Ustadz Muda

Ustadz Muda
#206


__ADS_3

Setelah selesai dengan urusan butik,Sesuai yang tadi dikatakan kang Hatim,mereka langsung pergi menuju makam ayah Bima dan bu Nuraeni.


Hanya butuh waktu lima belas menit di jalan menuju pemakaman umum.Hingga tak lama kemudian mereka sampai di TPU itu.


Tidak lupa Hana membeli bunga dan sebotol air untuk di makam ayah Bima dan bu Nuraeni.


"Assalamualaikum ahalad diyaar minal mu'miniina wal muslimin! Yarhamulloohul mustaqdiminia minna wal musta'khiriin!" Hana dan kang Hatim membaca doa atau membaca salam ziarah qubur.


Setelah sampai di samping makam antara ayah Bima dan Bu Nuraeni,Hana menabur bunga yang masih segar serta wangi daun pandang karena ada hadist yang artinya 'Disunahkan meletakkan sesuatu yang basah seperti pelapah kurma yang hijau dan tumbuhan wewangian (kemangi,bunga mawar).Karena ia akan memohonkan ampun untuk mayit selama masih basah(hijau atau hidup)'.


Setelah itu,Hana juga meneteskan air di atas makam ayah Bima karena ada hadistnya juga yang artinya 'Disunnahkan menyiram kuburan dengan air.Karena Nabi shallahullahu alaihi wasallam melakukan hal itu dikuburan anaknya Ibrohim' hadist riwayat Abu Daud dan dikeluarkan juga oleh imam Syafi'i di kitab al-umm.


"Allahumaj'al haadzaalmaa'abardannwasaalaamann fiiqabrihi haa wasqitsarahuu birahmatika yaa arhamarrahimin!" Hana membaca doa itu dengan pelan saat menyiram makam ayah Bima.Dan kemudian makam bu Nuraeni Hana juga membaca doa itu.


'Ya Allah jadikanlah air ini sebagai pendingin dan keselamatan di dalam kuburnya dan tuangkanlah rahmat di dalam kuburnya dengan rahmatmu wahai yang maha pengasih dari yang pengasih' Arti dari doa yang Hana baca.


"Kang!" panggil Hana.

__ADS_1


"Iya?" sahut kang Hatim yang sedari tadi dia memperhatikan istrinya sambil membaca tawasul sholawat untuk ayah Bima dan Bu Nuraeni.


"Aku boleh minta waktu gak? Lima belas menit aja!" ucap Hana.


"Apa maksudnya bi? Kan waktu akang selalu tersedia buat kamu! Bukan hanya lima belas menit! Seumur hidup waktu akang cuman buat kamu!" kata kang Hatim.


"Ish gombal!" sambil tersenyum di balik cadarnya."Aku ingin sendiri dulu! Bolehkan?" tanya Hana.


"Ouh ngerti! Ya sudah! Akang beri waktu lima belas menit aja ya,jangan lama lama! Nanti akang ke sini lagi!" jawab kang Hatim.


"Terima kasih habibi!" kata Hana.


''Udah ah! Sana pergi dulu!" kata Hana.


"Ya sudah! Aku eh aku enak akau enak akang akang ya?'' tanya kang Hatim.


"Nanti kita tanya pembaca!" jawab Hana.

__ADS_1


"Ya sudah,ana uhibbuki fillah jauzatii!" kata kang Hatim.


"Ana uhibbuka fillah aidhon jauzii!" kata Hana.


Kang Hatim tersenyum dan kemyudian sesuai permintaan Hana dia pergi meninggalkan Hana sendiri.


"Aku benar benar mencintaimu karena Allah kang!" kata Hana pelan setelah kang Hatim pergi.


"Ibu dan ayah lihat kan? Betapa romantisnya kami? Ya wwalaupun itu jarang terjadi! Ayah juga lihat kan,betapa kang Hatim menyayangi mencintaiku? Jadi gaak mungkin suami Ustadz ku itu menyakiti ku! Walau kalau ayah dan ibu tau,rasanya sakit banget! Ketika aku jadi punya musuh gara gara menikah dengan kang Hatim! Tapi bener kata Ayah dan Ibu dulu! Waktu pertama aku tahu kalau guruku itu sudah menjadi suamiku! Kata ayah,kakak kakak kang Hatim juga akan mejagaku! Ternyata benar yah,bu! Mereka semua sangat sangat padaku! Aku berasa punyaa kakak lagi!" kata Hana dengan air mata sudah menetes.


"Oh iya,tujuanku datang kesini bukan untuk menceritakan kebaikan kang Hatim! Kalau kebaikan dia mah gak ussah di ceritain lagi! Ayah dan ibu juga sudah pada tahu!" kata Hana dengan suara mulai serak.


"Selain kangen,hiks,aku pu-punya kabar bahagia buat kalian! Seandainya kalian masih bisa memeluku,menciumku,menasehaatiku,pasti kalian bakal bahagia banget! hiks,Tapi meski begitu,aku yakin ayah dan ibu masih bisa mendengarku! A-aku punya kabar yang sangat bahagia! A hiks,a-aku sudah hamil yah! hiks! A-aku hamil bu! hiks! a-aku sedang mengandung a-anak pe-pertamaku! hiks,cu-cu-cucu hiks,pe-pertama kalian!" kata Hana dan sekarang dia tidak bisa lagi berkata kata.Dia hanya ingin menangis setelah mengatakan hal membahagiaakan itu.


"A-aku yakin! hiks,pasti kalian juga bahagia!" kata Hana sambil menangis.


*Orang tua,mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa.Ibu yang mengandung anaknya selama sembilan bulan.Macam macam jeniss yang di rasakaan seorang ibu saat mengandung anaknya.Sampai makan sukaa ada rasa tidak enak.Berjalan suka susah karena ada yang mengganjal di perutnya.Saat tidur sangat sangat susah untuk menemuka posisi yang enak agar bisa tidur dengan nyaman.Seorang ibu mealhirkan anaknya dengan susah payah sampai nyawa menjadi jaminannya.Tidak cukup sampai di situ,anak itu lahir ibunya menyambut dengan bahagia dengan tangisan bahagia.Setelah dilahirkan dengan susah payah,seorang ibu pasti karena sudah kewajibannya menyusui anaknya sampai usia dua tahun.Teus tumbuh semakin dewsa tapi tetap tidak berhenti menyusahkan seorang ibu.

__ADS_1


Seorang ayah yang selalu berjuang untuk menghidupi keluarganya.Selalu berussaha membuat anaknya bahagia.Rela bekerja banting tulang demi bisa mengabulkan keinginan anaknya.Namun,sesuai kata pribahasa,seorang anak tidak akan bisa mengembalikan air susu ibunya.Bukannya beterima kasih kepada orang tua,bukannya membuat mereka bangga membuat mereka bahagia,anak itu malah tidak tahu diri.Menyakiti hati seorang ibu yang telah melahirkannya,menyakiti hati ayahnya yang selalu berjuang untuknya.


__ADS_2