Ustadz Muda

Ustadz Muda
#198


__ADS_3

Jam delapan pagi,Hana dan kang Hatim sudah siap siap dengan pakaian rapih khas mereka.Kalau Hana seperti biasa memakai gamis syar'i warna biru muda,kerudung coklat dan cadar biru muda sewarna dengan bajunya.Sedangkan kang Hatim memakai sarung coklat sewarna dengan kerudung Hana dan bajunya juga biru muda seperti warna baju Hana.


"Kayanya akang gak pantes deh pakai baju ini!" kata kang Hatim masih di depan cermin.


"Pantes kok! ukurannya juga pas!" kata Hana.


"Bukan ukurannya bi,warnanya! gak terlalu cerah?"


"Nggak! kan biar samaan sama baju aku kang! biar lucu!" kata Hana.


"Ya sudah lah!" membuang nafas panjang.


"Ayo berangkat!" kata Hana langsung mengaitkan tangannya di tangan kang Hatim.


"Ayo!" kata kang Hatim.Merekapun keluar dari kamar dan turun ke lantai satu.


"Bi Mar,aku berangkat dulu ya!" kata Hana.


"Iya non! hati hati!" kata Bi Mar.


"Assalamualaikum!" kata Hana dan kang Hatim hanya mangut dan tersenyum sambil melanjutkan perjalanan.


Hari ini kang Hatim dan Hana akan pergi ke kantor ayah Bima untuk mengurus ini itu dan merencanakan bagaimana kedepannya.

__ADS_1


Hari ini kang Hatim tidak menyetir sendiri tapi menggunakan pak Yogi untuk menyetir namun tetep menggunakan mobil kang Hatim walau masih ada mobil mewah milik ayah Bima selain yang rusak akibat kecelakaan kemarin.


"Sudah siap pak?" tanya kang Hatim.


"Sudah kang!" jawab pak Yogi dengan buru buru membukakan pintu untuk kang Hatim dan Hana masuk.


"Silahkan!" kata pak Yogi setelah membuka pintu belakang mobil.


"Ah iya,terima kasih!" kata kang Hatim dan langsung masuk diikuti Hana setelahnya.


"Mau langsung ke kantor atau mau ke mana dulu?" tanya pak Yogi setelah menjalankan mobilnya keluar gerbang rumah.


"Bi,kamu mau ke mana dulu?" tanya kang Hatim.


"Langsung aja ke kantor!" jawab Hana.


"Pak Yogi,apa pak Imron masih kerja jadi asisten ayah?" tanya Hana.


"Tidak non! Pak Imron sudah di ganti pensiun! di gantikan putranya pak Arjuna Djayadinata!" jawab pak Yogi.


"Arjuna?" tanya Hana.


"Iya non! anak sulungnya!" jawab pak Yogi.

__ADS_1


"Tapi apa kerjanya sama seperti pak Imron?" tanya Hana.


"Kalau itu saya kurang tahu non! Tapi saya denger dari tuan Bima dan karyawan karyawan lain katanya kerja pak Arjuna walau masih muda sudah sangat bagus! Bahkan kata orang lebih bagus dari ayah nya!" jelas pak Yogi.


"Masih muda?" tanya Hana.


"Iya non! baru dua puluh satu tahun!" jawab pak Yogi.


"Oouh gitu!" Hana mengangguk angguk mengerti.


"Iya non!"


"Tapi apa masih banyak karyawan yang dulu?" tanya Hana.


"Masih ada non! cuman banyak juga yang baru!" jawab Yogi.


"Oh iya non! non tahu gak kalau ibu baru membuka butik?" tanya pak Yogi.


"Butik? nggak tuh! aku gak tahu!" jawab Hana.


"Iya non! Jadi ibu itu baru membuka butik! baru kemarin lusa baru gunting pita!" kata pak Yogi.


"Tapi kok aku gak di kasih tau ya?" tanya Hana.

__ADS_1


"Yang saya tahu,ibu memang sengaja gak kasih tahu non Hana! Butik itu juga kalau saya dengar memang sengaja di buat untuk anak pertama non Hana!" kata Yogi membuat Hana terharu.


Ya Allah,ibu sudah mengharapkan aku punya anak! bahkan ibu sudah menyiapkan rizki untul anakku! Tapi engkau ya Allah,yang punya rencana lebih indah.Kata hati Hana.


__ADS_2