
"Al-Fatihah!" kata kang Hatim yang seperti biasa sudah duduk di kursi pengajar dengan penuh wibawa.
"Jurumiyah!" kata kang Hatim dan langsung mendikte arti dari kata perkata yang ada.
"Bismillaahir-rahmaanir-rohiim
Definisi dan pengertian Tamyiz
Tamyiz adalah isim yang dinashabkan yang menjelaskan dzat samar yang ada sebelumnya seperti Contoh ucapanmu :
"تَصَبَّبَ زَيْدٌ عَرَقًا",
(Yang Maknanya zaid bercucuran keringatnya)
تَفَقَّأَ بَكْرٌ شَحْمًا.
(Yang Maknanya Bakar menurunkan lemak tubuhnya)
.َطَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا"
(Yang Maknanya Muhammad baik orangnya)ِ
.شْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غُلَامًا.
__ADS_1
(Yang Maknanya Aku telah membeli 20 budak)
"مَلَكْتُ تِسْعِينَ نَعْجَةً"
(Yang Maknanya aku memiliki 90 ekor kambing)
"زَيْدٌ أَكْرَمُ مِنْكَ أَبًا"
(Yang Maknanya ayah zaid lebih mulia darimu)
"أَجْمَلُ مِنْكَ وَجْهًا"
(Yang Maknanya ia lebih cantik wajahnya darimu)
وَلَا يَكُونُ إِلَّا نَكِرَةً, وَلَا يَكُونُ إِلَّا بَعْدَ تَمَامِ اَلْكَلَامِ.
Kesimpulan:
Tamyiz tidak terjadi kecuali harus dengan isim nakirah dan tidak terjadi pula kecuali dengan kalam yang sempurna.
Wallahu'alam,bisa di mengerti?" tanya kang Hatim setelah selesai menjelaskan bab tamyiz dalam kitab jurumiyah.
"InysaAllah bisa!" jawab para santri.
__ADS_1
"Maya,apa definisi tamyiz?" tanya kang Hatim.
"Tamyiz adalah isim yang dinashabkan yang menjelaskan dzat samar yang ada sebelumnya!" jawab Maya.
"Okey,lanjut wasiyatul Mustofa!"
"Bismillaahir-rahmaanir-rohiim,masih muqoddimah ya?"
"Iya kang!" jawab para santri.
"Bismillaahir-rahmaanir-rohiim
Kitab kecil ini merupakan catatan kaki (Sayyid ‘Abdul Wahhab As-Sya’rani) tentang wasiyat tuan guru yang ma’rifat billahi Ta’ala yaitu Syaikh Abu Ishaq Ibrahim Al-Matbuliy. Semoga Allah mengharumkan kuburannya, menjadikan surga sebagai tempat kembali dan tempat tinggalnya, memberikan manfa’at kepada kami dan kaum muslimin lantaran barakahnya, dan melimpahkan kepadaku juga kepada mereka kebaikan do’a-do’anya. Hanya kepada Allah sajalah aku memohon agar Dia senantiasa menjadikan buku kecil ini buku yang bermanfa’at yang murni hanya karena mengharapkan ridla-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu!"
"Ros,siapa pengarang kitab wasiyatul mustofa ini?" tanya kang Hatim.
"Sayyid ‘Abdul Wahhab As-Sya’rani!" jawab Ros.
"Kitab ini merupakan wasiyatul mustofa ini merupakan wasiyat guru yang ma'rifat billahi ta'ala.Naya siapa nama guru yang ma'rifat billahi ta'ala tersebut?"
"Syaikh Abu Ishaq Ibrahim Al-Matbuliy!" jawab Naya.
"Bagus,kenapa saya bertanya tentang apa hang sudah saya jelaskan,itu karena saya ingin melatih fokus kalian.Saya ingin tahu sebagaimana kuatnya daya tangkap kalian.Sebagaimana kuatnya kalian bisa memahami yang saya sampaikan.Saya ingin tahu sebagaimana kalian bisa menangkap hal penting yang saya sampaikan.Jadi kalian jangan banyak bengong,banyak melamun.Ingat,banyak melamun itu menyebabkan pendek pikiran.Jadi tidak bisa berfikir luas.Ngaji juga jadi gak di pikirkan akibat bengong.Jadi,usahakan,terutama saat ngaji,perhatikan semua ucapan guru kalian.Semua yang guru kalian ucapkan adalah pelajaran bagi kalian.Jangan karena guru bercanda kalian anggap seorang guru itu sedang jadi pelawak.Guru bercanda juga ada pelajarannya.Tidak akan seorang guru berbicara sembarangan di depan muridnya.Karena apa? karena seorang guru takut jika muridnya salah paham.Kang kenapa saya selalu mendengarkan penjelasan guru tapi gak paham paham? ya itu,salah satu penyebabnya terlalu banyak melamun.Jika ingin cepat paham,kalian harus sering dan rajin membaca dan menghapal.Itu kunci utamanya!"
__ADS_1