
"Eh? kok umma sama ama nya juga gak ada?" heran Royyan setelah sampai di lantai bawah di ruang keluarga yang kosong.
"Apa mungkin umma sama ama masih di kamar mereka?" tanya Nadhiirah.
"Mungkin sih, ya sudah kamu duduk dulu!" kata Royyan.
"Kang Royyan mau ke mana?"
"Ke dapur dulu! Teh manis enak kayaknya!" jawab Royyan.
"Ya sudah, aku aja yang buatin! kang Royyan duduk saja!"
"Laa, kamu duduk! Aku bikin sendiri aja! Jangan membantah!"
"Hmm,ya sudah iya!" jawab Nadhiirah.
Royyan langsung pergi ke dapur meninggalkan istrinya sendirian di ruang keluarga.
Di atas meja,ada beberapa kitab yang Nadhiirah tidak tahu milik siapa.Tapi Nadhiirah mengambilnya dan membukanya.
"Assalaamu'alaikum!" kata seorang laki laki tiba tiba nyamperan Nadhiirah dengan ransel besar dia gendong.
"Wa-wa'alaikumussalaam!" jawab Nadhiirah dengan bingung sambil melihat dan terus menyelidik siapa laki laki itu.Dari wajahnya memang mirip mirip dengan suaminya.
"Tumben kamu di rumah pakai cadar!" kata laki laki itu sambil melepas gendongannya dan menyimpan tas nya di samping kursi.
"Ma-maaf,ka kamu,siapa?" tanya Nadhiirah.
"Iyeh,pura pura gak tahu lagi! Tolol!"
"Sa-sa-saya memang benar benar gak tahu!" kata Nadhiirah.
"Cium tangan sinih!" menyodorkan tangannya supaya di cium.Nadhiirah hanya melongo melihat itu.Dia merasa takut juga merasa bingung.
"Kamu gak kangen sama abangmu sendiri?"
__ADS_1
"Saya benar benar tidak tahu kamu!" kata Nadhiirah.
"Belajar drama di mana kamu?" malah duduk di samping Nadhiirah dan duduknya mepet mepet.Nadhiirah dengan segera bergeser dan berdiri.
"Atas ketidak sopananmu,saya bisa laporkan kamu ke polisi!"
"Kamu ini amnesia apa gimana?" ikutan bingung."Dah lah,jangan pura pura! jangan banyak drama! gak lucu! sinih duduk!" menarik tangan Nadhiirah agar duduk.
"Astaghfirullah!" Nadhiirah duduk secara paksa.
"Zhaffar! Apa yang kamu lakukan?!" bentak Royyan yang baru muncul dari arah dapur sambil membawa baki yang berisikan dua gelas teh manis hangat.
"Eh kang!" adik kedua dari Royyan itu berdiri dan menghampiri kakak nya dengan santai dan mencium tangan kakak nya.
"Kapan kamu pulang?"
"Baru aja kang! Tas juga masih hangat bagasi bus!" jawab Zhaffar.
"Ngapain kamu barusan?"
"Ituh tuh,masa dia pura pura amnesia! Gak kenal sama abangnya sendiri!" jawab Zhaffar.
"Athiifah!"
"Athiifah Athiifah! Itu kakak ipar kamu!" kata Royyan sambil berjalan melewati Zhaffar yang bingung dengan kalimat kakaknya.
Royyan duduk di samping Nadhiirah yang berwajah wajahkan shok.
"Kamu gak papa?" tanya Royyan.
"Gak! Aku gak papa!" jawab Nadhiirah.
"Aku gak ngerti kang! Apa maksudnya kakak ipar?" tanya Zhaffar sambil duduk.
"Ini ituh bukan Athiifah! Athiifah lagi ngaji!"
__ADS_1
"Terus,ini siapa dong?"
"Ya udah,Nadhiirah,kenalin ini Zhaffar! Adik pertamaku! Zhaffaf kenalin,ini Nadhiirah! istriku! kakak iparmu!"
"Apa? Hahahahah! Bohong banget kamu kang!" kata Zhaffar yang malah ngakak mendengar Royyan mengenalkan dua orang yang tidak saling mengenal itu.
"Ngebet kawin ya kang?" tanya Zhaffar di sela sela tertawanya.
"Beneran Zhaffar! Ini kakak iparmu!" kata Royyan meyakinkan.
"Kang Iyan!" panggil Ulfah yang tiba tiba datang.
"Ulfah? Udah besar aja kamuuu!" Zhaffar menghampiri adik bungsunya dan menggendongnya dia bawa duduk di pangkuannya.
"Kang Afar kapan pulang?"
"Barusan!" jawab Zhaffar.
"Kenapa kang Afar pulang?"
"Hah? kang Afar kangen kamu,kangen kang Iyan,kangen umma,kangen ama!" jawab Zhaffar.
"Kaya anak kecil! Kata ama juga kang Afar itu harus fokus nyari ilmu! Nanti kalau sudah tua,baru terasa menyesal tidak benar benar dalam mencari ilmu!" kata Ulfah membuat kakak kakaknya melongo tak percaya.
"De, kamu baru bangun?" tanya Royyan mengalihkan pembicaraan.
"Iya! Aku gak di bangunin sama umma! jadi gak sholat maghrib!"
"Umma sama ama nya dimana?"
"Ulfah juga gak tau! Ulfah mau tanya sama kang Iyan!" jawab Ulfah.
"Eh,Ulfah tau gak kakak ini siapa?" tanya Zhaffar.
"Tau!"
__ADS_1
"Siapa coba?"
"Kak Nadhiirah! Istri kang Iyan!" jawab Ulfah.