
Sesuai rencana,hari ini pagi pagi sekitar jam delapan,Kang Hatim Hana,bersama Athifah tidak lupa adiknya yang paling kecil sudah siap untuk berangkat.Tinggal menunggu pemeran utama turun dari kamarnya.
"Lama banget si tu anak!" kata kang Hatim.
"Athifah,panggil kakak mu nak!" kata Hana.
"Okey! jawab athifah dan langsung lari ke arah tangga dan menaiki tangga menuju kamar Royyan.
"Kang Royyan dandan seperti apa sih,kok lama banget?! Pasti ginding!" Athifah ngomong sendiri sambil berjalan.
Tok tok tok
"Kang! Kang Royyan!" panggil Athifah.
"Iya? Apa?" sahut Royyan dari dalam kamar.
"Cepetan ih! Itu ama sama umma udah nunggu!" kata Athifah.
"Bawel!" kata royyan dingin sambil keluar kamar.
"Lagian suruh siapa akang lama!"
"kan kata umma juga harus dandan!"
"Masa dandan segini lama banget! Tinggal pakai sarung pakai baju kaos udah selesai!"
"Terserah lah,gak bakal ngerti! Bocah!"
__ADS_1
"Apa? Siapa yang akang sebut bocah?"
"Kalau Ulfah ya sudah pasti! Sesuai samaumur dan badan juga!"
"Oooh saya yang anda sebut bocah?"
"Iya,siapa lagi?!"
"Awas saja kamu kang!"
"Apa kamu? Ngelawan terus!"
"Ya Allah nak,Royyan,kan umma suruh kamu dandan yang rapih!" kata Hana yang melihat dandanan putranya yang hanya memakai sarung dan kaos yang di masukan ke dalam sarung.
"Ini sudah yang paling rapih umma!" kata Royyan.
Kang Hatim hanya geleng geleng melihat kelakuan anak dan istrinya.
"Ulfah,kamu cantik banget! Kamu mau ke mana?" Athifah mengajak adik kecilnya ngobrol.Walau sebenarnya Ulfah ini anak yang paling pemalu di antara yang lain.Dia sangat jarang bicara.
"Gak tau! Ufah ikut umma aja!" jawabnya dengan santai dan dingin sambil memainkan majmu.Memang beda dari anak lain,anak anak yang lain biasanya memainkan boneka jika perempuan atau apapun itu mainan lain.Tapi beda dengan Ulfah,mainannya adalah majmu yang bahkan dia sudah hampir hapal isinya itu.
Hana membawa masuk Royyan ke kamarnya.Dan ternyata di atas kasur Royyan numpuk beberapa baju yang mungkin sudah dia coba pakai namun merasa tidak cocok.
"Kok ini berantakan gini Yan?" tanya Hana sambil mencoba membereskan baju baju itu.Dan Royyan hanya menunduk tidak berani menjawab.Ada rasa malu juga untuk menjawab pertanyaan umma nya.
"Pakai yang ini!" memberikan sarung warna putih pada Royyan.Royyan mengambilnya kemudian memakainya.
__ADS_1
"Yang ini bajunya!" Hana memberikan baju koko melayu yang panjangnya sampai lutut berwarna putih dengan bordir warna hijau tua.
Royyan tidaak membantah,dia nurut saja melaksanakan apa yang di perintahkan umma nya.
"Mau pakai imamah gak?" tanya Hana.
"Malu umma ah!" jawab Royyan.
"Ya sudah,pakai pecinya warna putih juga!"
"Baik umma!" jawab Royyan.
"Mana peci nya? Cepat ambil! udah terlalu siang juga!" kata Hana.Royyan mengambil peci nya di lemari dan langsung memakainya.
"Nah,kan ganteng kalau gini!" membenarkan kerah baju putranya.
"Royyan malu umma! Gugup juga!" kata Royyan dengan menunduk.
"Gak usah malu! nanti juga hilang kok gugupnya! ayo ah!" Hana kembali menuntun tangan putranya keluar kamar dan langsung menuju bawah.
"Nah,gitu kan ganteng!" kata Athifah dengan nada meledek.
"Brisik!" kata Royyan dengan jutek.
"Ayo ah! siang!" kata kang Hatim sambil menuntun Ulfah keluar rumah duluan.
Berangkatlah mereka ke pesantren Najmuddin untuk melamar bunga yang ada di sana semoga belum ada yang metik.
__ADS_1
*Bimbing Aku Ya Zaujatii*