Ustadz Muda

Ustadz Muda
#127


__ADS_3

"Yah,saya pamit dulu ya,ada jadwal ngajar!" kata kang Hatim.


"Oooh iya iya!" jawab ayah Bima.


Hana dan bu Nur sedang memasak di dapur sesuai rencana.Hana sambil belajar.Karena ayah Bima sendirian,akhirnya ayah Bima juga ikut gabung di dapur.


"Ayah,kenapa ke sini?" tanya Hana.


"Habisnya di ruang tengah gak ada orang!" jawab ayah Bima.


"Lah,emangnya kang Hatim kemana?" tanya Hana.


"Katanya mau ngajar,barusan habis sholat ashar dari mesjid terus nganterin ayah ke sini berangkat lagi langsung!" jawab ayah Bima.


"Oh iya ya,sekarang jadwal kang Hatim ngajar!" kata Hana.


"Kamu gak ikut ngaji?" tanya bu Nur.


"Biasanya aku suka ikut ngaji,tapi hari ini kan ada ibu sama ayah,masa aku tinggal!" jawab Hana.Bu Nur dan ayah Bima hanya tersenyum.


🦚🦚🦚


"Baik,hari ini tidak ngaji dulu ya,kalian semua juga sudah tahu besok akan ada acara dan itu adalah alasan saya membuat dekorasi yang di samping mesjid!" kata kang Hatim.


"Nah,di karenakan akan ada acara,mungkin saya akan minta keikhlasan kalian untuk membantu proses berjalannya acara itu! bagaimana? bisa?" tanya kang Hatim.

__ADS_1


"Bisaa!" jawab semua santri.


"Nanti malam juga ngaji akan di liburkan karena mungkin saya dan kakak kakak saya juga butuh persiapan!" kata kang Hatim.


Para santri serius mendengarkan tidak ada satupun yang berani memotong.


"Nah,saya minta tolong agar kalian membantu saya! besok seperti biasa kalian bangun sholat tahajud,terus sholat subuh nah setelah itu langsung ke rumah umi,saya sudah siapkan baju seragam untuk kalian pakai di acara besok! bukan hanya baju,lengkap dengan kerudung nya juga!" kata kang Hatim.


Sebagian santri langsung ada yang bisik bisik.Mungkin karena senang akan di bagi baju baru gratis.


"Jangan lupa sebelum memakai baju baru itu,kalian mandi dulu!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab para santri.


"Sudah mandi,kalian pakai baju itu dan dandan kalau mau,tapi kalau menurut saya jangan,karena kalian harus pakai cadar! jadi buat apa dandang juga karena tidak akan kelihatan tertutup oleh cadar! tapi terserah!" kata kang Hatim.


"Masih teh Hana kang!" jawab sebagian santri.


"Ya sudah,kalau gitu ganti! mau di tunjuk apa mau daftar?" tanya kang Hatim.


"Ditunjuk!" jawab semua santri kompak.


"Baik,kalau gitu saya tunjuk Maya,Ros dan Riska menemui teh Alvi di rungan saya! nanti di tes dulu sama teh Alvi! dan yang lulus itu yang jadi rois!" kata kang Hatim.


"Siap?" tanya kang Hatim.

__ADS_1


"InsyaAllah kang!" jawab Maya,Ros juga Riska dengan ragu ragu.


"Nah,setelah ketemu siapa yang akan jadi rois nanti,saya langsung kasih tugas supaya membagi bagi tugas untuk acara besok!" kata kang Hatim.


"Ada yang mau di tanyakan?" tanya kang Hatim.


Ros mengangkat tangannya menandakan bahwa ia ingin bertanya.


"Silahkan!" kata kang Hatim.


"Tugasnya apa saja ya kang?" tanya Ros.


"Oh iya,tugasnya,yang pertama pendamping pengantin,maksunya pendamping pengantin wanita! kalian harus bersedia melayani jika di minta,yang kedua,konsumsi! menurut saya bagian konsumsi yang paling enak! bisa makan sepuasnya! tapi jangan! soal makan,kalian jangan nunggu di suruh makan! saat lapar,kalian langsung makan! tidak perlu ijin! mau makan berapa banyak juga tidak masalah! namun ingat,Allah tidak suka yang berlebihan! paham?" tanya kang Hatim.


"Paham!" jawab semua santri.


"Untuk bagian konsumsi sepuluh orang ya,nanti akan di bantu oleh santri laki laki Baitussalam awal dan di bantu juga oleh bi Ani! Tapi ingat,kalian harus tetap menjaga jarak dengan santri baitussalam awal! jangan genit genit sama laki laki!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab para santri.


"Yang ketiga,ada yang bagian nyambut tamu! ingat satu hal juga! tamu laki laki,mau itu masih bujang,atau sudah duda,apalagi sudah punya istri jangan di sambut oleh kalian,suruh santri baitussalam awal yang sambut!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab para santri.


"Mungkin itu saja! nanti biar teh Zahra atau teh Putri yang ngatur lagi! ada lagi yang mau di tanyakan?" tanya kang Hatim.

__ADS_1


Para santri tidak ada yang mengangkat tangan ataupun yang berbicara.


"Ya sudah,saya rasa sudah cukup! sekian,mohon maaf bila ada kesalahan bicara,wassalamualaikum wr wb!"


__ADS_2