
Ibu Nuraeni dan Ayah Bima sudah berhasil di bawa ke rumah nya pada pukul satu malam menggunakan ambulan yang di sediakan oleh pihak rumah sakit.
Dirumah ayah bima juga sudah banyak orang karean mengetahui ayah Bima meninggal,tapi mereka tidak tahu kalau bu Nur juga meninggal ikut ke ayah Bima.
Bendera kuning berkibar didepan rumah ayah Bima.Hana dari tadi memang tidak berhenti nangis.Kang Hatim juga dari tadi berusaha membuat agar Hana berhenti menangis,namun bagaimana lagi,karena pasti akan sedih jika di tinggalkan oleh salah satu orang tua,apalgi seorang Hana yang di tinggalkan oleh kedua orang tuanya sekaligus.
Para tetangga mulai berdatangan untuk melayad ayah Bima sebagian tetangga ada yang ikut menangis merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Hana di tinggalkan oleh dua orang yang di sayangi paling di sayangi.Sebagian tetangga seperti hal nya ibu ibu biasa,mereka bergosip tentang penyebab kematian orang tua Hana.Ada juga yang menggosipkan tentang Hana yang jarang pulang dari pesantren dan pulang sudah menikah,maklum tetangga yang tidak tahu apa apa tapi ingin bicara.Ada yang menggosipkan kang Hatim yang memaang di sana jarang ada yang memakai sarung dan di tambah mereka membicarakan ketampanan kang Hatim
Tidak lama kemudian sebuah mobil avanza datang ke rumah ayah Bima.Mobil itu dikendarai oleh kang Roni dan di sampingnya istri kang Roni siapa lagi kalau teh Putri.Dibelakangnya ada teh Dawa teh Putri dan teh Alvi.Dan di belakangnya lagi ada kang Rahmat,kang Ahmad dan kang Asep.
Mereka turun dari mobil dengan penuh sopan santun.Para laki lakinya bersalaman terlebih dahulu pada orang orang yang ada di sana sebelum masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Kang Hatim yang melihat kakak kakaknya juga menyambut kakak kakaknya.
''Kok jenazahnya dua Tim?" tanya teh Alvi setelah masuk ke dalam rumah.
''Selamat sama ibu nya!'' jawab kang Hatim.
"Selamat sama ibunya gimana?" tanya teh Alvi.
"Innalillahi wa innailaihi rooji'uun!" kata teh Alvi,teh Putri dan teh Dawa.
"Ya sudah teh,aku minta tolong! temani Hana! Aku mau nyiapin buat pemandian dulu!" kata kang Hatim.
__ADS_1
"Ya sudah,pergi lah!'' kata teh Alvi.Kang Hatim pun pergi ke luar rumah untuk menyiapkan pemandian jenazah.Kang Hatim meminta bantuan pada pak Ardi juga pelayan yang lain yang laki lakinya,tetangga juga membantu termasuk kakak ipar kang Hatim juga ikut membantu.
"Hana!" sapa teh Alvi.Hana mendongakkan kepalanya melihat siapa yang memanggilnya karena dia kenal suara itu.
''Teh Alvi!" sapa balik Hana dan kemudian mereka berpelukan.Karena kesedihan Hana,teh Alvi juga ikut menangis ikut sedih.
"Sabar ya Hana.Kamu tidak perlu merasa tidak punya orang tua! Jangan merasa tidak punya ibu dan ayah! Ada Hatim yang bisa kamu sebagai suami dan pengganti ayah kamu! Ada kang Rahmat,kang Ahmad,kang Asep dan kang Roni yang harus kamu anggap kakak kamu sendiri dan jadikan mereka seperti pengganti ayah mu sendiri! Ada umi yang jadi pengganti ibu! Ada teh Zahra,teh Dawa,walau agak galak,itu juga kakak kamu! teh Putri yang memang gak terlalu deket sama kamu ataupun sama Hatim,tapi tetep itu kakak kamu! dan teteh yang akan selalu mendukungmu!" kata teh Alvi menghibur Hana.
mampir ygy
__ADS_1