Ustadz Muda

Ustadz Muda
#256


__ADS_3

Tiga minggu sudah berlalu.Kang Hatim dan Hana selalu menikmati masa masa terakhir hamil Hana.Perkiraan dokter,Hana akan melahirkan akhir minggu ini.


Kang Hatim juga sejak pulang pagi waktu itu,tidak pernah menerima undangah cermah lagi.Walaupun banyak yang ngundang untuk kang Hatim mengisi acara ceramah.Kang Hatim ingin full menghabiskan waktunya untuk menjaga Hana melayani Hana.


Kang Hatim dan Hana punya aktivitas rutin setiap pagi setiap siang setiap sorenya.Pagi pagi sekitar jam enam sampai jam tujuh jadwal jalan jalan.Terus pulang jalan jalan mereka melanjutkan dengan yoga khusus ibu hamil beserta suaminya untuk membantu agar nanti pas lahiran bisa lancar.Siangnya mereka menikmati alam juga mereka suka berkunjung ke pesantren pesantren terdekat untuk meminta doa pada para ulama pimpinan pesantren setiap harinya.Saat sore mereka merutinkan untuk membaca qur'an sholawat dan amalan amalan lain hingga maghrib.Setelah maghrib sampai isya,mereka ngaji kitab bersama sama.


"Ya Allah,ampuni dosa kami! Ampuni dosa orang tua kami! Tempatkan orang tua kami yang sudah meninggalkan kami di tempat indah di sisi Allah! Berikan kesehatan kepada kami! Sehatkan anak kami yang masih dalam kandungan! Sehatkan orang tua kami! Berikan rizki yang halal kepada kami semua!"


"Ya Allah,hamba mohon sehatkan anak kami beserta ibunya! Lanarkan proses persalinannya nanti ya Allah! Jadikan putra kami menjadi anak yang sholeh ataupun sholehah! Jadikan putra kami agar bisa bermanfaat bagi sesama manusia,agama,nusa bangsa! Anugrahkanlah ilmu yang bermanfaat untuk putra kami nantinya ya Allah!" doa kang Hatim.Namun anehnya,Hana tidak mengaminkan doa kang hatim.


"Walhamdulillahi robbil 'aalamiin!" kang Hatim menutup doanya dengan sholawat dan kemudian dengan hamdalah.Kemudian Kang Hatim mengusapkan tangannya ke wajahnya.


Kang Hatim berbalik memutar badannya bermaksud untuk bersalaman dengan Hana.Namun kang Hatim keanehan melihat Hana sedang merintih seperti nahan sakit sambil memegang perut besarnya.


"Kamu kenapa bi?" tanya kang Hatim dengan buru buru menghampiri Hana.

__ADS_1


"Perutku sakit kang!" kata Hana.


"Ya sudah,ayo kita ke rumah sakit aja! Kita periksa!" kata kang Hatim.


"Iya ayo!" jawab Hana sambil melepas mukenanya di bantu oleh kang Hatim suaminya dan kemudian memakai cadarnya.Setelah itu,Hana di gandeng keluar kamar dan disana di sambut bi Asih dan bi Ina yang juga mereka ikut khawatir melihat nona nya menahan sakit.


"Non Hana kenapa Ustadz?" tanya bi Asih.


"Saya gak tahu bi! Tiba tiba perutnya sakit! Saya mau bawa dia ke dokter atau bidan! Bibi jaga rumah ya! Dan doakan!" jawab kang Hatim.


"Iya amiin bi! Saya permisi dulu ya!" kata kang Hatim dan melanjutkan jalan keluar rumah.


Kebetulan di luar rumah di teras rumah ada Yogi sedang menikmati kopi hitam dengan buru buru dia berdiri menyambut Kang Hatim dan Hana.


"Gi,antar saya dan Hana ke klinik!" kata kang Hatim.

__ADS_1


"Baik kang! Ayo!" jawab Yogi langsung membuka kunci pintu mobil dengan remot dan kemudian dia mebukakan pintu belakang untuk kang Hatim dan Hana masuk ke dalam mobil.


Setelah kang Hatim dan Hana masuk,dengan buru buru Yogi juga ikut masuk ke dalam mobil duduk di belakang komedi.Dan langsung menjalankan mobilnya.


"Kang aku gak kuat !" kata Hana dengan tangan menjadi erat berpegangan ke tangan kang Hatim.


''Tahan bi tahan!" kata kang Hatim.


"Gimana kalau aku mau lahiran sekarang?"


"Ya gak papa! Asal lancar aja!" jawab kang Hatim.


"Pak Yogi cepat!" kata Hana dengan nada bicara berat karena menahan sesuatu.


"Baik non!" Yogi menambah kecepatan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2