
"Langsung pulang kang?" tanya Hana saat masih di perjalanan.
"Ke Baitussalam awal dulu! Di depan akan ada banyak tukang makanan,ada yang mau di beli gak?" tanya kang Hatim.
"Gak ada!" jawab Hana.
"Ya sudah!" kata kang Hatim.
Mobil sedang melintas di keramaian orang orang yang mungkin sedang jalan jalan sore.Gerobak berjajar di pinggir jalan.
"Kang,aku mau itu!" kata Hana.
"Apa?" tanya kang Hatim.
"Ketoprak!" jawab Hana.
"Ketoprak?" tanya kang Hatim.
"Iyaa,kayaknya enak kalau makan ketoprak!" jawab Hana.
"Mau beli?" tanya kang Hatim.
"Mau!" jawab Hana langsung semangat.
"Ya sudah,tapi di bungkus aja! nanti makannya di rumah ya,takut kemaghriban!" kata kang Hatim.
"Iyaa!" jawab Hana.Kang Hatim pun memarkirkan mobilnya di depan gerobak tukang ketoprak itu.
"Mas,ketopraknya tiga,di bungkus ya!" kata kang Hatim.
"Siap!" jawab tukang ketoprak itu.
"Mas,yang satu pakai saos ya?!" kata Hana membuat heran tukang ketoprak itu karena ketoprak memang tidak suka pakai saos.
"Maksudnya sambal?" tanya tukang ketoprak itu.
"Bukan,saos! saos tomat!" jawab Hana.
__ADS_1
"Bi,kamu ini! di mana ada ketoprak pakai saos tomat?" tanya kang Hatim yang juga heran.
"Tapi aku mau kang!" kata Hana.
"Tapi gak akan enak bi!" kata kang Hatim.
"Tapi aku ingin mencobanya kang!" kata Hana.
"Tapi saya gak punya saos neng!" kata tukang ketoprak.
"Yaaaah,harus ada dong mas! beli dulu!" kata Hana.
"Sudah mas,bungkus saja!" kata kang Hatim.
"Mau pakai saos!" kata Hana.
"Nanti kita beli!" kata kang Hatim dan Hana langsung diam tidak bicara lagi.
"Ini ketopraknya!" kata tukang ketoprak itu menyerahkan kantong keresek yang berisi tiga bungkus ketoprak itu.
"Berapa mas?" tanya kang Hatim.
"Ini uangnya mas,kembaliannya buat mas aja! terima kasih ya mas!" kata kang Hatim memberikan uang dua puluh ribu.
"Sama sama!" jawab tukang ketoprak itu.
"Lain kali kalau mau jualan harus komplit! kalau ada kecap harus ada saos! kan itu pasangannya! itu aja gak tahu!" kata Hana sambil melengos masuk kembali ke dalam mobil.Kang Hatim mengernyitkan dahi.Malu dan aneh.
"Aduh,maafkan istri saya ya mas,saya juga heran dia kenapa! biasanya gak seperti itu!" kata kang Hatim.
"Iya tidak apa apa,maklum suka gitu kalau lagi ngidam!" kata tukang ketoprak itu.
"Apa? eh aamiiin mas Amiin,ya sudah saya permisi ya mas,sekali lagi saya minta maaf!" kata kang Hatim.
"Iya tidak apa!" jawab tukang ketoprak.
"Assalamualaikum!" kata kang Hatim.
__ADS_1
"Waalaikum salam!" jawab tukang ketoprak.
Kang Hatim masuk ke dalam mobilnya.
"Lama banget sih,ngapain dulu?" tanya Hana dengan ketus.
"Kamu kenapa sih? gak sopan tahu bicara seperti tadi ke orang lain! kamu bisa dapat dosa kalau membuat orang sakit hati apalagi dengan kata kata!" kata kang Hatim.
"Sudah mau maghrib! ayo jalan!" kata Hana.
"Astaghfirullah!" kang Hatim mengusap wajahnya kasar menandakan dia sedang menahan rasa kesal.
Tidak lama kemudian,mereka sampai di Baitussalam awal.Kang Hatim memarkirkan mobilnya di depan rumah teh Putri.
"Mau turun apa tunggu di sini?" tanya kang Hatim dengan nada bicara seperti masih kesal.
"Mau turun!" jawab Hana.
Kang Hatim pun turun duluan dan membukakan pintu untuk Hana dan membantunya turun.
"Waah ada pengantin datang!" kata teh Putri yang sudah ada di depan pintu bersama kang Asep suaminya juga anak Ibnu anak keduanya.
Kang Hatim dan Hana langsung mencium tangan teh Putri.Kang Hatim juga mencium tangan kang Asep.Kalau Hana hanya mengatupkan tangannya.
"Apa kabar paman?" tanya Ibnu.
"Eh Nunu,Alhamdulillah paman baik! kamu gimana?" tanya kang Hatim.
"Alhamdulillah Nunu juga baik!" jawab Ibnu.
"Kok Nunu?" tanya Hana.
"Kan namanya Ibnu,jadi Nunu!" jawab kang Hatim.
"Ayo masuk dulu!" kata teh Putri.
"Aku mau nurunin dulu baju buat santri santri!" kata kang Hatim.
__ADS_1
"Ya sudah,ayo aku bantu!" kata kang Asep.