Ustadz Muda

Ustadz Muda
#214


__ADS_3

Setelah mendapat izin kang Hatim,Hana dengan senang hati dan bersemangat untuk menemui teman temannya.Saat masuk pintu dapur umum,para santri langsung ribut.


"Itu teh Hana!"


"Teh Hana datang!"


"Teh Hana tuh!"


"Teh Hana! teriak Maya sambil buru buru menghampiri Hana dengan merentangkan tangannya.Diikuti Ros,Maya,Rika,Riska dan Naya sahabat terdekat Hana.


Mereka berpelukan bersama melepas kerinduan satu sama lain.Tidak lama,mereka melepaskan pelukannya.


"Ayo duduk duduk!" kata Ros menyiapkan kursi untuk Hana.


"Terima kasih!" kata Hana dan duduk di kursi yang telah di siapkan.


"Mau minum?" tanya Rika.


"Tidak tidak!" jawab Hana.


"Mau makan?" tanya Naya.


"Gak juga!" jawab Hana.


"Terus,mau apa dong?" tanya Maya.


"Gak mau apa apa! Aku ke sini hanya main aja! Kangen sama kalian!" jawab Hana.


"Emmm teh Hana! Kami juga kngen sih! Kangen banget!" jawab Maya mewakili.


"Eh,selamat ya teh! Aku bakal jadi kakak yang paling imut!"kata Riska.


"Apaan kakak? Tante kamu mah!" kata Maya.


"Ih gak mau ah! Mau kakak aja!" kata Riska.


"Emangnya kamu anak teh Hana dan kang Hatim?" Rika.


"Iya!" jawab Riska.


"Idih,amit amit ya teh punya anak kaya dia!" kata Rika.


''Kan bener,aku anak didik teh Hana dan kang Hatim!" kata Riska.

__ADS_1


"Emangnya kalian mau di panggil apa?" tanya Hana.


"Fiks,aku kakak aja! Lagian kan kau masih muda,masih pantes lah di sebut kakak sama si bayi nya teh Hana!" kata Riska.


''Emangnya umur kamu berapa?" tanya Hana.


"Aku baru tujuh belas tahun!" jawab Riska.


"Iya deh boleh! Nnati kamu di panggil kakak sama si baby!" kata Hana.


"Kalau gitu,aku juga mau dong! Masa tante! Biar gak keliatan tua!" kata Maya.


"Tadi aja ngeledek!" kata Riska sinis.


"Iya deh,nanti anakku manggil kalian semua kakak aja ya,kalau gak teteh!" kata Hana.


"Teh,inikan anak pertama ya,gak takut teh?" tanya Ros.


"Takut apa?" tanya balik Hana.


"Ya taku sakit gitu nanti pas melahirkan,atau takut apa gitu!" jawab Ros.


"Jujur sih,kalau melahirkan ada rasa takut! Tapi ya gimana lagi,kan kita sebagai wanita memang sudah ditakdirkan,sudah di tugaskan untuk melahirkan! Jadi kita harus melawan rasa takut itu!" jawab Hana.


''Apa teh gak mual mual teh? Atau pusing gitu,atau gak mau makan gitu,atau jadi banyak makan gitu? Maksudnya,ada perubahan gak?" tanya Naya.


"Sampai saat ini sih gak ada,semoga saja tidak!" jawab Hana.


"Gak apa teh?" tanya Naya.


"Gak ada perubahan apa apa! Gak mual mual juga! Malah kang Hatim yang banyak berubah sejak tahu aku hamil!" jawab Hana.


"Berubah gimana teh? Jadi ultramen gak?" tanya Maya.


"Apaan sih,ya nggak lah!" jawab Hana dengan senyumannya.


"Terus berubah gimana?" tanya Maya.


"Yaaa,kang Hatim jadi lebih perhatian gitu,dan yang aku rasakan,dia semakin dewasa dalam menyikap hal apapun! Kecuali kalau dekat sama teh Alvi! Tiba tiba rubah jadi kaya anak kecil!" jawab Hana.


"Ih lucu deh! Jadi pengen nikah!" kata Maya.


"Kenapa gak nikah aja? Kan sudah cukup umur!" kata Hana.

__ADS_1


"Dia nunggu kang Zulfi teh! Tiap haari siang malam,pagi sore pasti bicarain kang Zulfi!" jawab Ros.


"Nunggu? Emangnya sudah yakin Zulfi bisa di tunggu? Kalau dia punya orang Tasik gimana?" tanya Hana.


"Iya teh,sudah aku bilangan juga gitu! Jangan ngarep! Susah di bilangin! sama kaya Riska!" kata Ros.


"Emangnya Riska mau sama siapa?" tanya Hana.


"Kalau teh Maya mau sama kakaknya,aku sama adiknya aja teh!" jawab Riska.


"Astaghfirullah!" Hana geleng geleng kepala dan teman temannya tertawa.


"Kalau Ros,Rika sama Naya gimana?" tanya Hana.


"Eh teh Hana belum tahu ya,waktu teh Hana di Jakarta kemarin,Ros di lamar sama kang Roni buat santri baitussalam awal!" jawab Maya.


"Masya Allah gak nyangka banget! Siapa orangnya?" tanya Hana.


"Di panggilnya sih ibnu Abdillah Jamaludin,di panggil Ibnu!" jawab Maya.


"Ibnu Abdillah Muhammad Jamaludidinibni 'Aqil! Pengarang kitab Alfiyyah!' kata Hana.


"Nah iya bener teh! Aku denger dia mendapat nama itu dari kang Roni karena dia pinter banget Alfiyyah! Hafal aja udah keren,inimah selain hafal,dia juga faham sama maknananya!" kata Maya.


"Ooouh hebat hebat!" kata Hana.


"Dia rois di baitussalam awal teh!" kata Naya.


"Oouh,nama aslinya siapa?" tanya Hana.


"Siapa Ros? Lupa lagi aku!" kata Maya yang sudah menarik nafas dan siap menyebutkan nama calon Ros tapi lupa lagi.


"Lucky Al-Farizi!" jawab Ros dengan malu malu.


''Umurnya?'' Hana.


"Dua puluh lima!" jawab Ros.


"Ooh,diterima?" tanya Hana.


"Belum!" jawab Ros.


"Ros nya udah mau,tinggal minta restu orang tua nya aja!" kata Maya.

__ADS_1


"Syukurlah,semoga emang jodoh ya!'' kata Hana.


__ADS_2