
"Kalian sengaja datang kesini atau mampir dari mana?" tanya bu Nur.
"Kami sengaja datang kesini bu!" jawab Hana.
"Ooh,sudah makan?"
"Belum,baru tadi pagi aja!"
"Ya sudah,kita makan dulu ya,nanti kita lanjut ngobrol,mau nginep kan?"
"Iya bu,tapi cuman satu malam karena Hana tidak mau terlalu jauh ketinggalan pelajaran!"
"Kamu masih ngaji?"
"Ya iya lah,buat apa Hana diam di pesantren kalau gak ngaji!"
Bu Nur dan ayah Bima saling pandang bingung.
"Ah ya sudah,nanti lanjut lagi ngobrol nya!"
"Bi!" panggil bi Nur.
Bi Mar langsung berlari ke arah bu Nur yang memanggilnya.
"Ada yang bisa bantu nya?" tanya bi Mar.
"Sudah masak?"
"Sudah nya!"
"Ya sudah,terima kasih bi!"
"Iya nya!"
"Ayo makan!" kata ayah Bima sambil berdiri dari duduknya dan pergi ke meja makan diikuti oleh istri,putri,dan menantunya.
"Bagaimana perusahaan mu?" tanya ayah Bima.
"Alhamdulillah lancar yah!"
__ADS_1
Idih,manggil ayahku ayah lagi,emangnya ayahku itu ayahnya dalam hati Hana.
"Syukurlah kalau lancar!"
"Iya yah,Alhamdulillah!"
Kenapa sangat akrab sekali? Hana berkata kata dalam diam sambil menatap keduanya.
"Hana,ayo makan kenapa malah bengong!" kata bu Nur yang melihat Hana malah menatap kang Hatim bukan makan.
"Ah iya bu!" Hana melanjutkan makan dengan rasa malu.
Merekapun melanjutkan makan tanpa berbicara.Hana suara sendok dan garpu yang terdengar beradu dengan piring yang terbuat dari kaca itu.
"Yah,aku ingin menemui teman yang di ... sebentar,apa boleh?" tanya kang Hatim.
"Oh,sama Hana?"
"Kalau Hana mau ikut aku akan membawanya!"
"Tidak,Hana tidak mau ikut!" langsung nyamber.
"Gak boleh gitu!" kata bu Nur.
"Iya,hati hati di jalan!"
Kang Hatim pun mencium tangan ayah Bima dan bu Nur.Terakhir dia menyodorkan tangan pada Hana.
Bukannya di cium,Hana malah menatap tangan itu.
Bagaimana ini? kan ibu dan ayah,nanti di sangka aku gak tahu batal haram lagi...
Hana melihat wajah ayah dan ibunya.Keduanya menatap intens padanya.
Tuh kan mereka udah melotot gitu...
Hana malah mengatupkan tangannya isyarat memberi salam.Ayah dan ibunya semakin aneh melihat tingkah anak mereka.
"Ya sudah,saya pamit dulu,Assalamualaikum!" kata kang Hatim setelah membuang nafas panjang dan mengusap kepala Hana yang tertutup hijab.
__ADS_1
Apa apaan sih dia ini,emangnya Farhana Sri Cempaka Indah ini bocah apa?
"Kenapa kamu bersikap seperti itu?" tanya ayah Bima.
"Maaf yah!"
"Sana antar kang Hatim dulu!" kata bu Nur.
"Kenap...."
"Cepat!" kata ayah Bima yang langsung di turuti oleh Hana karena itu adalah perintah yang tidak bisa di ganggu gugat.
Hana pun pergi ke teras untuk mengantar kang Hatim.
"Kenapa belum pergi?" tanya Hana karena melihat kang Hatim masih berdiri di depan mobilnya dengan hand phone menyala di tangannya.Dan matanya juga fokus menatap benda persegi panjang itu.
"Saya mau mengabari teman yang saya kunjungi terlebih dahulu!" jawab kang Hatim dingin.
"Oooh!"
"Saya pergi dulu!" kata kang Hatim kembali menyodorkan tangannya siap untuk di cium,tapi Hana malah menatap tanda tanya pada kang Hatim.
"Kamu belum mencium tangan saya!"
"Harus?"
"Wajib!" tegas kang Hatim.
"Terserah!" Hana pun pasrah mencium tangan suaminya.
"Assalamualaikum!" Kang Hatim masuk ke dalam mobil.
"Waalaikumusalam!"
mungpung gak ada kang Hatim lebih baik aku tanyakan tentang mimpiku sekarang juga pada ayah...
Hana langsung lari kembali ke dalam rumah setelah kang Hatim pergi.
Bersambung....
__ADS_1
Siapa yang penasaran reaksi Hana saat tahu dirinya sudah nikah sama pria yang dia anggap nyebelin?...
Follow ig/fb :AuthorSyiba