
"Menangislah,jangan menahannya!" kata kang Hatim karena melihat mata istrinya yang memerah dan wajahnya murung hanya menunduk.
Mendengar ucapan kang Hatim,Hana langsung meneteskan air mata,namun buru buru dia lap kembali.
"Hana?" panggil kang Hatim.Namun,Hana tidak meresponnya.Dia masih tetap menunduk.
"Kita ke pesantren dulu nyimpan bahan makanan itu,dan kita berangkat lagi untuk main ya?!" kata kang Hatim karena tidak mungkin jika mereka main membawa bahan makanan.
"Terserah!" jawab Hana.
Kang Hatim meraih tangan Hana yang terkepal di atas pahanya.Kang Hatim menggenggam tangan Hana.
"Sudahlah,kenapa kamu jadi murung begini? kamu sakit? mau ke dokter?" tanya kang Hatim.
Hana hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu lapar?"
Lagi lagi Hana hanya menggelengkan kepala.
"Saya akan mengabulkan satu permintaan kamu,tapi yang saya bisa!"
Hana menatap tanda tanya ke kang Hatim.Kang Hatim menganggukkan kepala menjawab wajah tanda tanya Hana.
"Sebutkan!" kata kang Hatim.
"Aku mau semua permintaanku di kabulkan.Itu permintaanku!"
"Ah ya sudah,selagi saya bisa,saya akan berusaha!"
"Bener?"
"InsyaAllah!"
"Asyik!" Hana langsung cerah lagi.
"Nah gitu dong,saya suka Hana yang ceria,gak murung aja seperti burung pipit baru mandi!" sambil mengusap usap lembut tangan Hana menggunakan jempolnya.
"Emangnya burung pipit suka mandi?"
"Gak tahu!"
__ADS_1
"Lah?" mereka tertawa bersama.
"Emh,Hana?!"
"Iya?"
"Bagaimana kalau kamu tinggal sama saya saja? di rumah saya!"
"Sama umi?"
"Nggak,kan saya juga punya rumah di dekat ruangan saya!"
"Oooh,rumah yang baru selesai itu rumah akang? kirain buat teh Zahra!"
"Apa?"
"Apa apa? oh maaf,kirain rumah yang baru selesai di bangun itu buat teh Zahra,bukan untuk mas,ah gak enak kang,kalau harus manggil mas!"
"Ya sudah,terserah kamu aja mau panggil apa juga!"
"Akang aja ya? kan orang sunda juga suka panggil akang ke suaminya!"
"Kalau kamu mau kaya orang sunda,kamu panggil saya Hana dan saya panggil kamu neng!"
"Gak papalah!"
"Ya sudah,sepakat!"
"Good,jadi gimana?"
"Gimana apanya?"
"Mau gak? tinggal di rumah sama saya?"
"Emh,gimana ya? setelah di resmikan di KUA saja,dan kalau bisa kita nikah lagi nya aja di pesantren,jadi semua santri tahu!"
"Bener? kalau itu yang kamu mau,saya bisa melaksanakannya!"
"Iya gitu aja,tapi jangan lusa,agar ada persiapan dulu di pesantrennya.Kalau lusa,para santri bakal kaget!"
"Iya kamu benar,seminggu lagi gimana? sekalian resepsi saja!"
__ADS_1
"Resepsi?"
"Iya,biar teman temanku,dan teman temanmu juga teman teman almarhum abi tahu!"
"Ah ya sudah terserah akang saja!"
"Heem!"
Suasana hening.Kang Hatim fokus ke jalan dengan tangan kanan memegang stir dan tangan kiri masih menggenggam tangan kanan Hana.
"Emh,Hana,eh neng,kamu masih hed?" tanya kang Hatim sedikit canggung.
"Masih,emangnya kenapa?"
"Ah nggak,cuman nanya! sampai kapan?"
"Emh,harusnya besok berhenti,karena biasanya cuman enam hari!"
"Ooh,sakit gak sih?"
"kadang sakit kadang tidak!"
"Rasanya gimana?"
"Rasa apa?"
"Rasa saat keluar darah itu!"
"Seperti keluar air pipis,akang ini kenapa sih nanya nanya kaya gitu?"
"Ah nggak,saya cuman mau membuktikan pengetahuan saya saja!"
"Apa?"
"Tidak!"
...Bersambung.......
Author kurang semangat nih guys,gak ada yang komen komen,yang like sedikit dan yang vote juga sedikit...Ayolah semangati Author,dengan komen yang seru....
Oh ya,lihat kembali episode pertama untuk mengetahui visual baru....
__ADS_1
Ig/fb :AuthorSyiba