Ustadz Muda

Ustadz Muda
#211


__ADS_3

"Kang!" kata Hana setelah masuk ke dalam rumah.


"Apa?" tanya kang Hatim.


"Ke rumah umi sekarang yu?!" ajak Hana dengan semangat.


"Mau apa?" tanya kang Hatim.


"Ish,kan kita baru pulang! Apa salahnya jika kita menemui umi? Sekalian ngenalin bi INa dan bi Asih juga Yogi ke Umi!" jawab kang Hatim.


"Nanti aja lah!" kata kang Hatim.


"Akang ih! Ayolah kang!" kata Hana.


"Ya sudah ayo!" kata kang Hatim.


"Bi Asih,bi Ina ayo ikut!" kata Hana.


"Baik non!" jawab bi Asih dan kemudian mengikuti Hana dan kang Hatim.Tidak lupa,kang Hatim juga mengajak Yogi untuk dikenalkan pada umi.


Tok tok tok


"Assalamualaikum!" kata kang Hatim setelah mengetuk pintu rumah umi Nurul.


"Waalaikumussalam!" jawab teh Zahra dari dalam rumah dan tidak lama setelahnya pintu pun terbuka.


"Hatim,udah pulang?" tanya teh Dawa yang kemudian tangannya di cium oleh kang Hatim dan kemudian diikuti Hana dan setelahnya bi Asih dan bi Ina juga bersalaman dengan teh Zahra.


"Iya baru aja! Hana nih mau buru buru ke sini!" jawab kang Hatim.


"Yeh padahal kalau kamu capek istirhat aja dulu!'' kata teh Dawa.


"Oh iya,kenalin teh,ini bi Asih dan ini bi Ina! Mereka ART di rumah ayah Bima yang insyaAllah di pindah tugas ke rumahku!" kata kang Hatim.


"Oh iya iya,salam kenal ya,saya Zahra kakak nya Hana dan Hatim!" kata teh Zahra dengan sopan.


"Salam kenal Ustadzah!" jawab bi Asih mewakili bi Ina yang hanya mengangguk.

__ADS_1


"Dan ini Yogi,asalnya supir pribadi ayah Bima,tapi dia mau bantu bantu kerja di sini!" kata kang Hatim dan teh Dawa hanya mengangguk dan mengatupkan tangan begitu juga Yogi.


"Ayo masuk!" kata teh Dawa.


"Kenapa gak dari tadi sih??" tanya kang Hatim dan merekapun masuk.


Setelah masuk,semua orang mencium tangan umi kecuali Yogi.


"Paman!" Liza langsung menghambur kepelukan kang Hatim.


"Aku kangen sama paman!" kata Liza.


"Oh gitu? Sepertinya paman juga kangen sama kamu!" kata kang Hatim sambil mencium pipi keponakan lucunya itu.


''Umi sehat?'' tanya kang Hatim.


"Sehat Tim,kamu dan istrimu gimana?" tanya balik Umi.


"Alhamdulillah kami juga baik umi!'' jawab kang Hatim.


"Sudah selesai urusan di sana?" tanya umi.


"Farhana,sini nak!'' kata umi Nurul menyuruh agar Hana duduk di sampingnya.Hana pun pindah dengan agak gak berani.


"Maaf umi gak ke Jakarta saat itu ya!" kata umi Nurul sambil memeluk Hana membuat Hana tersentuh lagi.Seolah olah dia merasakan pelukan ibunya lagi.


"Eh kenapa nangis?'' umi Nurul mendengar isakan tangis Hana.


''Farhana sayang? Eh kamu jangan nangis dong! Anak umi gak boleh sedih! Harus bahagia!" kata Umi dan mengusap ngusap punggung menantunya itu.


''Ma-maafkan aku umi,hiks! Maafkan aku!" kata Hana.


''Minta maaf apa? Sudah ah,jangan sedih lagi!'' kata umi yang juga mulai meneteskan air matanya.Dia mengerti dengan keadaan menantunya.


"Kamu sedih kenapa? Kan kamu sudah ikhlas dengan kepergian orang tua kamu! Kan kamu punya umi! Ibu kedua kamu! Umi juga sayang sama kamu! Sama seperti ibumu menyayangimu!" kata umi.


"A-aku punya kabar gembira umi!" kata Hana dan kembali menangis tidak sanggup berkata kata.

__ADS_1


"Kabar bahagia apa sayang? kalau bahagia kenapa nangis?''


Aku menangis karena aku bisa memberitahukan kabar bahagia ini pada ayah dan ibu,tapi aku tidak bisa di peluk oleh mereka! Sedangkan aku memberitahu umi,aku akan di peluk! Dan aku merasakan pelukan ibuku! Aku rindu di peluk ibuku!


"Kabar bahagia apa yang ingin istrimu sampaikan Hatim?" tanya umi.


"Dia sedang mengandung anakku!" jawab kang Hatim.


"Bener?" tanya umi.


''Aku tidak berani berbohong pada umi!" jawab kang Hatim.


"MasyaAllah Alhamdulillah anakku!'' Umi semakin erat memeluk menantunya itu.


''Zahra,beritahu Dawa,beri tau Putri sama Alvi!" kata umi dengan penuh bahagia.


''Biar nanti aku aja teh!" kata kang Hatim.


"Pergi ke dapur umum! Suruh orang dapur bikin nasikuning! KIta syukuran! Kita undang santri Baitussalam awal agar makan di sini!" kata Umi.Gimana gak bahagia,yang di kandung oleh Hana adalah anak pertama dari anak kesayangan umi dan adik kesayangan kakak kakaknya.


"Asyik,aku punya dede lagi!" kata Liza bersorak girang.


"Kamu seneng?" tanya kang Hatim.


"Senang banget! Tapi nama dedenya siapa?" tanya Liza.


"Muhammad Sulthaan Khaerussalam!" jawab kang Hatim.


"Di panggilnya siapa?"


"Sulthaan!" kata kang Hatim.


''Nama yang bagus Hatim,tapi emang anaknya laki laki?" tanya umi.


"Belum tahu umi,tapi Hana ingin punya anak pertama laki laki sampai dia sudah menyiapkan namanya sebagus itu!" jawab kang Hatim.


"Uluh uluh,semoga apa yang kamu inginkan di kabul Allah yaa,tapi kamu juga harus nyiapin nama perempuan!" kata Umi.

__ADS_1


"Ada umi,Humaira Haliimatussa'diyyah Hatim Abdurahman!" jawab Hana.


"Masya Allah,bener bener sudah siap jadi orang tua!" kata umi Nurul dan kemudian mencium kening Hana dengan lembut.


__ADS_2