
"Cie cie bibi Hana! asalnya manggil neng Sri karena kebelet cinta sama neng Sri!" kata Asnafi meledek Zulfi di hadapan ibunya.
"Apaan sih!" kata Zulfi dengan wajah malu dan kesal.
"Apaan apa? kan kamu dulu emang ngincer Farhana!" kata Asnafi.
"Nggak ah!" Zulfi terus mengelak.
"Kan kamu pernah curhat Fi!" kata Asnawi.
"Ya sudah,kamu aja Taufiq yang panggil!" kata teh Dawa.
"Baik bu!" jawab Taufiq.
"Zulfi ibu tunggu di rumah!" kata teh Dawa sambil balik badan dan pergi kembali ke rumah.
"Tuh kan,gara gara kalian! pasti di marahin!" kesal Zulfi dan yang lainnya malah tertawa.
"Ya sudah,sama ke rumah,aku mau ke rumah paman Hatim!" kata Taufiq.
"Iyaa!" kata Zulfi.
Sesampainya di rumah paman Hatim atau kang Hatim,Taufiq agak ragu untuk mengetuk pintu.
Tok tok tok
__ADS_1
"Assalamualaikum!" Taufiq agak berteriak.
"Paman!" panggil Taufiq dengan berteriak lagi tapi tidak ada jawaban.
"Assalamualaikum!" teriak Taufiq dan masih tidak ada jawaban.
"Mungkin paman Hatim masih tidur! gak enak ah!" Taufiq dengan buru buru kembali pergi takut mengganggu kang Hatim yang menurutnya masih tidur.
HaTim (Hana dan Hatim)
"Emh!" Hana mencoba membuka matanya yang memang terasa berat.Dia mencoba menggerakkan tangannya.
"Astaghfirullah!" Hana mengerjap kaget dan dia tidak lupa membaca doa bangun tidur.
Hana melihat ke arah kang Hatim dan memandang wajah damainya saat tidur.Dengan lembut Hana mengelus pipi putih kang Hatim sambil tersenyum senyum.
"Apa yang kamu lakukan hubbi?" tanya kang Hatim dengan suara serak dan mata masih tertutup.
"Ah apa? nggak kok! aku gak melakukan apa apa!" jawab Hana sambil menarik tangannya dari wajah kang Hatim.
"Kalau kamu suka gak apa apa kok bi,lanjutkan saja!" kata kang Hatim masih belum membuka matanya.
"Nggak kok,aku mau mandi dulu ah!" Hana mau bangun namun tangannya di tarik oleh kang Hatim hingga Hana jatuh kembali berbaring.
"Kamu cantik bi!" kata kang Hatim sambil memandang wajah kaget Hana.
__ADS_1
"Apaan sih?" risih Hana.
"Apaan apaan,di puji bukannya seneng malah marah marah!" kata kang Hatim.
"Akang juga tampan!" kata Hana membuat kang Hatim yang tadinya sudah pasang muka kesal menjadi tersenyum manis lagi.
"Mau mandi?" tanya kang Hatim setelah selesai sesi pandang memandang.
"Iyaa!" jawab Hana.
"Ini jam berapa si?" tanya kang Hatim mencari hand phone nya.
"Jam sepuluh lebih!" jawab Hana yang melihat jam dinding.
"Masih pagi! tidur lagi aja yu!" ajak kang Hatim sambil kembali memeluk Hana seperti awal tidur.
"Lepasin ah,aku mau mandi!" Hana berusaha berontak berusaha melepaskan pelukan kang Hatim.Bukannya di lepas,kang Hatim malah memperat pelukannya membuat Hana semakin susah untuk melepaskan pelukan itu.
"Kang lepasin!" rengek Hana.Kang Hatim malah pura pura mendengkur.
Bersambung...
Author mau tanya,apa kalian sudah tahu siapa aja anak anak dari kakak kakak kang Hatim mulai dari anak teh Dawa dan teh Alvi? dan apa kalian sudah tahu berapa umur mereka?
tolong jawab di komentar ya...Atau gak di story ig/fb Author syiba...Soalnya ini penting untuk Author supaya bisa ngatur ngatur nya....
__ADS_1