
"Ya sudah,ayo makan dulu!" kata kang Hatim.
"Ah tidak tidak Ustadz! Kami sudah makan!" kata Arham.
"Beneran?" tanya kang Hatim.
"Bener kang!" jawab Arham.
"Ya sudah deh!" kang Hatim.
"Ustadz,kami sudah mendapatkan tujuan kami! Sekarang kami mau pamit aja!" kata Arham.
"Lah lah lah,kaliann belum makan loh! Tamu yang datang ke sini gak boleh pulang kalau gak makan dulu!" kata kang Hatim.
"Tapi kami sudah makan Ustadz! Sudah kenyang!" kata Arham.
"Bener gak makan dulu?"
"Iya Ustadz!"
"Ya sudah deh,terserah!"
"Terima kasih atas tawarannya Ustadz! Bukan kami nolak atas jamuan Ustadz,tapi kami memang benar benar sudah kenyang!" kata Arham yang dalam hatinya dia merasa tidak enak menolak tawaran kang Hatim.
"Iya tidak papa!" jawab kang Hatim.
"Ya sudah Ustadz! Kami pamit!" kata Arham.
"Iya silahkan!" kata kang Hatim.
Arham dengan tidak enak berdiri dari duduknya diikuti teman temannya kemudian kang Hatim.Kemudian mereka bersalaman dengan kang Hatim.
Kemudian kang Hatim mengantar tamunya ke luar rumah sampai masuk mobil dan tidak kembali masuk juga tidak langsung ke rumah umi Nurul,melainkan menunggu mobil tamunya pergi jauh dulu.
"Aa Kholil!" kang Hatim tersenyum menyebut nama itu.
Kang Hatim kembali ke rumah umi Nurul dan duduk lagi di samping Hana setelah mencium tangan umi nya dan Hana juga mencium tangannya sedangkan teh Zahra sudah tidak ada.
"Siapa Tim?" tanya umi.
"Itu umi,pengurus dari pesantren roudhotus salam!" jawab kang Hatim.Hana bernafas lega mendengar jawaban kang Hatim.
"Ada apa mereka datang ke sini?" tanya umi.
__ADS_1
"Mereka ngundang Hatim supaya Hatim ceramah di acara mereka di pesantren mereka!" jawab kang Hatim.
"Kamu sanggupin?" tanya umi.
"Awalnya Hatim tolak! Tapi setelah tahu pimpinan pesantrennya Hatim sanggupin!" jawab kang Hatim.
"Emang siapa pimpinan pesantrennya?"
"Aa Kholil umi! putra mama Endang almarhum!" jawab kang Hatim.
"Ooh anak Kyai Endang!"
"Iya umi,boleh kan umi?" tanya kang hatim.
"Boleh apa?" tanya balik umi Nurul.
"Hatim ceramah di sana!"
"Terserah kamu aja!" kata umi Nurul.
"Bukan gitu umi,Hatim gak mau ceramah kalau gak ada izin umi!" kata kang Hatim.
"Iya,umi ngizinin!"
"Alhamdulillah,terima kasih umi!" kata kang Hatim mencium tangan umi nya.
"Iya umi!" kang Hatim.
"Sekarang kalin pulang aja! Hana istirahat ya!" kata umi Nurul.
"Iya umi!" jawab Hana.
"Ya sudah! Hatim pulang dulu umi!" kata kang Hatim kemudian mencium lagi tangan uminya.Tapi kali ini dia melepas pecinya dan membiarkan umi nya mengusap kepalanya.
Kemudian Hana juga mencium tangan umi Nurul dengan kepala Hana juga di usap oleh umi Nurul.
"Hati hati ya! Makan makanan yang sehat bergizi! Umi mau cucu umi sehat! Juga ibunya sehat!" kata umi Nurul.
"Baik umi! InsyaAllah!" jawab Hana.
"Permisi umi,Assalamualaikum!" kata kang Hatim.
"Assalamualaikum!" kata Hana.
__ADS_1
"Waalaikumussalam!" jawab umi Nurul.
"Kang!" kata Hana setelah di luar rumah umi Nurul.
"Apa?" tanya kang Hatim.
"Biasanya orang ngidam mau mangga muda ya?" tanya Hana.
"Iya! Biasanya gitu!" jawab kang Hatim.
"Sepertinya seger kang kalau panas panas gini makan mangga muda!" kata Hana.
"Apa maksudnya?" tanya kang Hatim.
"Aku mau mangga muda!" jawab Hana.
"Aduh,ini yang akang gak mau nih bi!" kata kang Hatim.
"Gak mau kenapa?" tanya Hana.
"Ini kan jauh dari musim mangga bi!" jawab kang Hatim.
"Yaaah,gimana dong? Aku mau banget!" kata Hana.
"Beneran mau banget?"
"Iyaaa!"
"Ya udah deh,ayo akang antar dulu kamu ke rumah! Setelah ngantar kamu ke rumah akang langsung berangkat nyari mangga!" kata kang Hatim.
"Ikut!" kata Hana.
"Tunggu aja bi! Biar gak lama!" kata kang Hatim.
"Gak mau ah! Mau ikut!" kata Hana.
"Ih,akang mau pakai motor! Kalau sama kamu harus pakai mobil!"
"Ih,gak papa aku ikut naik motor juga! Aku gak manja kok harus selalu pakai mobil!" kata Hana.
"Eh kamu! Nurut gak! kalau gak nurut akang nambah sayang sama kamu!" kata kang Hatim.
"Ih apaan sih!"
__ADS_1
"Iya bi! Kan akang juga emang gak mau jauh dari kamu!" kata kang Hatim.
"Ya sudah,ayo deh!" kata kang Hatim.