
Selesai sholat maghrib,kang Hatim duduk di ruang keluarga.Sedangkan Hana diminta kang Hatim agar membuatkannya kopi.
Kang Hatim menyalakan hand phone nya dan mengecek email pribadinya.sudah lama dia tidak memeriksa laporan laporan tentang toko tokonya.
"Kang Ustadz!" ucap Yogi dengan sopan.
"Ya? Ada apa?" tanya kang Hatim.
"Ada pak Arjuna!' jawab Yogi.
"Oh gitu? Ya sudah suruh masuk aja! Tunggu saya di ruang tamu sebentar lagi saya ke sana!" kata kang Hatim.
"Baik kang! Permisi!" kata Yogi dan langsung pergi setelah mendapat anggukan dari kang Hatim.
"Ada apa?" tanya Hana membawa gelas kopi hitam.
"Ada Sekretaris Arjuna!" jawab kang Hatim.
"Oh sudah datang?" tanya Hana.
__ADS_1
"Iya! Sini kopinya! Minta tolong bi Mar agar membawakan kopi atau minuman kesukaan sekretaris Arjuna! Nanti jangan kamu yang suguhkan! Kamu diam di sini saja!'' kata kang Hatim.
"Iya!'' jawab Hana dan kembali ke dapur untuk menemui bi Mar untuk menyampaikan apa yang di katakan kang Hatim.
Kang Hatim pun pergi untuk menemui Arjuna di ruang tamu.Saat datang kang Hatim,dengan buru buru Arjuna berdiri untuk menghormati kang Hatim.
''Duduk duduk!'' kata kang Hatim saat melihat Arjuna berdiri namun Arjuna tidak kunjung kembali duduk.
"Selamat malam pak!'' kata Arjuna.
''Selamat malam! Silahkan duduk!" kata kang Hatim.
"Maaf! Tapi sepertinya itu salah satu bentuk penghormatan saya!" kata Arjuna.
''Saya orang biasa! Tidak pantas di hormat! Nabi saya yang terhormat tidak mau jika para sahabatnya sedang duduk lalu Baginda datang tiba tiba para sahabat berdiri untuk menghormatinya! Apalagi saya?" ujar kang Hatim.
"Maaf pak! Tapi ijinkan saya menghormat bapak saat di depan klien dan karyawan lain!" kata Arjuna.
"Tidak tidak! Semua orang itu sama! Allah menilai manusia tidak dari ketampanannya,tidak dari kekayaanya,tidak dari kepangkatannya! Semuanya Allah nilai hati orang itu!" ucap kang Hatim.
__ADS_1
"Tapi pak! Jika seperti itu,bisa saja para karyawan yang lain juga tidak menghormati bapak! Ditambah,suka ada klien yang menilai kita dari kesopan santunan kita! Dan salah satu sopan santun yang di lihat oleh klien yang paling bawah adalah sikap menghormati kepada atasan!" kata Arjuna.
"Seperti yang tadi saya sampaikan,saya gak terlalu mengerti dengan urusan bisnis! Jika memang harus seperti itu aturannya! Terserah kamu saja lah! Tapi jika saat saat seperti ini,saat kita berdua atau sama istri saya! Bersikap biasa saja!'' kata kang Hatim.
"Baiklah kalau begitu! Tapi saya juga punya permintaan!" kata Arjuna.
"Permintaan apa?" tanya kang Hatim.
"Bapak harus memanggil saya nama saya! Maksudnya jangan menggunakan kata bapak atau apa gitu! Intinya bapak jangan sungkan untuk memberi perintah untuk saya! Saya bertugas untuk melayani bapak! Panggil saya saat bapak butuh apapun!'' kata Arjuna.
"Pasti! Pasti saya akan banyak membutuhkan tenapa dan pikiranmu!" kata kang Hatim.
Setelah itu bi Mar datang menyuguhkan kopi untuk Arjuna.Bi Mar sudah tahu kalau Arjuna suka kopi susu yang tidak terlalu manis dan lebih banyak susunya dari pada kopinya.
Setelah cukup basa basi ini itu kang Hatim dan Arjuna membicarakan masalah di kantor yang Author sendiri tidak paham.
Tidak butuh waktu sebentar untuk membahas bisnis.Kini jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.Akhirnya Arjuna pamitan pada kang Hatim dan lanjut pulang.
Kang Hatim kembali ke ruang keluarga dan melihat Hana sudah tertidur pulas di kursi.Namun sudah memakai selimut entah Hana yang memekainya sendiri atau mungkin bi Mar yang memakaikannya.
__ADS_1