
"Al-Fatihah!" Seperti biasa kang Hatim sudah duduk di bangku pengajar dengan penuh wibawa.
"Baik,sore ini kita lanjutkan ngaji kitab uqudulujain,kemarin kita baru membahas tentang muqoddimah,dan sekarang kita lanjutkan ke bab yang pertama yaitu haq haq istri terhadap suami!"
"Alloh S.W.T berfiman sebagaimana tersebut dalam Surat An-Nisaa ; Ayat 19:
“WA ‘AASYIRUUHUNNA BILMA’RUUFI”
Artinya“ Dan pergauilah mereka (istri-istrimu) dengan baik “
Yang dimaksud adalah pergaulan secara adil. Baik dalam pembagian giliran (kalau kebetulan polygami), pemberian belanja dan berperangai baik dalam ucapan dan tindakan.
Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 228 diterangkan
Artinya;
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengankewajiban nya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai suatu tingkatan kelebihan daripada istrinya. ”
__ADS_1
Diriwayatkan dari nabi S.A.W bahwa, saat beliau menunaikan haji wada’ belau bersabda
Setelah beliau memuji Alloh S.W.T dan menyanjung-Nya serta memberi petuah pada kaum muslimin yang hadir, Beliau melanjutkan sabdanya: “Ingatlah, berikanlah wasiat kepada para wanita secara baik, karena mereka hanyalah sebagai tawanan dihadapanmu. Sesungguhnya kalian tidak memiliki apapun dari mereka kecuali kebaikan. kecuali jika mereka itu (wanita) datang dengan membawa perbuatan buruk yang jelas. Kalau wanita melakukan perbuatan tercela, maka berpisahlah sebatas tempat tidur dan pukullah dengan pukulan yang tidak membahayakan.Kalau istrimu mentaati maka kamu jangan mencari alasan lain untuk mengusiknya. Ingatlah sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istri dirimu.
Diantara hak kalian atas istri-istrimu adalah melarang istrimu menggelar tikarmu terhadap orang yang tidak kamu sukai dan tidak mengijinkan istri- istrimu memasukkan orang yang tidak kamu sukai. Ingatlah, bahwa diantara hak-hak istrimu adalah memberi pakaian yang baik kepadanya dan demikian pula dalam hal makanannya. ”
Bisa di ambil makna nya? atau bisa menyimpulkan tidak?" tanya kang Hatim setelah selesai menjelaskan.
"InsyaAllah bisa kang!" kata sebagian santri.Padahal,mereka bukan menyimpulkan,tapi mereka menulis semua yang di jelaskan kang Hatim.
"Ya sudah kalau begitu,kita cukupkan pengajian sore ini sampai di sini,oh ya,besok pagi akan di adakan pengajian umum di aula desa,ngaji akan di liburkan,dan kalian semua harus ke sana! siap?"
"Sekian,wassalamualaikum wr wb!" kata kang Hatim dan langsung pergi.
🦚🦚🦚
"Hana,bisa minta tolong ambilkan air putih?" tanya kang Hatim.
__ADS_1
"Sebentar!" Hana langsung pergi mengambilkan air putih sesuai permintaan suaminya.
"Nih kang!" Hana memberikan gelas yang berisi air putih itu.
"Kita ke rumah umi yu? dari kemarin saya gak menemui umi!" ajak kang Hatim setelah meneguk air putih yang Hana berikan.
"Ayo,tapi sebentar ya,sekalian aku mau bawa mukena juga kitab biar sekalian ke mesjid nanti!" kata Hana.
"Gak usah,malam nanti kamu jangan ngaji di madrasyah,kamu ngaji sama saya lagi aja!" kata kang Hatim.
"Lah,kemarin juga ngajinya sebentar!" kata Hana.
"Gak papa,yang penting beres,mulai dari materi sampai prakteknya!" kata kang Hatim sambil tersenyum aneh.
"Ya sudah,ayo berangkat! nanti keburu maghrib!" kata Hana.
"Ayo!"
__ADS_1
Merekapun meninggalkan rumahnya dan menuju ke rumah umi Nurul.Mereka berjalan sambil bergandengan tangan romantis.