Ustadz Muda

Ustadz Muda
#213


__ADS_3

Kang Hatim dan teh Alvi sudah sampai di rumah teh Dawa.Kedua kakak beradik itu,sudah dengan wajah ketakutan.


"kami kan hanya bercanda teh!" kata teh Alvi.


"Teteh juga bukan marah karena kalian bertengkar! Teteh juga tahu kalian bercanda! Tapi yang buat teteh kesel,karena umi kesel sama kalian!" kata teh Dawa.


"Apa maksudnya?" tanya kang Hatim.


"Gara gara kalian bercanda! kan umi jadi kesel!" jawab teh Dawa.


"Oh iya kami minta maaf!" kata kang Hatim.


"Lain kali kalau bercanda,bercanda aja! Jangan berlebihan!" kata teh Dawa.


"Iya!" jawab kang Hatim.


"Teteh juga minta maaf! Sudah jewer telinga kalian!" kata teh Dawa.


"Iya gak papa teh!" jawab teh Alvi.


"Sudah,balik sana! Jangan ulangi kesalahan yang sama!'' kata teh Dawa kang Hatim dan Alvi pun mencium tangan teh Dawa dan kemudian mereka pergi.


"Gara gara kamu sih!" kata teh Alvi saat sudah di luar rumah teh Dawa.


"Sama aja!" kata kang Hatim.


"Gak lah,umi takut kita berantem beneran! Kamu sih ngomongnya gak pake hati!" kata teh Alvi.


"Kan namanya juga bercanda! bercanda!" kata kang Hatim.


''Tapi jujur,tadi sakit loh!" kata teh Alvi.


"Sakit apaan? kan gak di pukul!" kata kang Hatim.


"Sakit hati!" jawab teh Alvi.

__ADS_1


"Ih kan bercanda! Jangan di masukin hati lah!" kata kang Hatim.


"Iya aja deh!" teh Alvi menyudahi perdebatan itu karena sudah masuk rumah umi lagi.


"Umi,Alvi mau nyari Alvin dulu!" kata teh Alvi karena ALvin di bawa oleh kang Roni entah kemana bersama Liza.


"Iya iya!" jawab umi Nurul.


"Assalamualaikum!" kata teh Alvi.


''Waalaikumussalam!" jawab Umi,kang Hatim dan Hana.


"Gak di apa apain kan sama Dawa?" tanya umi.


"Tidak umi!" jawab kang Hatim.


"Bener?" tanya umi.


"Iya umi,umi tenang aja! Gak usah mikir apa apa! Aku dan teh Alvi juga gak kenapa napa! Kan cuman bercanda!" kata kang Hatim.


''Iya umi!" jawab kang Hatim.


"Hana,kamu itu lagi hamil muda,harus banyak istirahat! Sekarang kamu pulang istirahat!" kata umi.


"Iya umi!" jawab Hana.


''Hatim,antar umi ke kamar nak!" kata umi Nurul.


"Baik umi!" jawab kang Hatim.


"Hana,umi istirahat dulu ya! Kalau Hatim nakal! Jangan ragu,laporkan sama umi,atau tidak sama teh Dawa ya!" kata umi Nurul di jawab anggukan oleh Hana dengan sopan.Kemudian umi menggandeng umi Nurul menuju kamarnya.


Tidak lama kemudian,kang Hatim kembali setelah mengantar umi.


"Ayo pulang!" kata kang Hatim.

__ADS_1


"Boleh gak aku ke dapur umum dulu?" tanya Hana.


"Gak!" jawab kang Hatim dengan cepat singkat.


"Ah akang! Boleh dong! Aku mau menemui teman temanku!" kata Hana.


"Gak boleh jauzati! Nurut sama akang ya?!"


"Gak lama kok!"


''Ayo akang antar!" kata kang Hatim setelah membuang nafas panjang.


''Kalau di antar sama akang,yang ada bukannya aku ngobrol dan melepas rindu sama temen temen! Mereka akan segan!" kata Hana.


"Hem,ya sudah deh! Tapi jangan lama! lima belas menit! kalau lebih di hukum!" kata kang Hatim.


"Ish,kok di hukum sih?"


"Pokoknya,kalau lebih dari lima belas menit di hukum!" tegas kang Hatim.


"Gak mau ah!"


"Ya sudah,ayo pulang!"


"Akang ih!"


"Tenang aja! Hukumannya juga enak kok!" kaya kang Hatim.


"Mana ada hukuman yang enak?"


"Ada,enak buat akang khususnya!"


"Apa hukumannya?"


"Lihat aja nanti!"

__ADS_1


"Ya sudah,terserah akang aja lah! aku pergi mau pergi dulu!" kata Hana.


__ADS_2