
Pukul setelah dua belas malam,Hana baru selesai mandi dan memakai bajunya.Sedangkan kang Hatim sedang menikmati susu hangat nya sambil menghisap rokok di balok kamaarnya.
"Kok aku lapar ya?" tanya Hana pada dirinya sendiri sambil bercermin membenarkan kerudungnya.
Hana menghampiri kang Hatim yang ada di luar.
"Kang!" kata Hana.
"Eh bi!" dengan segera mengibas ngibaskan tangannya berusaha menghilangkan asap rokoknya.Dan setelah itu dia mematikan rokok nya juga.
"Padahal tidak usah seperti itu!" kata Hana.
"Gak baaik bi,yang hamil ngisap asap rokok!" kata kang Hatim meminum susu hangatnya.''Ada apa?" tanya kang Hatim.
"Aku lapar!" jawab Hana.
"Lapar? Emangnya tadi kamu gak makan?" tanya kang Hatim.
"Makan,tapi lapar lagi!" jawab Hana.
"Mau makan apa emang?" tanya kang Hatim.
"Dingin dingin gini enak kayanya nasi goreng pedas kang!" jawab Hana.
"Ya sudah,ayo kita bikin!" kata kang Hatim.
"Bikin apa?" tanya Hana.
"Bikin nasi goreng,masa bikin bayi! Kan udah!" jawab kang Hatim.
"Ish,itu juga terpaksa!" kata Hana.
"Masa ibadah terpaksa sih?''
"Kan tadinya gak mau mandi! Tapi gara gara akang aku jadi harus mandi!" jawab Hana.
"Kan akang ini suka kebersihan,suka wangi wangian! Nah supaya kamu bersih,wangi,terpaksa akang lakukan itu!" kata kang Hatim.
"Aku gak percaya akang terpaksa!" kata Hana.
__ADS_1
"Hhahah,ayo masuk!" kang Hatim membawa gelas susunya dan sebungkus rokok beserta koreknya masuk ke dalam kamar mendahului Hana.
"Kang mau kemana?" tanya Hana karena kang Hatim sudah menuju pintu keluar kamar.
"Bukannya mau nasi goreng?''
"Iya!"
"Ya sudah ayo!" kata kang Hatim.Hana pun mengikuti kang Hatim turun ke lantai bawah menuju dapur.
"Eh kang,Pak Yogi tidur di mana?" tanya Hana karena kamar di lantai bawah tepatnya di dapur hanya ada dua,dan itu diisi oleh bi Asih dan bi Ina.
"Didepan!" jawab kang Hatim.
"Di teras?" tanya Hana.
"Bukan,di ruangan!" jawab kang Hatim.
"Emangnya ada kasur gitu?''
"Gak ada!"
"Kan ada kursi!"
"Kenapa gaak di sini aja? Kan di atas juga masih ada dua kamar! Di dekat ruang tamu ada satu kamar tamu!"
"Yoginya gak mau!"
"Ouh,kang mau bikin nasi goreng gimana,kan nasinya juga gak ada!" kata Hana.
"Ya sudah,bikin nasi nya dulu aja!"
"Lama kang!''
"Paling empat puluh menit!"
"Keburu ngantuk!"
"Ya sudah langsung tidur aja!"
__ADS_1
"Akang ih! Emangnya gak sayang sama Sulthaan? Anak pertama akang loh ini!" mengelus perutnya.
"Sayang! Terus mau gimana?"
"Beli aja!"
"Ya sudah,kamu tunggu di sini! Akang yang beli!"
"Ikut!"
"Sudah malam bi,gak baik! Apalagi naik motor!"
"Naik mobil aja!"
"Mobilnya udah masuk garasi!"
"Tinggal keluarin lagi!"
"Ribet hubbi!"
"Nak,ternyata amma mu gak sayang kamu!" kata Hana mengelus perutnya lagi.
"Ya sudah,ayo!" kang Hatim mengambil kunci mobil dan kunci garasi mobil.
"Ayo!" dengan semangat.
"Gak pake cadar?" tanya kang Hatim.
"Ada di luar yang lagi di jemur! Sudah kering semua,kan di jemurnya juga seminggu lalu!" jawab Hana.
"Ahhhh,ya sudah terserah kamu aja!" melepaskan nafas panjang.Hana dengan semangat mengikuti kang Hatim.
"Di perempatan banyak ya,yang jualan?" tanya Hana.
"Iya! Tapi setahu akang,di sana gak ada yang jualan nasi goreng! Ada juga nasi padang samaa nasi kuning!" jawab kang Hatim.
"Nasi padang juga gak papa! Makanan yang lainnya juga banyak ya?"
"Iya!" jawab kang Hatim.
__ADS_1
"Aku juga mau beli onde onde,pisang goreng,bakwan,lontong!"