
"Sebentar lagi teh Alvi akan sampai ke sini!" kata kang Hatim kepada Hana yang sedang mencuci piring dan alat alat masak yang sudah kang Hatim gunakan untuk membuat nasi goreng.
"Teh Alvi? mau apa?" tanya Hana.
"Makanya,jangan tidur habis subuh,jadi pikun!" meneguk kopi.
"Aku lupa!"
"Kan kemarin waktu di rumah teh Alvi,kata teh Alvi dia akan kesini untuk menyusun acara yang akan di selenggarakan apa saja,menghitung biaya untuk konsumsi,dan lain lain!"
Tok tok tok
"Assalamualaikum!" teriak seseorang dari arah luar.
"Tuh kan datang!" kata kang Hatim yang mengenali suara kakaknya.
"Sama kang Roni gak?" tanya Hana.
"Sepertinya iya!"
"Aku ngambil cadar dulu!" Hana meninggalkan pekerjaannya dan berlari menuju kamarnya untuk mencari cadarnya.
"Jangan lari lari Hana!" teriak kang Hatim dan langsung di turuti Hana.
"Assalamualaikum!" teriak teh Alvi lagi dari arah luar.
"Waalaikumussalam,sebentar!" jawab kang Hatim sambil buru buru berjalan ke arah pintu dan langsung membukakan pintu.
"Lama!" kata teh Alvi.
Kang Hatim langsung mencium tangan teh Alvi dan kang Roni.
"Maaf!" kata kang Hatim.
"Paman!" Alvin yang sedang di gendong kang Roni merentangkan tangannya minta di gendong sama kang Hatim.
Kang Hatim dengan senyuman ramahnya menggendong Alvin si keponakan lucu.
__ADS_1
"Ayo masuk teh!" kata kang Hatim.
Merekapun masuk ke dalam rumah,dan duduk di ruang keluarga.
"Hana mana?" tanya teh Alvi.
"Tuh!" menunjuk ke arah tangga di mana Hana sedang berjalan menuruni tangga.
"Teh!" sapa Hana dan langsung mencium tangan teh Alvi.Dan kepada kang Roni,Hana hanya mengatupkan kedua tangannya.
"Bibi!" kata Alvin.
"Eh Alvin,apa kabar?" tanya Hana basa basi karena dia malu karena biasanya di panggil kakak sekarang di panggil bibi.
"Alhamdulillah baik!" jawab Alvin dengan comel hingga Hana mencubit gemas pipinya.
"Teh,kang,mau minum apa?" tanya Hana.
"Apa aja boleh!" jawab teh Alvi.
"Ya sudah,saya permisi dulu ya!" Hana langsung pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk tamunya.
"Avin di suluh sama ibu!" jawab Alvin.
"Oooh!" kang Hatim sambil mengangguk angguk.
"Emangnya gak boleh ya man?"
"Emh,boleh! bagus malah!"
Semuanya tersenyum melihat sepupu dan paman yang sangat akrab.
"Assalamualaikum,Man!" teriak seseorang dari arah luar.
"Waalaikumussalam!" jawab semua orang yang ada di dalam rumah kang Hatim.
"Siapa ?" tanya kang Roni.
__ADS_1
"Sepertinya Zulfi,Alvin,kamu tunggu dulu di sini ya,paman mau menemui tamu!" kata kang Hatim dan mendudukkan Alvin di kursi dan dia langsung pergi untuk membukakan pintu.
"Man!" sapa Zulfi dan langsung mencium tangan kang Hatim.
"Ada apa?" tanya kang Hatim.
"Tadi aku lihat Bibi Alvi dan Paman Roni ke sini,aku mau menemuinya!" jawab Zulfi.
"Emangnya kau belum menemui teh Alvi?"
"Belum,Bi Putri juga belum!"
"Kemarin ke mana saja?"
"Aku kemarin hanya diam di rumah dan tidur!"
"Ah ya sudah,ayo masuk!" Zulfi pun masuk setelah di persilahkan dan di beri jalan oleh kang Hatim agar dia bisa masuk.
"Bi!" Zulfi langsung mencium tangan teh Alvi
Teh Alvi masih mengamati siapa orang yang sedang mencium tangan kang Roni.
"Zulfi? kapan kamu pulang?" tanya teh Alvi setelah sadar yang ternyata yang mencium tangannya dan tangan suaminya.
"Kemarin lusa bi,bibi apa kabar?" tanya Zulfi setelah duduk di samping kang Hatim.
"Alhamdulillah baik,kamu bagaimana?"
"Alhamdulillah aku juga baik,paman apa kabar?"
"Alhamdulillah baik Zul!"
"Paman paman,dia siapa?" bisik Alvin sambil menatap Zulfi.Walaupun Alvin berbisik,tapi tetap terdengar oleh Zulfi.
"Kamu lupa lagi sama akang?" tanya Zulfi.
"Iya!" jawab Alvin polos.
__ADS_1
"Ya sudah,kenalkan ya,nama akang Zulfi! kamu bisa panggil kang Zulfi!" kata Zulfi.
"Iya!" Alvin masih malu malu.Dia malah menyembunyikan wajahnya di badan kang Hatim.