Ustadz Muda

Ustadz Muda
#181


__ADS_3

"Alhamdulillah,umi,abi,juga Indri kita bisa bertemu lagi!" kata kang Hatim setelah duduk bersama tamu tamunya.


"Iya alhamdulillah Ustadz,kami bisa bersilaturahmi ke sini lagi!" kata pak Nono.


"Apa kabarnya,abi dan keluarga?" tanya kang Hatim.


"Alhamdulillah,kami sekeluarga sehat Ustadz!" jawab pak Nono.


"Alhamdulillah kalau gitu!" kata kang Hatim.


"Ustadz sama keluarga bagaimana kabarnya?" tanya pak Nono.


"Alhamdulillah,saya,istri,umi,kakak kakak saya semuanya keluarga besar pesantren dalam keadaan sehat!" jawab kang Hatim.


Hana datang membawa baki dengan empat gelas teh di atas baki itu.


Hana menunduk dan menyimpan gelas gelas itu di depan pak Nono,bu Pipah,Indri juga di depan kang Hatim.


"Mana makanannya bi?" tanya kang Hatim.


"Aku ambil dulu kang!" jawab Hana dan kembali ke dapur dengan sopan untuk mengambil cemilan.

__ADS_1


"Silahkan di minum!" kata kang Hatim.


Tamu tamu itupun meminum teh yang di suguhkan Hana.Tidak lama dari itu Hana datang lagi membawa tiga piring makanan yang isinya cheetos,brownies,dan cimol mozarella.


"Padahal gak usah repot repot neng!" kata bu Pipah.


"Gak repot kok,ini kan sudah kewajiban saya selaku pribumi!" kata Hana.


"Duduk bi!" kata kang Hatim.


Hana pun duduk di samping kang Hatim.


"Teh Hana!" tiba tiba Indri turun dari kursi duduk di bawah menggenggam tangan Hana sambil menangis.


"Aku minta maaf teh!" kata Indri sambil menangis.


"Minta maaf buat apa? kan kamu gak punya salah!" kata Hana.


"Aku banyak salah teh,aku mengganggu rumah tangga teteh sama kang Hatim,aku sudah gak tahu malu!" kata Indri.


"Sudah sudah,ayo bangun!" Hana mencoba membantu membangunkan Indri.

__ADS_1


"Aku minta maaf teh,pulang dari sini aku memang tidak bisa melupakan kang Hatim,padahal pikiran sudah tahu bahwa kang Hatim sudah punya teh Hana,sudah punya istri! tapi gak tahu,aku belum bisa melupakan!" kata Indri.


Hana hanya bisa diam tidak menjawab apapun.Begitu juga kang Hatim dan orang tua Indri,mereka hanya diam.


"Tapi,seiring berjalannya waktu,aku semakin paham bisa melupakan rasa cinta di hati yang memang datang tiba tiba.Gara gara hawa nafsu,aku jadi gak tahu malu! gara gara nafsu,aku rela merusak persahabatan yang sudah terjalin sejak lama! aku juga jadi tidak tahu terima kasih sama teh Hana! Padahal di saat aku susah,teh Hana yang selalu membantuku!" kata Indri.


"Udah Indri,ayo bangun! aku sudah memaafkanmu sebelum kamu minta maaf! aku mengerti kok!" kata Hana yang memang merasa tidak enak karena Indri menunduk di pangkuannya.


"Setelah aku pikir pikir,aku sangat merasa bersalah teh,demi menebus kesalahan aku pada teh Hana,apapun yang teh Hana inginkan aku akan berusaha mengabulkannya,demi menebus kesalahan aku,apapun akan aku lakulan demi teh Hana!" kata Indri.


"Ya Allah,Indri,kamu gak perlu seperti itu,aku sudah memaafkan kamu! tidak usah berlebihan!" kata Hana.


"Itu gak berlebihan teh,itu pantas aku lakukan demi menebus kesalahan aku,dan rasa berterima kasihku karena selama ini teh Hana sudah baik sama aku!" kata Indri.


"Iya iya,kamu bangun dulu ya,aku gak enak!" kata Hana membangunkan Indri agar bangkit dari duduk di bawah dan kembali duduk di atas kursi bersama orang tuanya.


Vote gays,vote....


komen juga jangan lupa....


hadiahnya juga jangan lupa...

__ADS_1


rate nya jangan lupa...


__ADS_2