
Sesampainya di Baitussalam sani teh Alvi langsung ke rumah utama,rumah yang suka di pakai tempat rapat,rumah yang suka di pakai berkumpul untuk sekedar mengobrol antar saudara,rumah yang suka di pakai nerima tamu yang mau tabaruk ke pesantren baitussalam awal maupun sani.Tiada lain dan tiada bukan itu adalah rumah umi Nurul.
Umi Nurul tinggal bersama teh Zahra anak paling besar.Tadinya teh Zahra ingin misah rumah,namun di cegah oleh umi Nurul dan saudara saudaranya agar tetap tinggal di rumah umi Nurul sambil menemani umi Nurul.
Teh Dawa juga tinggal di Baitussalam sani.Rumahnya tepat di samping asrama putri.Teh Putri tinggal di Baitussalam awal karena suami teh Putri alias kang Asep menjadi pimpinan Baitussalam awal,ya walaupun pimpinan yang sebenarnya masih umi Nurul.Teh Alvi juga tinggal di Baitussalam sani menemani teh Putri.Kang Hatim juga sudah membangun rumah di dekat ruangan kesayangannya.Otomatis kang Hatim akan tinggal di Baitussalam sani.Tadinya kang Hatim akan membangun rumah di bagian depan dekat mesjid.Namun kang Hatim punya rencana bahwa di dekat mesjid akan membangun sebuah perpustakaan kitab kuning.
__ADS_1
Mesjid di Baitussalam Sani adalah mesjid jami.Mesjid yang suka di pakai untuk jumatan,sholat sunat idul fitri,sholat sunat idul adha dan lain lain.Sedangkan mesjid yang di baitussalam awal tidak di pakai jumatan.Ukuran mesjid di baitussalam sani juga memang lebih besar dari pada mesjid di baitussalam awal.
Karena di baitussalam awal tidak didirikan sholat jumat,otomatis para santri laki laki yang di baitussalam awal juga sholat jumat ke baitussalam sani.Otomatis,para santri laki laki minimal satu kali dalam seminggu datang ke baitussalam sani.Sedangkan para santri perempuan yang di baitussalam sani jarang bahkan ada yang belum pernah menginjakkan kakinya di wilayah baitussalam awal.
Almarhum Ustadz Yasa Abdurahman dan Ustadzah Nurul Al-Habsyi.Mempunyai empat orang anak perempuan dan satu orang anak laki laki.
__ADS_1
Anak kedua di beri nama Siti Dawa Haura Al-Habsyi Abdurahman.Menikah dengan murid dari ayah nya yaitu Rahmat Wijaya As-Syuja,anak dari mama Asyuja'i.Mempunya dua orang putra laki laki yang sudah di berangkatkan ke pesantren khusus tilawah karena mempunyai suara yang merdu dan dua anak perempuan.Yang satu sudah di berangkatkan ke pesantren khusus ilmu alat.Dan yang satu lagi masih enam bulan.
Anak Ketiga bernama Putri Andini Sri Rahmawati Al-Habsyi Abdurahman.Menikah dengan laki laki pilihan ayahandanya dari pesantren di lirboyo yaitu Asep Rizal Zailani.Bukan anak dari seorang Kyai ataupun ustadz,tapi beliau anak dari seorang mualaf yang di beri hidayah oleh Allah.Kang Asep menuntut ilmu agama di pesantren lirboyo hingga berhasil menjadi seorang ustadz muda dan di jadikan menantu oleh Kyai Yasa.
Bersambung...
__ADS_1
Episode selanjutnya masih membahas tengang keluarga kang Hatim ya,biar kalian kenal lebih dekat sama kang Hatim🤭