Ustadz Muda

Ustadz Muda
#229


__ADS_3

"Ya sudah kalau begitu! Terus masalah buka saurnya gimana?" tanya kang Hatim.


"Untuk bukanya,sesuai kesepatakan,semua satri,laki laki dan perempuan buka di sini! Dan kalau untuk saurnya,karena kasian kalau subuh subuh harus ke sini dari baitussalam awal,jadi untuk santri laki laki,saurnya di baitussalam awal aja!" jelas teh Dawa.


"Terus untuk pengajarnya?" tanya kang Hatim.


"Pengajarnya hanya,Kyai Rahmat Wijaya Asy-Syuja',Kyai Asep Rizal Zailani,Kyai Roni As-Roni As-Sudais dan kamu Kyai Muhammad Hatim Husni Abdurahman!" jawab teh Dawa.


"Kok kang Ahmad tidak?" tanya kang Hatim.


"Gak bisa ah!" jawab kang Ahmad.


"Yeh,gak mau ah! Kang Ahmad juga harus ikut ngajar!" kata kang Hatim.


"Gini Tim,kang Ahmad akan ada yang harus dia urus! Dan kan ngajinya akan di bagi empat waktu! Pagi,siang,sore,dan malam! Jadi yang ngajarnya juga empat!" kata teh Dawa.


"Jadi ngajinya setiap orang punya waktu?" tanya kang Hatim.


"Iya,nah spesial buat kamu! Karena Hana lagi haamil,kamu mau milih waktu yang mana?" teh Dawa.


"Gimana bi?" tanya kang Hatim.


"Terserah akang aja!" jawab Hana.


"Ya sudah,aku siang aja deh! Habis dzuhurkan?"


"Iya habis dzuhur! Sampai ashar!" jawab teh Dawa.

__ADS_1


"Ya udah,siang aja!" kata kang Hatim.


"Kang Roni harus malam!"


"Eh kenapa?" tanya teh Alvi.


"Biar lama!" jawab kang Hatim.


"Siaplah mau malam mau siang mau pagi juga!" kata kang Roni.


"Ya udah,deal ya,Roni malam! Asep sama kang Rahmat gimana?" tanya teh Dawa.


"Aku sore! Asep pagi!" jawab kang Rahmat.


"Kamu mah milih yang gak lamanya!" kata teh Dawa.


"Emangnya ashar sampai jam berapa?'' tanya kang Hatim.


"Yah,kalau gitu aku aja yang ashar ah!" kata kang Hatim.


"Eh gak bisa gak bisa!" kata kang Rahmat.


"Ya udah deh gak papa,terus kitabnya gimana?" tanya kang Hatim.


"Terserah yang ngajar! Tapi sesuaikan sama waktu! umi yang putuskan!" jawab teh Dawa.


"Gini,pagi boleh sampai ngaji maksimal lima kitab! Siang empat atau tiga kitab maksimal! Kalau sore dua kitab aja! Terus kalau malam,sama seperti pagi! Maksimal lima kitab! Tapi kitab yang mau di kajinya terserah kalian aja!" kata Umi Nurul.

__ADS_1


"Kitabnya tentuin sekarang! Asep mau ngaji kitab apa aja?" tanya teh Dawa.


"Apa ya,yang gampang aja deh,safinah,tijan,majmu'at rosail, imrity sama kifayatul atckiya!" jawab kang Asep.


"Okey fiks ya,terus Hatim,kamu mau ngaji apa?" tanya teh Dawa.


"Taisirul kholaq,jauhar tauhid,sama nadzom maqsud aja!" jawab kang Hatim.


"Kang Rahmat?"


"Akhlaq Banin sama ta'limu ta'lim!" jawab kang Rahmat.


"Roni?''


"Sulam munajat,sulam taaufiq,taqrib,jauhar maknun sama mukhtasor safi!" jawab kang Roni.


"Nah berarti fiks ya,semoga apaa yang di rencanakan bisa berjalan dengan lanacar!" kata teh Dawa.


"Ada tugas tambahan buat Hatim dan Alvi!" kata teh Zahra.


"Apa?'' tanya kang Hatim dan teh Alvi bersamaan.


"Cie kompak!" kata teh Dawa.


"Gak sengaja!" kata kang Hatim.


"Kalian harus buat proposal buat permintaan bantuan dana! Untuk acara memperingati isra mi'raj dan imtihan!" kata teh Zahra.

__ADS_1


''Gampang lah itumah!" kata kang Hatim.


*Minggu,03 Juli 2022


__ADS_2