Ustadz Muda

Ustadz Muda
#120


__ADS_3

Hana tidak ikut mengaji karena sesuai yang di rencanakan,Hana ikut belajar masak sekalian membantu bi Ani masak untuk orang orang yang akan masang panggung.


"Bi Ani di mana belajar masak bi?" tanya Hana yang sedang mengupas bawang merah.


"Bibi gak pernah sekolah neng,bibi belajar sama ibu bibi yang memang beliau tukang masak!" jawab bi Ani yang sedang motong motong daging.


"Oouh,kalau ibu bibi belajarnya di mana?" tanya Hana.


"Dari ibunya juga neng,jadi turun tumurun!" jawab bi Ani.


"Kok aku gak bisa masak ya bi,padahal aku sering bantu bantu bibi!" tanya Hana.


"Belum aja neng,nanti juga bisa! asal rajin!" jawan bi Ani.


"Bi,kalau masak rolade bibi bisa gak?" tanya Hana.


"Bisa neng,cuman bibi jarang bikin! maklum di kampung ingin daging sapi susah karena mahal! jadi jarang buat rol rol yang tadi neng Hana sebut!" kata bi Ani.


"Rolade bi,bukan rol rol!" kata Hana sambil tertawa kecil.


"Iya neng,sudah tua jadi bicara belepotan!" kata bi Ani.


"Kalau rempah rempah yang di ulek sama yang di blender enak yang mana bi?" tanya Hana.


"Sama aja neng,cuman kalau yang di ulek biasanya lebih tahan lama karena jarang di campur air,tapi kalau yang di blender kan suka di campur air! jadi gampang basi!" jawab bi Ani.


"Assalamualaikum!" kata seseorang dari arah luar.


"Waalaikumusalam!" jawab Hana sedikit berteriak agar terdengar sampai luar.


"Bi,sepertinya kang Hatim udah pulang ngajar,saya ke depan dulu ya!" kata Hana sambil mencuci tangan.

__ADS_1


"Iya neng!" jawab bi Ani.


Dengan jalan agak cepat Hana ke arah pintu agar suaminya tidak terlalu lama menunggu.


"Sudah pulang kang?" tanya Hana setelah membukakan pintu dan mencium tangan suaminya dan kang Hatim mengusap kepalanya dengan lembut.


"Iya,sudah selesai masak?" tanya kang Hatim.


"Belum kang!" jawab Hana.


"Masih lama?" tanya kang Hatim.


"Sepertinya sebentar lagi!" jawab Hana.


"Baguslah!" kata kang Hatim dan sudah duduk di atas kursi ruang tengah atau ruang keluarga.


"Mau kopi?" tanya Hana.


"Susu? tumben!" kata Hana sambil menatap tanda tanya tapi kang Hatim yang di tatap malah tersenyum.


"Apaan kang? jangan aneh aneh ah!" kata Hana.


"Kopi susu maksudnya!" kata kang Hatim.


"Ya sudah,tunggu di sini! aku buatkan dulu!" kata Hana.


"Iyaa!" jawab kang Hatim.


Tidak lama kemudian,Hana kembali datang dengan baki yang di atasnya segelas kopi susu.Dia sajikan dengan sopan di depan suaminya.


"Barusan ngaji bahas apa kang?" tanya Hana.

__ADS_1


"Uqudullijain!" jawab kang Hatim singkat.


"Iyaa,tapi bagian mana?" tanya Hana.


"Kisah kesabaran nabi Ayub yang di uji oleh Allah melalui syetan!" jawab kang Hatim.


"Oooh!"


Prang!!!


"Astaghfirullah!" kata Hana dan kang Hatim kaget mendengar suara barang pecah dari arah dapur.


"Bi Ani kenapa?!" tanya kang Hatim.


"Gak tahu!" jawab Hana.


"Ayo kita lihat!" kang Hatim langsung pergi ke dapur diikuti Hana.


"Apa yang terjadi bi?" tanya kang Hatim.


"Aduh ini kang,barusan bibi mau minum,eh gelasnya pecah!" jawab bi Ani dengan wajah bersalah sambil membereskan pecahan pecahan kaca tersebut.


"Hati hati bi,nanti kena tangan!" kata Hana sambil ikut membantu membereskan pecahan kaca itu.


"Aduh bibi minta maaf ya non,kang! bibi ceroboh!" kata bi Ani.


"Udah gak papa bi,yang penting bibi gak kenapa napa! gak luka kan bi?" tanya kang Hatim.


"Alhamdulillah nggak kang!" jawab bi Ani.


"Ya sudah,saya tinggal ke depan lagi ya!" kata kang Hatim dan pergi kembali ke tempat asalnya.

__ADS_1


__ADS_2