Ustadz Muda

Ustadz Muda
#90


__ADS_3

Kang Hatim dan Hana sudah berada di tempat yang ramai akan pengunjung,pedagang dan lain lain.Tempat itu bukan taman,namun seperti taman.Tempat itu juga bukan pasar,tapi seperti pasar.


"Akang harus menepati janji!" kata Hana.


"Janji? janji apa?" tanya kang Hatim yang pura pura lupa.


Kang Hatim dan Hana ke sana tidak jalan kaki,tapi naik mobil karena kesiangan.


"Lah,jangan pura pura lupa!" kata Hana.


"Saya gak pura pura lupa Hana!" kata kang Hatim.


"Aku mau baju itu!" Hana menunjuk baju yang menggantung cantik di salah satu toko baju.


"Beli saja!" kata kang Hatim.


"Ya sudah,ayo ke sana!"


"Kamu saja!"


"Ih,ayolah kang,tadi aku lihat baju yang seperti itu tidak ada di setiap toko!" kata Hana.


"Ya sudah,ayo ke sana!" kata kang Hatim yang tadinya mau mengerjai Hana akhirnya tidak jadi karena dia terlalu sayang sama Hana.


Hana langsung semangat dan mempercepat jalannya agar cepat sampai di toko yang ada baju yang Hana inginkan.


"Santai santai,jangan buru buru!" kata kang Hatim sambil menarik tangan Hana agar memperlambat jalannya kembali.


"Nanti keburu ada yang beli kang!" kata Hana.


"Gak akan!" kata kang Hatim.

__ADS_1


Sesampainya di toko itu,dan pas sampai pas baju itu di masukkan ke dalam kantong karena ada yang membeli.


Hana melihatnya agak kecewa.


"Bu,baju yang seperti itu ada lagi gak?" tanya Hana.


"Gak ada mbak,baju itu tinggal satu!" kata pedagang itu.


"Oh gitu ya bu!"


"Iya mbak,yang lain aja,masih banyak dan bagus bagus juga!" kata ibu pedagang itu.


"Neng mau baju ini?" tanya ibu ibu yang membeli baju yang Hana inginkan.


"Ah iya bu,tadinya saya mau beli yang seperti itu!" kata Hana.


"Ya sudah neng,ini beli lagi saja!" kata ibu itu.


"Iya!"


"Ah gak usah bu,nanti kami bisa cari yang lain!" kata kang Hatim yang merasa tidak enak.


"Gak papa,ini ambil saja,kasian,takutnya lagi ngidam!" kata ibu itu.


"Ngidam?" kang Hatim bingung.


"Iya ngidam,kata orang orang,kalau orang ngidam,terus kemauannya gak di turutin,nanti bayinya ileran!" kata ibu itu.


"Bayi?" kang Hatim semakin bingung.


"Iya!" kata ibu itu.

__ADS_1


Ibu ini bicara apa sih? masa ngidam! kata hati kang Hatim.


"Sudah ini beli lagi saja,tadi dari tokonya dua ratus lima puluh ribu,beli saja jadi dua ratus ribu!" kata ibu itu.


"Emangnya gak papa bu?" tanya kang Hatim.


"Iya gak papa,ambil ini!" kata ibu itu memberikan kantong itu pada Hana.


"Ya sudah,sebentar bu!" kata kang Hatim dan mengeluarkan uang pas dua ratus ribu.


"Ini bu,terima kasih ya!" kata kang Hatim memberikan uang dua ratus ribu itu.


"Iya,sama sama!"


"Ibu permisi dulu ya,semoga bayi yang lagi di kandung menjadi anak atau soleh atau solehah,berbakti kepada orang tuanya,kepada agama,dan negara!" kata ibu itu dan di jawab aamiin oleh Hana dan kang Hatim.


"Kang,emangnya aku hamil ya?" tanya Hana.


"Semoga saja!" kata kang Hatim.


"Emangnya akang sudah mau punya anak?" tanya Hana.


"Iya!"


"Kitakan masih muda kang!"


"Ya gak papa,biar pas nanti kita sudah tua,anak kita sudah banyak!" kata kang Hatim.


"Bu,kami permisi dulu ya,Assalamualaikum!" kata Hana dan langsung membawa kang Hatim pergi.


"Waalaikum salam!" jawab ibu itu.

__ADS_1


__ADS_2