Ustadz Muda

Ustadz Muda
Extra Chapter 1.3


__ADS_3

Setelah sholat maghrib,Hana sudah berdandan karena sesuai keinginannya,dia akan ikut safari dakwah kang Hatim.Hana sedang memakaikan baju pada Royyan.Royyan di pakaikan baju gamis yang model dan warna nya sama persis seperti yang ayah nya pakai namun tentunya beda ukuran.Begitu juga dengan si kecil,dia juga di pakaikan baju yang sewarna dengan kang Hatim,namun modelnya,model untuk baby.Hana juga memakai baju yang warnanya sama seperti suaminya dan anak anaknya pakai,yaitu warna putih dan krem.Seperti biasa,kang Hatim ceramah menggunakan imamah putih.


"Sudah siap bii?" tanya kang Hatim dengan tas slempang di pundak kanannya,dan sorban di pundak kirinya.


"Sudah kok! Sebentar ya,aku ambil dulu tas!" kata Hana.


Diluar rumah,mobil sudah siap pakai tinggal berangkat.Yogi sudah membukakan pintu mobil agar kang Hatim beserta Hana dan anak anaknya gampang untuk masuk mobil.


Kang Hatim dan Hana beserta kedua putranya langsung masuk ke dalam mobil.Yogi menutup pintu,kemudian dia langsung masuk di kursi supir.

__ADS_1


"Langsung ke lokasi kang?" tanya Yogi.


"Iya,langsung aja!" jawab kang Hatim.


Hanya tiga puluh menit waktu tempuh dari pesantren ke lokasi safari dakwah.Seperti biasa,kang Hatim di kawal oleh para laskar para penjaga ulama.


Kang Hatim turun duluan setelah di bukakan pintu sebelum Hana dan anak anaknya turun.Hana menggendong di bayi,dan kang Hatim menuntun si sulung.


"Apa kabar Ustadz?" tanya seseorang yang menghampiri kang Hatim.

__ADS_1


"Alhamdulillah saya baik Kyai,bagaimana dengan kyai sendiri?" yang menyapa kang Hatim itu adalah kyai di kampung itu.Walaupun umurnya lebih tua dari kang Hatim,namun dia sangat hormat pada kang Hatim.Begitu juga dengan kang Hatim,dia juga sangat hormat dengan adabnya kepada orang lain,bukan hanya kepada kyai ataupun ustadz.


"Ini putra Ustadz?" tanya kyai itu.


"Ah iya kyai,ini anak saya! salim dulu!" kata kang Hatim menyuruh Royyan.Dan Royyan nurut mencium tangan kyai,dan sebaliknya,tangan Royyan juga pucuk kepala Royyan di cium oleh Kyai.


"Mari Ustadz,kita masuk dulu!" kata kyai.


"Mari mari!" kang hatim mengikuti kayi itu di belakangnya sambil nuntun tangan anaknya dan diikuti Hana yang menggendong Zhaffar.

__ADS_1


Referensi: https://konsultasisyariah.com/24413-ternyata-mencium-anak-anak-mendatangkan-rahmat.html


__ADS_2