!" kata salah satu dari karyawan toko lagi.
Hana hanya mengatupkan tangan untuk menanggapi karyawan toko itu.
"Saya Usman,asalnya Gobang,sama seperti mereka,nama saya juga di ganti oleh kang Hatim!"
Lagi lagi Hana hanya mengatupkan tangannya untuk menanggapi karyawan itu.
"Saya Ali,asalnya Bohim sama seperti mereka nama saya di ganti kang Hatim!"
"Sa-sas-salam kenal semuanya!" kata Hana.
"Bagaimana kerjaan kalian? apa baik baik saja?" tanya kang Hatim.
"Alhamdulillah kang,semua pekerjaan berjalan dengan baik!" jawab salah satu dari mereka yaitu Usman.
"Belum kang,tinggal sedikit lagi!" jawab Usman lagi.
"Ya sudah,selesaikan dulu ya,saya tunggu di kantor!" kata kang Hatim.
"Iya kang,silahkan!" kata Usman.
"Saya masuk dulu ya!" kata Kang Hatim.
__ADS_1
"Iya kang!"
"Ayo!" Hana kembali menggandeng kang Hatim untuk masuk ke dalam.
"Kang,kenapa nama mereka di ganti semua?" tanya Hana setelah berada dalam ruangan yang kang Hatim sebut kantor.
"Gak papa,supaya romantis saja!" jawab kang Hatim.
"Romantis? romantis apa?" Hana bingung.
"Hahah,nggak! saya mengganti nama mereka dengan tujuan semoga akhlak mereka juga berubah seperti akhlak nama nama yang mereka pakai!"
"Kenapa akang bisa kenal mereka?" tanya Hana.
"Kan saya pernah mendalami ilmu hikmah di cirebon! untuk ujian lulusnya saya dari ilmu hikmah itu,saya harus bisa mengalahkan preman preman dan membuat mereka tobat! saya bertemu mereka di tasik.Teman teman mereka berjumlah sekitar mungkin ada lima belas orang.Alhamdulillah semuanya saya dan kang Lukman kalahkan,namun yang tobat hanya enam orang.Yang empat,yaitu mereka ikut saya dan yang dua ikut kang Lukman!"
"Akang berdua lawan lima belas orang?"
"Iyaa!"
"Wah hebat!"
"Bukan hebat,hanya saja saya percaya kepada Allah yang maha hebat,kepada guru saya yang telah memberi ilmu kepada saya,dan kepada diri saya sendiri bahwa saya yakin bisa!"
__ADS_1
"Terus,kan yang tobat cuman enam orang? tapi lulus?"
"Lulus,dengan syarat saya tidak boleh menggunakan ilmu saya dulu sebelum waktunya kecuali darurat!"