
Ahmad Yusuf Mubarak
Siti Zahra Zainab Al-Habsy Abdurahman
putra
1.Muhammad Asnafi Hambali Mubarak (21 tahun)
2.Muhammad Hanafi Hambali Mubarak ( 19 tahun )
3.Siti Alidza Hambali Al-Habsyi Mubarak ( 5 tahun )
Rahmat Wijaya As-Syuja'
Siti Dawa Haura Al-Habsy Abdurahman
putra
1.Zulfi Muhammad Iklil Syuja' ( 20 tahun )
2.Taufiq Muhammad Fawas Syuja' ( 17 tahun )
3.Siti Kultsum Ghania Al-Habsy Syuja' ( 12 tahun )
4.Elisa Zahrotun Al-Habsy Syuja' ( 6 bulan )
Asep Rizal Zailani
Putri Andini Sri Rahmawati Al-Habsy Abdurahman
putra
__ADS_1
1.Muhammad Gojali Zailani ( 18 tahun )
2.Muhammad Cahya Gumelar Zailani ( 5 tahun )
Roni As-Roni As-Sudais
Siti Alvi Windiani Al-Habsy Abdurahman
1.Muhammad Alvin Ginanjar As-Sudais ( 4 tahun )
*jika Author pernah menyebut nama seseorang beserta umurnya di bab bab sebelumnya,anggap saja salah ya....Yang benar adalah pernyataan di atas (Biar gak pusing)
...❤HaTim❤...
"Duduk!" kata teh Dawa menyuruh supaya duduk di depannya di kursi meja makan.
Zulfi menurut langsung duduk dengan kepala menunduk.Jantung yang berdetak kencang takut di marahi ibunya.
"Kamu sudah mau nikah?" tanya teh Dawa.
"Kalau kamu belum mau nikah,kamu jangan main main sama perempuan Zulfi!" kata teh Dawa.
"Nggak bu!" kata Zulfi masih menunduk.
"Besok kamu harus berangkat lagi ke pesantren!" kata teh Dawa.
"Baik bu!" jawab Zulfi.
"Mondok itu jangan keseringan pulang! kalau keseringan pulang,bakal makin gak betah di pondok! lihat paman kamu,paman Hatim dia sangat tekun mencari ilmu! dia hanya pulang jika di suruh oleh umi,kalau gak di suruh sama umi,dia tidak akan pulang! walau sudah tidak punya uang sekalipun! kadang dia makan pun suka makan sisa sisa teman temannya karena tidak punya uang dan tidak berani minta sama umi! bukan seperti kamu,hambur uang!" kata teh Dawa menasehati anaknya.
"Iya bu!" jawab Zulfi.
__ADS_1
"Coba kamu lihat kitab kitab kuning tebal punya paman Hatim yang di pajang di lemari kristal itu! kamu ambil dan buka satu persatu! tidak ada satu baris pun yang kosong dari tulisan paman Hatim!" kata teh Dawa.
"Kamu harus mencontohnya kak!" kata Taufiq yang baru datang dan langsung bicara.
"Salam dulu kalau masuk rumah!" kata Zulfi.
"Sudah,dan al hasil tidak ada yang menjawab!" kata Taufiq.
"Mana paman Hatimnya?" tanya teh Dawa.
"Aku sudah ketuk ketuk pintu rumahnya,aku sudah ucapkan salam,tapi tidak ada yang nyaut dan pintunya di kunci!" jawab Taufiq.
"Lah,ya sudah,mungkin dia masih tidur kecapekan!" kata teh Dawa.
"Iya bu! ayah mana bu?" tanya Taufiq.
"Kerja!" jawab Zulfi.
"Oouh!" jawab Taufiq.
"Kamu mau kapan berangkat ke pesantren?" tanya teh Dawa.
"Aku ikut kak Zulfi aja!" jawab Taufiq.
"Aku mau berangkat besok!" kata Zulfi.
"Kok besok? minggu depan aja kak! aku baru dua hari di sini!" rengek Taufiq.
"Sudah hampir dua minggu kakak di sini!" kata Zulfi.
"Ya sudah,tambah satu minggu lagi aja! nanti berangkatnya minggu depan bareng!" kata Taufiq.
__ADS_1
"Gak! kamu berangkat minggu depan! dan kamu Zulfi,berangkat besok! tidak ada penolakan!" kata teh Dawa tegas.
"Baik bu!" jawab Taufiq dan Zulfi dengan kompak dan lesu.