Ustadz Muda

Ustadz Muda
#123


__ADS_3

Sebuah mobil Alphard berwarna putih terparkir sempurna di depan rumah umi Nurul.Tidak lain dan tidak bukan itu adalah mobil yang di tumpangi bu Nur dan ayah Bima alias orang tua Hana mertua kang Hatim.


Seorang laki laki yang memakai baju dan celana hitam yang biasa di sebut supir turun duluan dari mobil dan membukakan pintu untuk tuannya.


"Silahkan pak!" kata supir itu.


"Terima kasih Yan!" kata ayah Bima sambil turun dari mobil diikuti bu Nur.


"Yah,di sini sudah ada persiapan!" kata bu Nur yang melihat sudah ada panggung,tenda juga pelaminan yang sudah siap pakai di dekat mesjid.


"Iyaa!" jawab ayah Bima.


"Ayo kita menemui umi dulu!" kata ayan Bima.


"Ayo yah!" kata bu Nur.


Tok tok tok


"Assalamualaikum!" kata ayah Bima sedikit berteriak.


"Yah,terakhir kita ke sini tahun lalu kan ya?" tanya bu Nur.


"Iyaa!" jawab ayah Bima.


"Waktu itu perasaan belum ada rumah bagus itu yah!" kata bu Nur yang melihat rumah yang menurutnya bagus setinggi dua lantai dengan di cat warna kuning pucat di kolaborasikan dengan warna coklat.


"Iya,benar!" jawab Ayah Bima.

__ADS_1


"Mau bertemu dengan siapa pak? eh pak Bima!" kata teh Zahra setelah membukakan pintu dan langsung mengatupkan tangannya setelah sadar yang datang adalah besannya dan bersalaman dengan bu Nur.


"Ah Ustadzah!"


Kok gak kedengaran jawab salam ya?! hati pak Bima.


"Kapan datang pak?" tanya Teh Zahra.


"Barusan Ustadzah,bagaimana kabarnya Ustadzah sehat?" jawab dan tanya pak Bima.


"Alhamdulillah sehat pak,bapak dan ibu bagaimana?" tanya teh Zahra.


"Alhamdulillah kami juga sehat Ustadzah!" jawab bu Nur.


"Alhamdulillah kalau sehat ya,oh iya mari masuk! saking senengnya saya sampai lupa mempersilahkan masuk! mari masuk pak,bu!" kata teh Zahra.


"Hatim sama Hana di rumahnya pak!" jawab teh Zahra.


"Ooouh,rumahnya di mana ya? jauh?" tanya bu Nur.


"Nggak kok,nanti saya antar,lebih baik masuk dulu!" jawab teh Zahra.


"Ya sudah,ayo bu!" kata ayah Bima.


"Assalamualaikum!" kata ayah Bima dan bu Nur bergantian setelah masuk rumah umi Nurul.


"Waalaikumusalam,maaf ya pak,bu,rumahnya berantakan maklum punya anak kecil!" kata teh Zahra.

__ADS_1


"Ah iya gak apa apa Ustadzah,sudah biasa kalau punya anak kecil!" kata bu Nur.


"Mari duduk bu!" kata teh Zahra setelah sampai di ruang tamu.


"Terima kasih!" jawab bu Nur dan kemudian duduk di kursi yang ada di ruangan itu.


"Umiii!" teriak Liza sambil berlari menghampiri teh Zahra.


"Apa? salim dulu sama ibu dan bapak!" kata teh Zahra dan maklum didikan bagus terhadap anak,Liza langsung nurut dengan sopan mencium tangan bu Nur dan pak Bima.


"Main lagi di kamar sana!" kata teh Zahra.


"Baik umi!" Liza langsung berlari lagi ke kamarnya setelah mendengar perintah uminya.


"Sebentar ya,saya buatkan minum dulu!" kata teh Zahra.


"Ah gak usah repot repot Ustadzah,kalau boleh tahu,umi ada?" tanya bu Nur.


"Ada,umi ada! sebentar ya,saya panggilkan dulu!" jawab Teh Zahra.


"Eh kalau lagi istirahat jangan di ganggu Ustadzah!" kata bu Nur.


"Nggak kok,umi gak lagi ngapa ngapain,sebentar ya!" teh Zahra langsung pergi ke untuk menjemput umi Nurul di kamarnya.


Bersambung....


__ADS_1


Baca ya😁👆👆👆


__ADS_2