Ustadz Muda

Ustadz Muda
#63


__ADS_3

"Amiin amiin,terima kasih ya!" kata Hana.


"Sama sama!" jawab dan mereka berenam langsung berpelukan.


"Ekhem!" kang Hatim sudah ada di depan mereka yang sedang berpelukan.


"Eh kang!" mereka langsung gugup plus malu.


"Siap siap sholat maghrib!" kata kang Hatim.


"Iya kang,kami permisi,Assalamualaikum!" kata Riska mewakili ke lima temannya.


"Waalaikumusalam!" jawab kang Hatim dan Hana yang masih menunduk.


"Ayo pulang!" kata kang Hatim dan langsung pergi meninggalkan Hana.Dengan buru buru Hana langsung menyusul kang Hatim menuju rumah barunya.


Hana terkesima dengan keindahan rumah impian kang Hatim.Luarnya di cat dengan warna kuning pucat di kolaborasikan dengan warna coklat.Di dalamnya di cat dengan warna putih bersih tanpa kolaborasi dengan warna apapun.Kaligrafi kaligrafi terpajang indah di dindingnya.Mulai dari lafadz tauhid,hamdallah,tasbih,istighfar,basmallah,ayat qursi yang di buat kaligrafi itu terpajang indah.Bahkan,asama Allah yang berjumlah sembilan puluh sembilan juga terpajang tersusun di sana.

__ADS_1


Kursi di ruang tamu berwarna hijau botol di tata dengan rapih dengan meja nya yang di atasnya ada bunga indah berwarna warni.


Di ruang keluarga,ada televisi lumayan besar dengan sopa yang sama warna hijau botol.


Di dapurnya semua peralatan rumah tangga sudah siap pakai dan tersusun rapih.Bumbu bumbu juga di susun rapih di dekat kompor.


Hana terus mengikuti kang Hatim ke lantai dua,karena kamar mereka ada di sana.Menaiki tangga yang beralaskan karpet berwarna hijau tua senada dengan warna kursi dengan pegangan yang di buat dari besi alumunium.


Di lantai dua juga ada kursi dan tv dengan posisi sama seperti di bawah.Kursi yang warnanya juga sama warna hijau botol.


Berjajar empat pintu seperti di kos kosan.


"Ya paling ujung sebelah kanan,itu kamar kita,kamar utama,yang sebelahnya kamar untuk anak kita nanti,yang satunya juga kamar untuk anak kita nanti dan yang satunya yang paling ujung sana ruangan kerja buat saya!" jawab kang Hatim.


"Oooh,kalau ruangan yang di bawah tadi? aky lihat ada sekitar enam pintu!"


"Yang dua pintu keluar,ke belakang.Yang dua, yang dekat ruang tamu itu kamar tamu.Yang di ruang keluarga itu ada perpustakaan segala buku buku yang pernah saya pelajari,dan yang satu lagi itu kamar buat orang yang akan bantu bantu di rumah kita ini!"

__ADS_1


"Perpustakaan? bukannya kitab kitab akang sudah tersusun rapih di ruang keluarga menggunakan lemari kaca yang cantik?" tanya Hana.


"Iya,itu masih saya sisain untuk kitab kitab kamu,jadi jangan kamu simpan di kobong,bawa ke sini saja!"


"Ooh,iya iya!"


"Maaf ya,rumah ini gak sebesar rumah orang tua kamu!" kata kang Hatim.


"Wah ini juga sudah cukup besar kang,nyaman cantik pula!"


Kang Hatim tersenyum mendengar jawaban istri Sholehah nya itu.


"Allahuakbar Allahuakbar!" adzan di mesjid sudah berkumandang.Namun kang Hatim tidak terlalu mengenal siapa yang adzan ini.Karena biasanya kalau bukan kang Hatim yang adzan pasti mang Ujang tetangga pesantren yang suka rajin beres beres di mesjid atau tidak mang Entis.


"Ini siapa yang adzan?" tanya Hana yang memang tidak kenal dengan suara indah ini.Suaranya mengalahkan suara indah kang Hatim.


"Saya juga gak tahu,kamu mau sholat di rumah apa di mesjid?" tanya kang Hatim.

__ADS_1


"Kalau di akang ngijinin saya mau ke mesjid!" kata Hana.


"Ya sudah ayo,saya penasaran sama yang adzan ini!"


__ADS_2