
"Kalau mau beli makanan makanan yang lainnya besok aja bi!" kata kang Hatim sambil masuk ke dalam garasi,lebih tepatnya halaman rumah teh Dawa.
"Mau sekarang!" kata Hana.
"Emangnya mau di makan malam ini juga?" tanya kang Hatim.
"Iya! Kalau bisa! Kalau gak bisa tinggal buat besok pagi juga gak akan basi!" kata Hana.
"Terserah kamu aja bi!" kata kang Hatim dan masuk ke dalam mobilnya.Beberapa detik kemudian,mobil kang Hatim keluar dengan lampu dan mesin sudah menyala tentunya.
"Ayo masuk!" kata kang Hatim dari kaca samping mobil yang dia buka.
"Gak di bukain?" tanya Hana.
"Ya Allah!" kata kang Hatim setelah membuang nafas panjang dan turun daari mobilnya.Berjalan memutar untuk membukakan pintu.
"Silahkan masuk!" kata kang Hatim sambil menundukkan badannya.
"Terima kasih!" kata Hana.Dan dia pun masuk.
"Hati hati kejedot!" kata kang Hatim.
"Nggak kok!" jawab Hana sudah duduk.
"Awas tangan,kaki,rok,mau nutup pintu!"
"Sok!" kata Hana.
Kang Hatim mau kembali masuk ke dalam mobil,namun ada yang memanggilnya.
"Hatim!"
"Iya teh?"
__ADS_1
"Mau kemana malam malam?'' tanya teh Dawa yang baru keluar dari rumahnya karena mendengar suara kang Hatim dan Hana mengobrol di tambah suara mobil kang Hatim yang di stater.
"Hubbi ngidam!" jawab kang Hatim.
"Hubbi? Hubbi siapa?"
"Hana!" jawab kang Hatim.
"Ngidam apa emangnya? Ngidam jalan jalan malam?" tanya teh Dawa.
"Bukan!"
"Ngidam ngerepotin kamu?"
"Sepertinya begitu juga!" jawab kang Hatim.
"Ngidam apa?" tanya teh Dawa.
"Pengen nasi goreng!" jawab kang Hatim.
"Gak ada nasinya! Mau masak dulu nasinya,gak mau lama!"
"Ya sudah,sana pergi kalau gitu,jangan lama!" kata teh Dawa.
"Iya!"
"Hana sama siapa di rumah?"
"Dia ikut! Di dalem! Suruh nunggu gak mau!" jawab kang Hatim.
"Ya sudah,turuti saja apa mau istrimu,biasanya itu bawaan bayi! Nikmati perjuangannya!"
"Iya! Aku pergi dulu ya! Maaf sudah mengganggu!" kata kang Hatim dan mencium tangan tah Dawa.
__ADS_1
"Ya sudah,hati hati di jalan! Jangan galak sama istri!"
"Ya gak lah,kan aku sayang sama dia!" kata kang Hatim.
"Bagus kalau gitu!"
"Assalamualaikum!" kata kang Hatim.
"Waalaikumussalam!" jawab teh Dawa.
"Teh Dawa keganggu ya?" tanya Hana setelah masuk ke dalam mobil.
"Nggak,dia emang belum tidur!" jawab kang Hatim memasang sabuk pengaman.
"Pasangin!" kata Hana dengan manja.
"Baik nyonya!" kata kang Hatim.
Cup,Hana mencium pipi kang Hatim saat kang Hatim mengambil tali sabuk pengaman itu dan pipi kang Hatim ada di depan wajah Hana membuat kang Hatim kaget dan senang.Karena sangat jarang Hana berani seperti itu.Bahkan sedang bercinta sekalipun.
"Lagi lagi!" kata kang Hatim malah mendekatkan lagi pipinya.
Cup,Hana mencium pipi kang Hatim lagi.
"Ternyata sekarang sudah gaak malu ya,padahal teh Dawa di luar lihat!" kata kang Hatim sambil mengunci sabuk pengaman itu.
"Gak mungkin,kan kaca mobil ini kalau di lihat dari luar gelap!"
"Kata siapa? Tembus pandang dari luar juga!" kata kang Hatim.
"Ih masa sih?"
"Iya!" pipi Hana memerah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
"Tapi akang seneng kok! Lain kali kalau ke mana mana kamu harus cium pipi suamimu dulu!" kata kang Hatim.
"Udah ah,ayo jalan! Aku lapar banget!" kata Hana mengalihkan topik.Kang Hatim pun menjalankan mobilnya dan menyalakan klason mobil karena teh Dawa masih di teras rumahnya.