Ustadz Muda

Ustadz Muda
#34 cium


__ADS_3

Kang Hatim pun mendekatkan wajahnya dan cup mencium pipi lembut putih itu.


Kang Hatim langsung menjauhkan lagi wajahnya setelah berhasil mencuri sebuah ciuman pertama.


Hana hanya menggeliat kecil.Tidurnya sangat pulas hingga ada yang menodainya pun tidak dia rasakan.


"Astaghfirullah!" Kang Hatim kaget karena takut Hana bangun.


"Hey bangun!" sambil menggoyang goyangkan pundak Hana.


"Emh!" Hana menggeliat.


"Bangun...!"


"Astagfirullah!" Hana langsung bangun dan menyilang kan tangannya di atas dada.


Astaghfirullah ya Allah,kenapa tadi aku mimpi dia mencium pipiku?


"Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia 'mematikan' kami, dan kepada-Nyalah kami dikembalikan!"


Hana mengucek kucek matanya berusaha mengumpulkan ruh ruh nya.


"Ini di mana kang?"


"Di mesjid,kita sholat dzuhur dulu!"


"Tapi saya lagi gak sholat kak!"


"Kenapa?"


"Aku lagi datang tamu!"


"Ooh,ya sudah tunggu di sini,jangan ke luar mobil,saya mau sholat dulu!"

__ADS_1


"Tapi saya mau ke toilet kak!"


"Ya sudah ayo!"


"Sebentar!" Hana memakai cadarnya.


Kang Hatim dan Hana pun turun dari mobil.Mereka berdua menarik perhatian orang orang yang ada di sana karena yang satu pakai sarung plus baju koko juga peci dan yang satu pakai cadar yang membuat menarik perhatian.


Setelah selesai dari toilet,Hana kembali ke mobil masih di antar oleh kang Hatim suami rahasianya.Kang Hatim menyuruh Hana agar mengunci mobil dari dalam.


Sudah hampir setengah jam kang Hatim masuk mesjid dan dia belum kembali.Hana sudah kesal menunggu.Ada hand phone kang Hatim pun dia tidak berani menyentuhnya.


"Dia kemana sih? kenapa lama banget,emangnya ini di pesantren mau dzikir satu hari satu malam juga bebas!" Hana ngomong sendiri.


Tok tok tok


Kang Hatim mengetuk kaca mobil.Hana pun membuka kunci mobil dengan memencet satu tombol yang ada di sebuah benda pipih yang menggantung bersama kunci mobil.


"Maaf lama!" sambil masuk.


"Saya dari supermarket dulu beli makanan!" sambil memberikan satu kantong keresek makanan pada Hana.


"Siapa tahu kamu lapar!" menyalakan mobil.


"Terima kasih!"


"Sama sama!" mereka kembali jalan.


Hana memakan makanan yang di belikan kang Hatim,walaupun malu,tapi rasa lapar mengalahkan rasa malu itu.


"Lima belas lagi sampai kan?"


"Iya,dari mana akang tahu jalannya?"

__ADS_1


"Kan saya sudah bilang,saya pernah ke rumah kamu!"


"Oh!"


"Kamu mau menghabiskan makanan itu sendirian?"


"Apa? ah tidak!" Hana menghentikan kegiatannya.


"Kenapa berhenti? lanjutkan saja!"


"Yang ngasih kaya gak ikhlas!"


"Saya ikhlas kok,apa lagi kalau kamu suami saya makanan itu!"


"Kalau ikhlas mana mungkin minta imbalan!"


"Bukan saya minta imbalan,saya juga lapar tapi susah makannya karena saya lagi nyetir!"


"Alasan!"


"Saya juga lapar!"


Hana pun terpaksa menyuapi kang Hatim karena mau sebanyak apapun dia menolak tetap tidak akan menang kalau melawan ustadz yang ngeselin yang satu ini.


Kang Hatim membuka mulutnya lebar lebar menunggu di isi oleh Hana,namun Hana malah sibuk menyuapi dirinya sendiri.


"Ekhem!"


"Apa lagi? oh maaf lupa!" Hana menaikan nada bicaranya namun setelah sadar dia yang salah dia menurunkan kembali nada nya.


Bersambung....


Nantikan keseruan selanjutnya...

__ADS_1


Follow akun ig/fb :AuthorSyiba


__ADS_2