Ustadz Muda

Ustadz Muda
#143


__ADS_3

Ba'da isya,lingkungan pesantren Baitussalam sani sudah hampir penuh dengan ratusan orang yang sengaja datang untuk mengikuti pengajian dan majlisan yang di adakan oleh kang Hatim.


Kebanyakan yang datang ke Baitussalam sani untuk majlisan itu adalah santri laki laki yang berambut gondrong gondrong.


Sebagian ulama yang sengaja di undang untuk mengisi acara tausiah juga sudah datang.Dan ulama ulama yang di undang untuk menghadiri acara itu juga sudah sebagian datang.


Kang Hatim mengundang khusus lima belas orang untuk menjadi penceramah.Tiga orang habib,lima orang gus,dua orang abuya,lima orang ulama yang tidak bisa di sebut habib namun ilmunya tinggi.


Majlis Az-Zahir pimpinan Habib Ali Zainal Abidin juga masih melantunkan sholawat sholawat nabi.



*SuasanaDiMajlisanDiPesantrenBaitussalamAwal


Para tamu tamu undangan istirahat di rumah umi sebelum naik ke podium.Di temani kang Asep,kang Ahmad,kang Rahmat dan kang Roni.Sedangkan kang Hatim sedang istirahat di rumahnya bersama istri tercinta.


"Bi,kamu lapar gak?" tanya kang Hatim.


Mereka sedang duduk di tepi ranjang berdampingan.


"Nggak!" jawab Hana.


"Kok akang lapar ya?" tanya kang Hatim konyol.


"Kan baru makan sekali!" jawab Hana.


"Masa?" tanya kang Hatim.


"Iyaa,mau makan?" tanya balik Hana.


"Sepertinya mau bi!" jawab kang Hatim.

__ADS_1


"Ya sudah,aku buatkan telur dadar aja mau?" tanya Hana.


"Boleh!" jawab Kang Hatim.


"Ya sudah,temani aku ke dapur!" ujar Hana.


"Temani?" tanya kang Hatim.


"Iyaa,kan di bawah banyak orang!" jawab Hana.


"Kan di luar!" kata kang Hatim.


"Kalau ada yang masuk gimana?" tanya Hana.


"Ya sudah ayo!" jawab kang Hatim dan mendahului Hana keluar dari kamar dan turun.


Hana mengikuti kang Hatim turun ke bawah dan langsung menuju dapur.


"Gak,mau pasak kan kamu saja! tidak apa telur juga!" jawab kang Hatim.


"Tunggu sebentar kalau gitu!" kata Hana dan mengambil telur dari dalam kulkas dan di masak.


Tidak lama kemudian,Hana selesai masak dan dia hidangkan telur dadar di atas piring dengan nasi.


"Kamu juga ikut makan bi!" kata kang Hatim.


"Gak ah,aku gak lapar!" ujar Hana.


"Ayolah bi,gak enak kalau makan sendiri!" kata kang Hatim sambil menatap ke arah Hana dengan tatapan berharap.


"Gak ngaruh kang,makan sendiri sama makan berdua atau lebih itu sama saja!" kata Hana.

__ADS_1


"Bi,duduk dulu sini!" sambil menarik pelan tangan Hana.Hana pun duduk di atas kursi berdampingan dengan kang Hatim.


"Lepas dulu cadarnya!" kata kang Hatim.


"Gak mau,takut nanti ada yang tiba tiba masuk!" jawab Hana.


"Ya sudah,tunggu sebentar!" kata kang Hatim sambil berdiri dan berlari.Beberapa detik kemudian.


"Sudah akang kunci!" kata kang Hatim.


"Lah,kenapa di kunci?" tanya Hana.


"Biar gak ada yang ganggu kita,kan sekarang malam pertama kita bi!" jawab kang Hatim.


"Malam pertama? bukannya udah kesekian malam ya?" tanya balik Hana.


"Anggap aja malam pertama bi!" sambil sedikit tertawa.


"Terserah akang aja dah,yang penting akang bahagia!" kata Hana.


"Kamu mau akang bahagia?" tanya kang Hatim.


"Iyaa!" jawab Hana.


"Tapi aku maunya bahagia sama kamu!" kata kang Hatim membuat Hana tersipu.


Bersambung...


Maaf teman teman,Author baru up.Hari senin minggu kemarin nenek buyut Author meninggal,jadi Authornya sibuk banyak kerjaan yang lain.Dan hari ini juga baru beres tahlilan selama tujuh hari setiap ba'da ashar nendoakan Almarhumah.


Khusushon Almarhumah Ma Kiroh binti Bapak Aceng,Al-Fatihah....

__ADS_1


__ADS_2