
"Maafin aku ya kang!" kata Royyan saat sudah di dalam mobil dalam perjalanan pulang setelah selesai mengisi acara dengan lancar.
"Maaf? maaf kenapa?" tanya Zulfi.
"Maaf kalau aku ceramahnya gak nyambung! gak jelas! jauh dari kata sama seperti ama! Ngecewain lah!" jawab Royyan.
"Lah, bagus kok! Emang sih kalau mirip sama ama kamu belum, tapi udah cukup bagus kok! Tunggu aja, sebentar lagi juga bakal ada yang datang ke rumah buat ngundang kamu ceramah!"
"Ah gak mungkin kang! Ceramah nya acak acakkan begitu!"
"Nanti akang akan tunjukkin video kamu ceramah ke ama kamu! Biar dia yang beri penilaian!"
"Ah jangan jangan! Jangan kang! Malu!"
"Kan supaya kamu tahu apa tanggapan ama kamu!"
"Tidak kang! Aku malu!"
"Biar ada koreksinya juga! Kurang apa,kelebihan apa!"
"Kalau gitu dari kang izul aja koreksinya!"
"Akang gak ngerti soal ceramah a! Kan akang gak bisa ceramah!"
"Ya udah deh kalau gitu, gak usah dikoreksi aja,hheh!"
"Kalau gitu,nanti kamu gak ada perkembangan!"
"Hheh, sepertinya aku gak mau kang,ngisi ceramah lagi! gak PD!"
__ADS_1
"Loh, jangan gitu! Kamu harus bisa nerusin ama kamu! Daripada akang kan gak bisa ceramah, kamu harus bisa! Harus ada penerus ama kamu! Sedikit sedikit kamu akan percaya diri,kemampuan kamu akan meningkat, semakin banyak pengalaman kamu,maka akan sebanyak juga ilmu kamu, kan guru terbaik adalah pengalaman, terus kata sayyidina Ali Karomallahu wajhah, kan ketika kita membagi bagikan harta, pasti akan berkurang, tapi jika kita membagi bagikan ilmu,bukannya berkurang tapi justru akan menambah!"
"Hmmm, iya kang!"
"Ya sudah, akang gak akan tunjukkan video ini, tapi kamu harus bisa intropeksi sendiri! Koreksi sendiri!"
"Iya kang insyaAllah!"
"Zhaffar, kamu juga jangan kalah! Jangan mentang mentang kakak kamu sudah bisa ceramah, kamu jadi gak belajar! Semakin banyak penerus ama kalian, semakin bagus juga nama ama kalian harus di masyarakat!"
"Tidur kang?"
"Apanya?"
"Zhaffar tidur!"
"Lah, cape cape ngomong malah gak di dengerin!"
"Di hukum? kenapa di hukum?"
"Emm dia berbuat kesalahan di pesantrennya!"
"Lah, terus kenapa di hukum di rumah?"
"Yaa karena hukuman dari pesantrennya melibatkan orang rumah! Jadi Zhaffar belum di hukum oleh pihak pesantrennya,baru di kasih tahu apa hukumannya!"
"Kamu berikan hukuman apa? Kenapa gak ama kamu yang beri hukuman?"
"Ama yang menyuruhku supaya menghukum Zhaffar, dan aku menghukum dia pekerjaan rumahan, seperti beres beres rumah, beres beres halaman se baitussalam!"
__ADS_1
"Oooh, pantesan akang sering lihat dia nyapu halaman, ngepel mesjid, pas akang tanya dia cuman cengengesan!"
"Kenapa kamu berikan hukuman seperti itu?"
"Karena nyambung antara hukuman yang aku berikan dan yang pihak pesantren kasih tahu!"
"Emangnya apa hukuman dari pesantrennya?"
"Dia harus menikahi putri kyai pimpinan pesantren!"
"MasyaAllah, kenapa begitu? Baru denger ada hukuman seperti itu?"
"Yaa karena Zhaffar pacaran sama anak kyai nya! Makanya langsung di suruh di nikahin!"
"Astaghfirullah!"
"Ama juga lagi bingung!"
"Kenapa? Gak punya duit? Gak mungkin sih!"
"Ama khawatir! Zhaffar itu masih ama dan umma anggap masih anak anak! Dan menurut ama, Zhaffar belum cukup ilmu jika harus menikah secepat ini! Apalagi yang mau di nikahin itu anak kyai! Kan resiko nya itu masyaAllah!"
Saking asik nya mereka mengobrol, hingga perjalanan yang cukup lama karena lumayan jauh tidak terasa, kini mobil sudah berhenti di depan pintu gerbang pesantren baitussalam menunggu gerbang itu di bukakan oleh satpam.
sorry baru up gays, Authornya kan sudah mulai masuk sekolah kembali, terus kan maklum kelas 12, lagi banyak banyaknya tugas, di tambah harus mempersiapkan buat ujian praktek dan ujian sekolah....
Doanya aja, semoga ujiannya di lancarkan juga segala urusan di lancarkan, selian itu, semoga yang menjalani juga sabar, sehat, dan semangat.....
thanksss.....
__ADS_1
see youuu...