
Para santri sudah bubar dari madrasyah.Waktu adzan maghrib hanya tinggal setengah jam lagi.Kita waktunya para santri makan sebelum maghrib.
"Ada Hana?" tanya teh Alvi di luar kobong.
"Ada teh,di dalam!" jawab Indri.
"Tolong panggilkan sebentar!" kata teh Alvi.
"Baik teh!" Indri pun masuk ke kobong dan menuju kamar Hana.
"Assalamualaikum,teh di panggil sama teh Alvi!" kata Indri.
"Waalaikumusalam,teh Alvi nya di mana?" tanya Hana.
"Di luar teh!" jawab Indri.
"Oh iya,terima kasih!" kata Hana yang di jawab anggukan oleh Indri.
Hana pun menuju keluar kobong untuk menemui teh Alvi.
Hana langsung mencium tangan teh Alvi setelah mengucapkan salam.
"Ada yang perlu saya bantu teh?" tanya Hana.
__ADS_1
"Gak ada,teteh cuman mau menyampaikan pesan.Kata kang Hatim kamu di tunggu di ruangannya!" jawab teh Alvi.
Ada apa lagi sih,kenapa dia jadi sering memanggilku agar datang keruangan nya?
"Hana? kamu tidak papa? Hana!" teh Alvi mengibaskan tangannya di depan wajah Hana.
"Ah tidak teh!" sambil cengengesan malu.
"Ya sudah,temui kang Hatim ya!"
"Iya teh,saya langsung ke sana sekarang!"
"Ya sudah,teteh pergi dulu!" Teh Alvi pun pergi meninggalkan kobong dan menuju ke arah gerbang karena mau pulang ke pesantren.
Sesampainya di depan ruangan kang Hatim,Hana merasa aneh,karena biasanya ruangan itu selalu terbuka.Pintunya tidak pernah tertutup.Tapi sekarang,pintu ruangan itu tertutup rapat seperti tidak ada orang di dalamnya.
Tok tok tok
"Assalamualaikum!" Hana mengetuk pintu yang terbuat dari kayu itu.
Tok tok tok
"Assalamualaikum!" Hana mengetuk pintu lebih keras karena tidak ada jawaban dari dalam ruangan.
__ADS_1
"Kang?" Hana mencoba membuka pintu itu dan ternyata tidak di kunci.Hana melihat ke sekeliling ruangan itu,namun aneh,ruangan itu gelap,hanya cahaya dari luar saja yang menerangi ruangan itu.
"Kang? Assalamualaikum!" kata Hana.
"Masuk!" satu kata yang keluar,namun entah dari mana asalnya.Namun,Hana sangat mengenal suara itu.
"Kang? akang di mana?" Hana mulai ketakutan.Namun,seketika lampu di ruangan itu menyala.Ada dua piring nasi,satu piring potongan daging ayam yang di goreng garing,dan satu mangkuk sambal cabe rawit merah.
"Makanlah!" kata suara misterius itu.Hana sudah menduga suara itu adalah suara kang Hatim,namun Hana mencarinya ke mana mana tidak ketemu.
"Akang di mana?" tanya Hana,namun kali ini tidak ada jawaban sama sekali.
Hana pun duduk di kursi depan meja yang di atasnya ada makanan yang siap di makan.Jujur Hana sangat lapar dan makanan di depannya itu sangat menggugah selera,karena jarang sekali bagi santri bisa makan daging ayam.Makanya saat makan dengan daging ayam serasa sangat mewah.
Hana tidak berani makan makanan itu walaupun sudah di perintahkan oleh suara misterius itu.
Dari arah luar terdengar langkah seseorang dan suara sarung yang bergesekan karena langkah yang memakainya.
Hana semakin deg degan karena takut kalau yang datang bukan kang Hatim.
Namun tiba tiba orang itu masuk ruangan dan episode ini bersambung ke episode selanjutnya....🙏
*Jangan lupa follow ig Author ya,namanya AuthorSyiba.Nama Facebook juga sama,Author Syiba.Link nya ada di bawah ya.... https://www.facebook.com/profile.php?id\=100072014467851
__ADS_1