
Setiap manusia di berikan akal pikiran oleh sang pencipta yang mempunyai nama agung sembilan puluh sembilan nama.dengan sifat wajib dua puluh banyaknya dan satu yang jaiz di pakainya.
Akal berfungsi untuk berpikir.Namun,kita juga sebagai manusia harus menggunakan pikiran kita untuk memikirkan membedakan yang mana yang harus di pikirkan dan yang mana yang tidak peru di pikirkan.
Memangnya ada hal tidak harus di pikirkan? Bukannya semua hal harus di pikirkan? Tentu ada hal yang tidak perlu kita pikirkan tapi justru kita pikirkan.Terkadang kita memikirkan kenapa sifat orang lain kepada kita seperti ini seperti itu.Kadang kita suka memikirkan bagaimana cara menarik perhatian orang lain.Kadang kita memikirkan bagaimana cara kita mendapat pujian dari manusia.Padahal jika di lihat ke dalamnya,kita benar benar tidak perlu memikirkan semua hal itu.Bahkan bisa saja itu memang tidak penting untuk di pikirkan.
Kita tidak perlu memikirkan sikap orang lain kepada kita,karena setiap manusia mempunyai sifat yang berbeda beda karena itu adalah salah satu keagungan Allah.Kita tidak perlu berusaha menarik perhatian orang lain,karena jika memang pada dasarnya orang itu perhatian kepada kita,dia akan selalu memperhatikan kita walau kita biasa biasa saja tanpa ada rasa ingin di perhatikan.Bahkan jika memang perhatian,hal sekecil biji sawi pun akan dia perhatikan.Dan ingat lafadz ALHAMDULILLAH,yang berarti segala puji bagi Allah.Manusia tidak berhak mendapat pujian dari siapapun.Sekalipun ada yang memuji kita,wajib hukumnya untuk mengembalikan puji itu kepada sang pencipta.
Pikirkan saja bagaimana cara menarik perhatian Allah,yang mungkin dengan cara beribadah dengan benar benar dengan di tambah ke khusuan.Bagaimana cara kita menambah rasa cinta kepada Allah dan Rosulullah.Perbanyak sholawat perbaiki sholat maka akan lebih baik pula kehidupan.
Terkadang,akal kita juga suka di pakai memikirkan hal yang belum tentu terjadi yang di sebut merencana.Manusia pasti akan mempunyai rencana akan melakukan sesuatu.Namun satu hal,manusia hanya berencana,yang sebenarnya terjadi,sudah ada jalannya,sudah di tentukan.
__ADS_1
Seperti hal nya kang Hatim dan Hana.Mereka bereencana khususnya Hana,dia ingin melahirkan di Jakarta di rumah sakit nasional.Bahkan dia juga sudah merencankan nama anaknya di jauh jauh hari,tapi apa yang terjadi,namanya malah di ganti setelah bayi nya lahir.
Tidak direncanakan sebelumnya,kang Hatim akan menggendong bayi yang selama kurang dari sembilan bulan dia selalu menjaganya bersama istrinya dalam kandungan dan hari ini bisa dia lihat wajahnya,lihat badannya,bisa dia peluk,bisa di gendong.
Kang Hatim menggendong si bayi turun dari mobil diikuti teh Alvi dan Hana.Para santri perempuan berjajar di samping kiri menyambut kedatangan si bayi putra mahkota kang Hatim.Sedangkan di samping kanannya berjajar santri laki laki.
Kang Hatim langsung di hampiri seorang santri laki laki yang membawa payung dan memayungi kang Hatim dan bayinya.
Sholawat thola 'albadru terus berkumandang di tabuh dengan rebbana.
Sampainya di depan umi Nurul,kang Hatim jongkok menekuk lututnya memegang tangan umi nya dan menciumnya sambil menangis.
__ADS_1
Umi mengusap kepala kang Hatim dengan tangan kirinya.
Cukup lama menahan tangan umi kang Hatim di ciumnya,kang Hatimk memberikan bayinya kepada umi Nurul.Umi Nurul menerimanya,mencium si bayi kemudian mendoakan si bayi.
Setelah selesai umi Nurul,si bayi di bawa oleh teh Zahra,terus bergilir ke teh Dawa kemudian teh Alvi.Terus di sambung sama kang Ahmad,kang Rahmat,kang Asep semuanya kebagian menggendong si bayi dan mendoakan si bayi.
"Roni,suruh para santri makan dulu!" kata umi Nurul.
"Baik umi!" jawab kang Roni dan langsung pergi dengan sopan.Sedangkan mereka semua sekeluarga masuk ke rumah umi Nurul.
__ADS_1
ceritanya,alisnya tebal,tapi karena masih bayi jadi belum kelihatan...ðŸ¤
vote ya,like juga jangan lupa... Terus komen....