Ustadz Muda

Ustadz Muda
Gus & Ning


__ADS_3

"emm, umma, apa kang Royyan sudah pulang?" tanya Nadhiirah yang belum melihat suaminya sejak tadi.


"Umma belum lihat tuh, emangnya ke mana?"


"Berangkatnya tadi, mau sholat subuh berjamaah!" jawab Nadhiirah.


"Tadi ada Royyan gak di mesjid?"


"Ada!" jawab kang Hatim.


"Ya sudah, aku cariin ke mesjid ya kak, tunggu disini!" kata Athiifah.


"Eh gak usah, biar kakak aja yang cari!"


"Iiiih, udah kakak diem aja disini! Aku yang cariin!"


"Ya sudah, makasih ya!"


"Iya, santuy santuy!"


"Assalaamu'alaikum!" kata Athiifah sambil pergi.


"Wa'alaikumussalaam!" jawab semua orang."Makan dong Nadh kue nya!" kata kang Hatim.


"Iya ama, nanti saja sama kang Royyan!" jawab Nadhiirah.


"Emangnya masih ada?" tanya kang Hatim.


"Ada, di dapur!"


"Ah ya sudah kalau gitu, yang ini mah buat ama aja semuanya!" kata kang Hatim sambil memotong lagi brownies nya dan dia makan lagi dengan lahap.

__ADS_1


"Sesain Athiifah sama Zhaffar kang!" kata umma Hana.


"Gak papa umma, habiskan saja yang itu, masih ada ko buat Athiifah dan Zhaffar!" ujar Nadhiirah.


"Emangnya kamu buat berapa sayang?"


"Tiga umma!"


"Oooh ternyata banyak juga ya! Ya sudah deh, yang ini umma sama ama aja yang habiskan ya?"


"Hheh, iya silahkan umma! Kalau gitu,Nadhiirah ke dapur dulu, mau beresin berantakan bekas buat ini!"


"Ah iya iya!"


"Permisi umma, ama!" kang Hatim dan Umma Hana hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman.


Kebetulan, di mesjid sedang ada para santri sedang beres beres. Malai dari nyapu, lap kaca, ngepel, beresin sajadah, dan lain lain.


"Madya!" Athiifah memanggil nama salah satu santri yang ada di dalam mesjid.


"Ada apa ning?" tanya Madya. Dia itu orang jawa, adat istiadat orang sana, memanggil gus kepada putra, dan panggilan ning untuk putri kyai, putra, ustadz, ulama, ajengan.


Athiifah sudah beberapa kali mengingatkan agar tidak menyebutnya ning, tapi dia susah di bilangin dengan alasan lupa. Jadi Athiifah biarkan saja karena dia juga sudah bosan mengingatkan.


"Ada kang Royyan gak di dalam?" tanya Athiifah.


"Gus Royyan? Bentar bentar!" Madya kembali masuk ke dalam mesjid untuk memastikan.


Tidak lama, Madya kembali mendatangi Athiifah.


"Gak ada yah? Masa kang Royyan kumpul sama kalian!" kata Athiifah.

__ADS_1


"Ada ko, tapi Gus nya lagi tidur! Di ujung sana!" sambil nunjuk ke ujung selatan mesjid menggunakan jempolnya.


"Ada? Beneran?" tanya Athiifah.


"Iya ada, tapi lagi tidur!" jawab Madya.


"Ya Allah punya kakak ko gini amat! Apa semalaman dia gak tidur kali ya?" Nadhiirah bertanya tanya pada dirinya sendiri.


"Boleh minta tolong bangunin gak?" tanya Athiifah.


"Astaghfirullah, masa saya harus bangunin gus Royyan, Gak berani lah!" jawab Madya.


"Ih gak papa!"


"Gak berani!"


"Gak bakal marah kok dia!"


"Gak mau ah! Gak berani!"


"Pukul kakinya dengan gagang sapu!"


"Ih ya Allah, kejam banget! Padahal itu kakak sendiri!"


"Udah gak papa, ayo cepet!"


"Gak mau ah! Nanti kalau cidera kan saya yang harus tanggung jawab!"


"Ya udah, siram aja! Kan gak bakal cidera!"


"Gak mau ah! Nanti basah ke karpet karpet juga!"

__ADS_1


"Ah nyebelin ah!" kata Athiifah dengan langsung melepas sandalnya dan masuk ke dalam mesjid.


Madya juga merasa tidak enak menolak keinginan dan perintah Athiifah, namun dia akan lebih gak enak jika harus membangunkan Royyan.


__ADS_2