Ustadz Muda

Ustadz Muda
#159


__ADS_3

Seorang santriawati mengangkat tangan.


"Sok,perkenalkan diri!" kata Aang Kafi.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" kata santriawati itu.


"waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh!" jawab semua orang.


"Kenalkan,nama saya Lisna,saya ingin bertanya,apa definisi dari tasawuf Ustadz? sekian terima kasih!" tanya Santriawati yang bernama Lisna itu.


"Nah,silahkan di jawab Ustadz!" kata Aang Kafi.


"Gini ya,tapi maaf sebelumnya jika saya salah,dan jika salah tolong di betulkan ya!tasawuf adalah ilmu yang mengajarkan ilmu cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlak, membangun lahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi!"


"Nah gitu,paham neng Lisna?" tanya aang Kafi.

__ADS_1


"Paham Ang!" jawab Lisna.


"Selain mendalami tasawuf,Ustads Hatim juga menguasai ilmu nahwu,sorof,bayan,ma'ani dan lain lain,apalagi fikih!" kata Aang Kafi.


"Ah gak gitu juga ang!" kata kang Hatim dengan malu karena terus di puji.


"Sekarang kalian harus bertanya tentang fikih ya!" kata aang Kafi.


"Saya mau bertanya ang!" seorang santriawati lagi yang mengangkat tangan.


"Sok!" kata aang Kafi.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!"


"waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh!" jawab semua orang.

__ADS_1


"Oke ,Bismillaahirrahmaanirrohiim,dalam kitab i'anah tholibin juz awal atau kitab sarah


qirotul ain,atau bisa juga di sebut kitab fathul muin di katakan,jika kita ingin membersihkan najis di pakaian kita dengan air sedikit,maka kita tidak boleh si najis yang datang ke air sedikit seperti pakaian yang kena najis itu di celupkan ke dalam ember,kan air dalam ember kurang dari dua kulah.Jika seperti itu,maka airnya yang akan jadi najis dan pakaian kita tetap tidak menjadi suci! terus,bagaimana cara agar bisa suci dengan air satu ember atau air sedikit yang kurang dari dua kulah? maka harus air yang mendatangi najis! bagaimana caranya? dengan cara di siramkan air kecil itu ke pakaian kita yang terkena najis,nah maka jika sudah bersih jadilah si pakaiannya itu suci!" jawab kang Hatim menjelaskan.


"Ustadz saya mau nanya!" seorang santriawan mengacungkan tangan.


"Boleh silahkan!" kata kang Hatim.


"Bagaimana kalau pakaian kita yang kena najis kita sudah di cuci beberapa kali,tapi gak bersih bersih?" tanya santriawan itu.


"Salam dan perkenalan dulu atuh,gak sopan!" kata Aang Kafi.


"Oh iya Ang maaf lupa,assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,kenalkan Ustadz saya Rifal!" kata santriawan itu.


"Baik,kita jawab ya,jika kita punya pakaian terkena najis,seperti najis tai ayam,sudah kita cuci beberapa kali tapi gak bersih! bagaimana? apa selamanya pakaian kita yang terkena tai ayam itu jadi najis? jawabannya tidak! terus bagaimana? nah jika pakaian kita itu sudah di cuci beberapa kali,tapi misalkan warna si najisnya itu warna hitam,nah si warna najisnya itu tidak hilang,sedangkan bau dan rasanya hilang maka pakaian kita yang terkena najis itu sudah suci.Bagimana kalau warna dan rasanya hilang,tapi baunya masih ada? itu juga suci! bagaimana kalau warna dan baunya hilang tapi saat di jilat masih terasa pahit misal,atau masam? nah itu juga suci.Beda lagi kalau hanya satu yang hilang,misal hanya rasanya saja yang hilang,maka itu belum suci!" jelas kang Hatim.

__ADS_1



*kitab i'anah thalibin


__ADS_2